Kemurkaan Tongkat

Ratapan 3:1-66

Pengharapan dalam Penderitaan

1Akulah orang yang telah melihat penderitaan akibat tongkat kemurkaan-Nya. 2Dia menggiringku dan membawaku ke dalam kegelapan, dan bukan terang. 3Sesungguhnya, Dia membalikkan tangan-Nya terhadapku berkali-kali sepanjang hari. 4Dia membuat daging dan kulitku susut; Dia mematahkan tulang-tulangku. 5Dia mengepung dan melingkupiku dengan kepahitan dan kesulitan. 6Dia membuatku tinggal dalam kegelapan, seperti mereka yang telah lama mati. 7Dia membangun tembok di sekelilingku sehingga aku tidak dapat keluar; Dia membuat rantai-rantaiku berat. 8Bahkan, ketika aku berseru dan berteriak minta tolong, Dia mendiamkan doaku. 9Dia menghalangi jalan-jalanku dengan batu-batu pahat; Dia membuat jalan-jalanku berliku-liku. 10Dia seperti beruang yang mengadang aku, seperti singa di tempat-tempat persembunyian. 11Dia membelokkan jalan-jalanku, mencabik-cabik aku, dan membuatku gersang. 12Dia melenturkan busur-Nya, dan menjadikanku sasaran anak panah. 13Dia menusuk ginjalku dengan anak-anak panah dari tabung anak panah-Nya. 14Aku menjadi bahan tertawaan bagi seluruh bangsaku, menjadi nyanyian ejekan mereka sepanjang hari. 15Dia mengenyangkanku dengan kepahitan; Dia membuatku mabuk dengan ipuh. 16Dia mematahkan gigiku dengan kerikil; Dia membuatku meringkuk di dalam abu. 17Jiwaku dijauhkan dari kedamaian; aku telah lupa akan kebahagiaan. 18Aku berkata, “Kekuatanku telah hilang; begitu juga harapanku dari TUHAN.” 19Ingatlah penderitaanku, dan pengembaraanku, ipuh dan kepahitan itu. 20Jiwaku terus-menerus mengingatnya, dan tertunduk dalam diriku. 21Inilah yang kuingat dalam pikiranku, dan karena itu, aku berharap. 22Kasih setia TUHAN tidak pernah habis, rahmat-Nya tidak pernah berakhir, 23selalu baru setiap pagi; besarlah kesetiaan-Mu. 24“TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, “Karena itu, aku berharap dalam Dia.” 25TUHAN itu baik bagi orang yang menantikan Dia, bagi jiwa yang mencari Dia. 26Baik bagi seseorang untuk menanti dengan tenang keselamatan dari TUHAN. 27Baik bagi seorang laki-laki jika dia memikul kuk pada masa mudanya. 28Biarlah dia duduk sendirian dan berdiam diri karena Dia telah memasangkannya ke atasnya. 29Biarlah dia menaruh mulutnya dalam debu, barangkali ada harapan. 30Biarlah dia memberikan pipinya kepada orang yang memukulnya, dan biarlah dia dikenyangkan dengan hinaan. 31Sebab, Tuhan tidak akan menolak untuk selama-lamanya. 32Sebab, meski Dia menyebabkan dukacita, Dia akan berbelaskasihan sesuai dengan kasih setia-Nya yang berlimpah. 33Sebab, tidak dengan senang hati Dia menindas atau mendukakan anak-anak manusia. 34Menghancurkan semua tawanan di bumi di bawah kaki-Nya, 35mengesampingkan hak orang di hadapan Yang Mahatinggi, 36menjatuhkan seseorang dalam perkaranya, Tuhan tidak menyetujui semuanya itu. 37Siapakah yang berkata, maka itu terjadi, kalau Tuhan tidak memerintahkannya? 38Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi yang baik dan yang jahat itu datang? 39Mengapa manusia, manusia yang hidup, harus mengeluh ketika dia dihukum karena dosa-dosanya? 40Mari kita menyelidiki dan memeriksa jalan-jalan kita, dan kembali kepada TUHAN. 41Mari kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di surga. 42“Kami telah melanggar dan memberontak, dan Engkau tidak mengampuni. 43Engkau menyelubungi diri-Mu sendiri dengan kemarahan, dan mengejar kami serta membunuh tanpa belas kasihan. 44Engkau menyelubungi diri-Mu sendiri dengan awan sehingga tidak ada doa yang dapat menembus. 45Engkau menjadikan kami sampah dan kotoran di antara bangsa-bangsa. 46Semua musuh kami membuka mulut mereka melawan kami. 47Kepanikan dan jebakan menimpa kami, kerusakan dan kehancuran. 48Aliran air mata turun dari mataku karena kehancuran putri bangsaku. 49Air mataku bercucuran tanpa henti, tanpa putus, 50sampai TUHAN melihat ke bawah dan memperhatikan dari surga. 51Mataku mendukakan jiwaku karena semua putri di kotaku. 52Musuh-musuhku memburuku, seperti seekor burung, tanpa sebab. 53Mereka melemparkanku hidup-hidup ke dalam lubang, dan melempariku dengan batu. 54Air mengalir di atas kepalaku; aku berkata, ‘Matilah aku.’ 55Aku memanggil nama-Mu, ya TUHAN, dari dasar lubang. 56Engkau telah mendengar suaraku, ‘Jangan sembunyikan telinga-Mu dari teriakanku minta tolong.’ 57Engkau mendekat ketika aku memanggil-Mu. Engkau berfirman, ‘Jangan takut!’ 58Ya Tuhan, Engkau telah membela perkara-perkara jiwaku; Engkau telah menebus hidupku. 59Ya TUHAN, Engkau telah melihat penindasan terhadap aku; adililah perkaraku. 60Engkau telah melihat semua pembalasan dendam mereka, semua rencana mereka terhadap aku. 61Engkau telah mendengar hinaan mereka, ya TUHAN, semua rencana mereka terhadap aku. 62Bibir para penyerangku dan pikiran mereka melawan aku sepanjang hari. 63Perhatikanlah duduk dan berdiri mereka; aku adalah nyanyian ejekan mereka. 64Engkau akan membalas mereka dengan ganjaran, ya TUHAN, sesuai dengan perbuatan tangan mereka. 65Engkau akan memberi mereka kekerasan hati; kutuk-Mu akan ada atas mereka. 66Engkau akan mengejar mereka dalam kemarahan, dan menghancurkan mereka dari kolong langit TUHAN.”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Melihat Penderitaan

Yeremia, yang mungkin sebagai wakil umat, mengakui bahwa ia telah melihat penderitaan yang disebabkan oleh tongkat kemurkaan Allah. Ini adalah metafora hukuman ilahi yang keras, menggambarkan pengalaman traumatis bangsa Yehuda.

Di mana

Yerusalem

Di reruntuhan kota, setelah pengepungan Babel

Kapan

~586 SM

Kejatuhan Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Babel
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi tua, ~60 tahun, menyaksikan kehancuran Yerusalem

U

Kepada

Umat Allah

Orang-orang Yehuda yang dibuang ke Babel

Arti tiap ayat

Penjelasan Ratapan 3:1-66 Ayat per Ayat

Ratapan 3:1

Ayat ini berbicara tentang seseorang yang mengalami penderitaan berat yang diizinkan oleh Tuhan. Penulis Ratapan merasa dirinya menjadi sasaran kemurkaan Allah, digambarkan seperti dipukul dengan tongkat. Ini adalah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:2

Penulis menggambarkan pengalaman dibawa oleh Tuhan ke dalam kegelapan, tanpa terang. Ini bisa berarti kehilangan arah, harapan, atau sukacita. Ini adalah gambaran nyata dari keterasingan dan keputusasaan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:3

Penulis merasa Tuhan terus-menerus melawan dia, seperti seorang yang memalingkan tangan-Nya untuk memukul. Ini menunjukkan penderitaan yang berulang dan tak henti-hentinya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:4

Gambaran fisik yang sangat kuat: tubuh menjadi kurus, tulang patah. Ini melambangkan kehancuran total, baik secara fisik maupun emosional. Penderitaan yang dialami penulis sangat dalam.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:5

Penderitaan digambarkan seperti dikepung oleh kepahitan dan kesulitan. Ini seperti dikelilingi oleh masalah dari segala sisi, tidak ada jalan keluar.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:6

Penulis merasa seperti orang mati yang dikubur dalam kegelapan, terputus dari dunia dan kehidupan. Ini adalah tingkat kesepian dan keterasingan yang paling dalam.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:7

Ayat ini menggambarkan perasaan terperangkap dan putus asa ketika penderitaan datang. Penulis merasa seperti dikurung dalam penjara tanpa jalan keluar, dan beban penderitaan terasa sangat berat. Ini adalah gambaran…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:8

Ayat ini menunjukkan keputusasaan yang mendalam ketika doa terasa tidak dijawab oleh Tuhan. Penulis berseru dengan keras tetapi merasa Tuhan tidak mendengarkan. Ini adalah pengalaman iman yang jujur, di mana…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:9

Ayat ini menggambarkan jalan yang terhalang dan berliku, seperti ketika penderitaan menghadang setiap langkah. Penulis merasa Tuhan menutup semua jalan dengan batu besar, membuat hidupnya sulit dan penuh rintangan. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:10

Ayat ini menggambarkan perasaan dianiaya oleh Tuhan sendiri, seperti beruang atau singa yang mengintai. Penulis merasa Tuhan seperti binatang buas yang siap menerkamnya dari tempat persembunyian. Ini adalah ekspresi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:11

Ayat ini melanjutkan gambaran penderitaan: jalan yang dibelokkan, tubuh yang dicabik-cabik, dan kehidupan yang menjadi tandus. Penulis merasa Tuhan telah membuat hidupnya seperti padang gurun yang kering, tidak ada…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:12

Ayat ini menggambarkan Tuhan seperti pemanah yang membidik dan menembakkan anak panah kepada penulis. Ini adalah metafora yang kuat tentang penderitaan yang datang langsung dari Tuhan, membuat penulis merasa menjadi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:13

Ayat ini menggambarkan penderitaan yang sangat hebat sebagai serangan langsung dari Allah. Anak panah yang menusuk ginjal melambangkan rasa sakit yang dalam dan tak terhindarkan, seolah-olah Tuhan sendiri yang membidik…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:14

Penulis menjadi bahan tertawaan dan ejekan bagi bangsanya sendiri. Ini menunjukkan rasa malu dan isolasi sosial yang dialaminya, di mana orang-orang di sekitarnya memandang rendah dan mencemooh penderitaannya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:15

Tuhan mengisi penulis dengan kepahitan dan membuatnya mabuk dengan ipuh (racun pahit). Ini menggambarkan penderitaan yang memenuhi seluruh hidupnya, seperti seseorang yang dipaksa minum racun hingga mabuk.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:16

Ayat ini melukiskan penderitaan fisik yang hebat: gigi patah oleh kerikil dan tubuh meringkuk di abu. Ini adalah gambaran kerendahan dan penghancuran total, seperti orang yang dikubur dalam debu.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:17

Penulis merasa damai sejahteranya hilang dan lupa akan kebahagiaan. Ini menunjukkan depresi yang mendalam, di mana sukacita dan ketenangan benar-benar sirna dari hidupnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:18

Penulis menyimpulkan bahwa kekuatannya hilang dan harapannya kepada TUHAN pun lenyap. Ini adalah titik paling gelap, di mana bahkan iman terasa hilang.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:19

Ayat ini mengungkapkan kesadaran akan penderitaan dan kepahitan yang dialami, serta kesedihan yang mendalam.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:20

Penulis terus-menerus mengingat penderitaannya, dan jiwanya menjadi tertekan oleh ingatan tersebut.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:21

Di tengah keputusasaan, penulis memilih untuk mengingat sesuatu yang memberi harapan, yaitu kasih setia Tuhan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:22

Kasih setia Tuhan tidak pernah berhenti; rahmat-Nya selalu tersedia, tidak pernah habis.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:23

Setiap pagi, kasih dan kesetiaan Tuhan diperbarui; itu selalu baru dan dapat diandalkan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:24

Penulis menyatakan bahwa Tuhan adalah bagian atau warisannya, sehingga ia tetap berharap kepada-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:25

Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan itu baik bagi orang yang menantikan Dia, yaitu mereka yang dengan sabar dan penuh harap mencari hadirat-Nya. Ini menekankan bahwa kesabaran dan kerendahan hati untuk menanti Tuhan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:26

Ayat ini menegaskan bahwa adalah baik untuk menanti keselamatan dari Tuhan dengan tenang. Ini berarti percaya bahwa penyelamatan Tuhan pasti datang, dan kita tidak perlu panik atau khawatir.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:27

Ayat ini berbicara tentang manfaat memikul kuk pada masa muda, artinya belajar disiplin dan tanggung jawab sejak dini akan membentuk karakter yang kuat dan kebiasaan yang baik.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:28

Ayat ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan mengizinkan kita memikul kuk, kita harus duduk sendirian dan berdiam diri, menerima dengan tenang dan tidak memberontak atau mengeluh.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:29

Ayat ini mendorong kita untuk merendahkan diri (menaruh mulut dalam debu) dan tetap berharap, karena selalu ada harapan bagi orang yang rendah hati di hadapan Tuhan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:30

Ayat ini mengajarkan untuk menerima penderitaan dan hinaan dengan sabar, menyerahkan pembelaan kepada Tuhan, seperti yang Yesus lakukan, tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:31

Ayat ini menegaskan bahwa meskipun Tuhan menghukum umat-Nya, hukuman-Nya tidak bersifat kekal. Tuhan tidak akan menolak atau membuang umat-Nya selama-lamanya, karena kasih setia-Nya abadi. Ini memberi pengharapan bahwa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:32

Ayat ini mengajarkan bahwa meskipun Tuhan mengizinkan dukacita atau hukuman, Dia tidak melakukannya dengan senang hati. Sebaliknya, setelah hukuman, Dia akan menunjukkan belas kasihan yang besar sesuai dengan kasih…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:33

Ayat ini menyatakan bahwa Tuhan tidak menindas atau mendukakan manusia dengan sukarela. Dengan kata lain, penderitaan bukanlah kehendak asli Tuhan, tetapi alat yang Dia izinkan untuk tujuan tertentu, seperti…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:34

Ayat ini berbicara tentang ketidakadilan ketika tawanan atau orang yang tertindas diinjak-injak di bawah kaki (diperlakukan dengan sangat kejam). Ini menggambarkan situasi di mana kekuasaan disalahgunakan. Ayat ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:35

Ayat ini menekankan bahwa merampas hak orang di hadapan Yang Mahatinggi adalah suatu kejahatan di mata Tuhan. Ini bisa merujuk pada penolakan keadilan di pengadilan atau perlakuan tidak adil terhadap sesama. Tuhan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:36

Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan tidak menyetujui tindakan menjatuhkan seseorang dalam perkaranya (membuat seseorang kalah dalam kasus yang seharusnya dia menang). Tuhan adalah Allah yang adil, dan Dia membenci…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:37

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada yang terjadi di dunia ini di luar kendali Tuhan. Jika sesuatu terjadi, itu karena Tuhan mengizinkannya. Ini bukan berarti Tuhan penyebab kejahatan, tetapi bahwa Tuhan berdaulat atas…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:38

Ayat ini mengajarkan bahwa baik dan buruk datang dari Yang Mahatinggi. Ini berarti Tuhan adalah sumber segala sesuatu, termasuk juga konsekuensi dari dosa. Namun, ini bukan berarti Tuhan itu jahat; melainkan Dia…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:39

Ayat ini mempertanyakan mengapa manusia mengeluh ketika dihukum karena dosanya. Ini mengingatkan bahwa hukuman adalah konsekuensi logis dari dosa, dan kita tidak bisa menyalahkan Tuhan ketika kita menuai apa yang kita…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:40

Ayat ini mengajak untuk menyelidiki dan memeriksa jalan hidup kita, lalu berbalik kembali kepada Tuhan. Itu adalah tindakan refleksi dan pertobatan, mengakui bahwa kita tersesat dan memutuskan untuk kembali ke jalur…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:41

Ayat ini mengajak untuk mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di surga sebagai tanda penyembahan, doa, dan penyerahan total. Ini adalah respons yang tepat setelah pertobatan: datang kepada Tuhan dengan rendah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:42

Ayat ini adalah pengakuan dosa yang jujur: 'Kami telah melanggar dan memberontak, dan Engkau tidak mengampuni.' Ini mengakui bahwa dosa memisahkan kita dari Tuhan, tetapi juga menunjukkan kesadaran akan konsekuensi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:43

Ayat ini menggambarkan perasaan ditinggalkan dan dihukum oleh Tuhan. Penulis merasa Tuhan menutupi diri-Nya dengan murka, mengejar dan membinasakan tanpa belas kasihan. Ini adalah ekspresi keputusasaan yang jujur di…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:44

Penulis merasa doanya tidak menembus awan tebal yang menutupi Tuhan. Ini adalah gambaran keterpisahan total dengan Allah, ketika doa terasa sia-sia dan tidak dijawab. Ini menggambarkan pengalaman rohani yang gelap dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:45

Umat Tuhan merasa direndahkan menjadi sampah dan kotoran di antara bangsa-bangsa. Ini adalah puncak penghinaan, menunjukkan status mereka yang terbuang dan dihina. Ini menggambarkan dampak kehancuran Yerusalem yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:46

Semua musuh membuka mulut melawan umat, mengejek dan menyerang dengan kata-kata. Ini adalah gambaran kebencian dan permusuhan yang terbuka, di mana lawan-lawan bersorak atas kehancuran umat. Ini menekankan rasa malu…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:47

Umat hidup dalam ketakutan dan jebakan, mengalami kerusakan dan kehancuran. Ini adalah rangkuman penderitaan mereka: ketakutan akan bahaya, jebakan musuh, kehancuran total. Ini menggambarkan keadaan yang sangat putus…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:48

Penulis menangis tanpa henti karena kehancuran bangsanya. Air mata ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk seluruh umat. Ini menunjukkan empati yang dalam dan kesedihan yang nyata atas penderitaan kolektif.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:49

Air mata penulis Ratapan terus mengalir tanpa henti karena kesedihan yang mendalam atas kehancuran Yerusalem. Ini menggambarkan kesedihan yang begitu pekat sehingga menjadi seperti banjir yang tak kunjung berhenti.…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:50

Ratapan ini mengungkapkan kerinduan agar Tuhan melihat dan memperhatikan penderitaan umat-Nya dari surga. Air mata yang terus mengalir ini seolah menjadi doa yang memohon agar Tuhan turun tangan. Ayat ini mengajarkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:51

Penulis Ratapan berkata bahwa matanya menyiksa jiwanya karena melihat penderitaan para perempuan di kotanya. Ini menunjukkan bahwa kesedihan tidak hanya fisik, tetapi juga emosional dan spiritual. Melihat orang lain…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:52

Penulis Ratapan menggambarkan dirinya dikejar oleh musuh seperti burung yang diburu tanpa sebab. Ini melukiskan ketidakadilan yang dialaminya—diperlakukan buruk tanpa alasan yang jelas. Ayat ini mengungkapkan rasa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:53

Penulis menggambarkan musuh yang melemparkannya hidup-hidup ke dalam lubang dan menutupnya dengan batu. Ini adalah gambaran penderitaan yang ekstrem, seperti dikubur hidup-hidup. Ayat ini menunjukkan keputusasaan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:54

Penulis Ratapan berkata air mengalir di atas kepalanya dan ia mengira akan mati. Ini adalah gambaran bahwa penderitaan telah menenggelamkannya sepenuhnya, seperti banjir yang menutupi semua harapan. Ayat ini merangkum…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:55

Ratapan 3:55 mengungkapkan pergumulan penulis yang memanggil TUHAN dari tempat yang sangat dalam, mungkin lubang atau sumur, metafora kesusahan yang ekstrem. Ini menunjukkan bahwa dalam keputusasaan yang paling dalam,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:56

Ratapan 3:56 menyatakan keyakinan bahwa TUHAN mendengarkan doa. Penulis memohon agar TUHAN tidak menutup telinga, dan ini adalah respons dari iman yang berharap bahwa TUHAN selalu memperhatikan. Ini mengajarkan bahwa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:57

Ratapan 3:57 mengingatkan bahwa TUHAN mendekat saat kita memanggil-Nya dan memberikan penghiburan: 'Jangan takut!' Ini menunjukkan bahwa kehadiran Tuhan adalah jawaban atas ketakutan dan kesendirian. Ketika kita merasa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:58

Ratapan 3:58 menyatakan bahwa TUHAN membela perkara kita dan menebus hidup kita. Ini berarti Dia bertindak sebagai pembela dan penebus, mengembalikan keadilan dan kehormatan yang telah hilang. Ini adalah dasar dari…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:59

Ratapan 3:59 adalah permohonan agar TUHAN yang melihat penindasan menjatuhkan keputusan yang adil. Penulis menyadari bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu, dan meminta-Nya untuk bertindak sebagai hakim yang benar. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:60

Ratapan 3:60 mengakui bahwa TUHAN melihat semua dendam dan rencana jahat musuh. Ini menegaskan bahwa tidak ada yang tersembunyi dari hadapan-Nya, dan Dia mengetahui segala upaya untuk menjatuhkan umat-Nya. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:61

Ayat ini mengungkapkan bahwa Tuhan mengetahui segala hinaan dan rencana jahat orang-orang yang menyerang penulis. 'Bibir para penyerangku' adalah kata-kata mereka yang menyakitkan, sementara 'pikiran mereka'…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:62

Ayat ini melanjutkan keluhan penulis bahwa musuh-musuhnya terus-menerus membicarakan dia dan merencanakan kejahatan. 'Sepanjang hari' menunjukkan intensitas dan kelelahan yang dirasakan. Ini adalah gambaran penderitaan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:63

Penulis meminta Tuhan untuk memperhatikan tingkah laku musuh-musuhnya, baik saat duduk maupun berdiri, karena mereka menjadikannya bahan ejekan. Ini menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas musuh yang luput dari perhatian…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:64

Ayat ini adalah seruan agar Tuhan membalas musuh sesuai dengan perbuatan mereka. Ini adalah permintaan keadilan yang radikal, menunjukkan bahwa penulis menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, bukan mengambil sendiri. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:65

Penulis meminta Tuhan untuk membuat musuh-musuhnya keras hati dan menjatuhkan kutuk atas mereka. 'Kekerasan hati' bisa berarti kebodohan yang menyebabkan kehancuran mereka sendiri, mirip dengan Firaun yang mengeraskan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 3:66

Ayat penutup ini adalah permintaan agar Tuhan mengejar dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dari bumi. Ini adalah doa yang sangat keras, menunjukkan keputusasaan dan keinginan akan keadilan yang total. Ini mengingatkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Ratapan 3 selengkapnya