Mengingat kepahitan di pengasingan
Ratapan 3:19
Harapan di Tengah Penderitaan
“Ingatlah penderitaanku, dan pengembaraanku, ipuh dan kepahitan itu.”Ratapan 3:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu."”Ratapan 3:19 · TB
Terjemahan Baru
“Memikirkan pengembaraan dan kemalanganku bagaikan makan racun yang pahit.”Ratapan 3:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Remembering mine affliction and my misery, the wormwood and the gall.”Ratapan 3:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ratapan 3:19?
Ayat ini mengungkapkan kesadaran akan penderitaan dan kepahitan yang dialami, serta kesedihan yang mendalam.
Latar belakang
Ratapan yang Tak Terlupakan
Yeremia mengingat kembali semua penderitaan yang dialaminya, seperti pengembaraan dan kepahitan yang dirasakan. Ini adalah puncak ratapan, di mana dia menyadari betapa berat beban yang ditanggungnya.
Di mana
Yerusalem
Di tengah reruntuhan kota, sambil meratap
Kapan
~586 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Nabi Yeremia
Nabi yang menyaksikan kehancuran Yerusalem, ~50 tahun
Kepada
Umat Israel di pembuangan
Orang-orang Yehuda yang dibawa ke Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֳנִי
oni · penderitaanku
penderitaan atau kesengsaraan yang dialami
מְרוּדִי
merudi · pengembaraanku
pengungsian atau pengembaraan yang memalukan
רֹאשׁ
rosh · ipuh
racun atau tumbuhan pahit
Ketiga kata ini menggambarkan penderitaan total: 'oni' (kesengsaraan), 'merudi' (pengembaraan), dan 'rosh' (kepahitan). Yeremia tidak hanya mengingat secara mental, tetapi merasakan kembali beban itu, seolah-olah masih ada di dalam dirinya.
Tahukah kamu
Puisi Akrostik
Pasal 3 dalam Kitab Ratapan adalah puisi akrostik: setiap tiga ayat dimulai dengan huruf Ibrani yang berurutan. Ayat 19-21 memulai stanza dengan huruf 'Kaf', yang melambangkan 'telapak tangan'—mungkin mengingatkan pada tangan yang menimpa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 3:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ratapan 3:19
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang perasaan Yeremia sendiri, tidak relevan untuk kita.
✓ Yang sebenarnya
Yeremia mewakili umat, dan ratapan ini menjadi model untuk berdoa dalam penderitaan.
✕ Sering dikira
Mengingat penderitaan hanya membuat kita semakin terpuruk.
✓ Yang sebenarnya
Mengingat penderitaan bisa menjadi langkah menuju pengharapan, seperti yang terlihat di ayat 21.
Renungan
Renungan Singkat Ratapan 3:19
Saat kita mengingat peristiwa menyakitkan, itu bisa membuat kita terpuruk. Namun, mengakui dan merasakan kepedihan adalah langkah awal menuju pemulihan, bukan berarti kita harus tinggal di dalamnya.
Tuhan, aku datang dengan segala kepahitan dan kesedihan yang kurasakan; tolong aku untuk tidak tenggelam di dalamnya. Amin.