Tenggelam dalam air
Ratapan 3:54
Harapan di Tengah Penderitaan
PerikopPengharapan dalam Penderitaan · Ratapan 3:1-66 →“Air mengalir di atas kepalaku; aku berkata, ‘Matilah aku.’”Ratapan 3:54 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!"”Ratapan 3:54 · TB
Terjemahan Baru
“Air naik sampai ke kepalaku, dan aku berpikir, --'Habislah riwayatku!'”Ratapan 3:54 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waters flowed over mine head; then I said, I am cut off.”Ratapan 3:54 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ratapan 3:54?
Penulis Ratapan berkata air mengalir di atas kepalanya dan ia mengira akan mati. Ini adalah gambaran bahwa penderitaan telah menenggelamkannya sepenuhnya, seperti banjir yang menutupi semua harapan. Ayat ini merangkum rasa putus asa yang total, tetapi juga menunjukkan bahwa pada titik terendah itulah ia mulai berseru kepada Tuhan.
Latar belakang
Hampir tenggelam
Penulis menggambarkan air yang naik menutupi kepalanya, simbol bahaya maut yang mengancam. Ia mengaku merasa mati, putus asa, tetapi kemudian berseru kepada TUHAN (ayat 55).
Di mana
Yerusalem
Di dalam lubang yang tergenang air, mengenang penderitaan
Kapan
~586 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Penulis Ratapan
Seorang yang mengalami kehancuran Yerusalem, mungkin Yeremia
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang diajak bicara langsung
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מַיִם
mayim · air
air, genangan air
צָפַף
tsafaf · mengalir
mengalir deras, menutupi
רֹאשׁ
rosh · kepala
kepala, bagian tertinggi tubuh
Air yang menutupi kepala melambangkan kematian yang total; tidak ada jalan keluar. Ini mengomunikasikan keputusasaan yang mendalam.
Tahukah kamu
Air sebagai simbol kematian
Dalam puisi Ibrani, air yang menenggelamkan sering melambangkan kekacauan dan kematian (misalnya Mazmur 69:2). Ini bukan sekadar banjir, tetapi kuasa maut yang menelan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 3:54
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ratapan 3:54
✕ Sering dikira
Air ini adalah hukuman langsung dari Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Air adalah metafora penderitaan yang disebabkan musuh, bukan langsung dari Tuhan.
✕ Sering dikira
Penulis benar-benar mati tenggelam.
✓ Yang sebenarnya
Ini hiperbola untuk menggambarkan keputusasaan, karena penulis masih hidup.
Renungan
Renungan Singkat Ratapan 3:54
Ketika masalah seperti banjir yang menenggelamkan, jangan menyerah. Justru di titik itulah kita bisa berhenti berjuang sendiri dan berseru kepada Tuhan dengan jujur dan terbuka. Tuhan sanggup menarik kita dari banjir itu dan menegakkan kaki kita di tempat yang aman.
Tuhan, dalam tenggelamku, tariklah aku ke permukaan dan selamatkan aku dari keputusasaan. Amin.