Dipenuhi Kepahitan dan Ipuh

Ratapan 3:15

Harapan di Tengah Penderitaan

PerikopPengharapan dalam Penderitaan · Ratapan 3:1-66 →
“Dia mengenyangkanku dengan kepahitan; Dia membuatku mabuk dengan ipuh.”

Ratapan 3:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ratapan 3:15?

Tuhan mengisi penulis dengan kepahitan dan membuatnya mabuk dengan ipuh (racun pahit). Ini menggambarkan penderitaan yang memenuhi seluruh hidupnya, seperti seseorang yang dipaksa minum racun hingga mabuk.

Latar belakang

Mabuk Kepahitan

Penulis menggambarkan Allah memberinya makan kepahitan dan membuatnya mabuk dengan ipuh. Ini metafora penderitaan yang memabukkan dan memualkan, seperti racun yang merusak.

Di mana

Yerusalem

Di tengah reruntuhan kota, suasana ratapan

Kapan

~586 SM

Penghukuman dan Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kelaparan di kota
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ratapan (Yeremia)

Nabi yang berduka atas kehancuran Yerusalem

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa yang sedang mengalami pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מרורות

merorot · kepahitan

kepahitan yang ekstrem, seperti empedu

רוה

ravah · membuatku mabuk

memberi minum sampai kenyang atau mabuk

לענה

la'anah · ipuh

tumbuhan pahit, simbol kutukan

Gabungan kata 'kepahitan' dan 'ipuh' menekankan penderitaan yang luar biasa pahit, seolah-olah Allah sendiri yang memaksakan racun kepahitan itu sampai mabuk, bukan hanya sekadar merasakannya.

Tahukah kamu

Ipuh dalam Alkitab

Ipuh (מָרָה) adalah tumbuhan pahit yang sering digunakan sebagai racun panah atau obat, melambangkan kepahitan hidup.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 3:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ratapan 3:15

✕  Sering dikira

Allah dengan sengaja membuat umat-Nya mabuk untuk bersenang-senang.

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa metaforis untuk menunjukkan betapa dahsyatnya hukuman yang dirasakan, bukan Allah yang jahat.

✕  Sering dikira

Kepahitan ini hanya bersifat sementara dan tidak terlalu berarti.

✓  Yang sebenarnya

Kepahitan ini sangat nyata dan membebani, tetapi penulis kemudian mengingat kasih setia Tuhan sebagai pengharapan.

Renungan

Renungan Singkat Ratapan 3:15

Terkadang rasa pahit dalam hidup terasa memenuhi segalanya. Namun, kita bisa membawa kepahitan itu kepada Tuhan, yang sanggup mengubahnya menjadi manis.

Tuhan, saat hidup terasa pahit, ubahlah kepahitanku menjadi manis oleh kasih-Mu. Amin.