Bisikkan musuh sepanjang hari

Ratapan 3:62

Ratapan dari lubang penderitaan

PerikopPengharapan dalam Penderitaan · Ratapan 3:1-66 →
“Bibir para penyerangku dan pikiran mereka melawan aku sepanjang hari.”

Ratapan 3:62 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ratapan 3:62?

Ayat ini melanjutkan keluhan penulis bahwa musuh-musuhnya terus-menerus membicarakan dia dan merencanakan kejahatan. 'Sepanjang hari' menunjukkan intensitas dan kelelahan yang dirasakan. Ini adalah gambaran penderitaan yang tak henti-hentinya, tetapi juga menjadi dasar untuk memohon keadilan Tuhan.

Latar belakang

Upaya diam-diam digagalkan

Penulis menggambarkan bagaimana musuh-musuhnya tidak hanya menghina secara terang-terangan, tetapi juga berbisik dan merencanakan hal-hal jahat sepanjang hari. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk menyakitinya.

Di mana

Yerusalem

Di tengah reruntuhan kota, siang hari

Kapan

~586 SM

Kehancuran Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Yerusalem
Pemulihan Yehuda
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ratapan

Orang yang mengalami kehancuran Yerusalem, mungkin Yeremia

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang diyakini mendengar doa umat-Nya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂפָה

safah · bibir

bibir, juga bisa berarti bahasa atau ucapan

הֶגְיוֹן

hegyon · pikiran

meditasi, bisikan, atau renungan hati

נֶגֶד

neged · melawan

di hadapan, berlawanan dengan

Kombinasi dari 'bibir' dan 'pikiran' menunjukkan bahwa serangan musuh bersifat menyeluruh, baik secara verbal maupun mental, dengan niat jahat yang terus dipikirkan.

Tahukah kamu

Bibir dalam budaya Ibrani

Dalam Alkitab, 'bibir' sering mewakili perkataan dan nasihat. Ungkapan 'bisikan bibir' bisa merujuk pada fitnah atau konspirasi yang disebarkan secara diam-diam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 3:62

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ratapan 3:62

✕  Sering dikira

Menganggap bahwa hanya perkataan terbuka yang menyakiti, bukan pikiran atau bisikan.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan bahwa bisikan dan pikiran jahat juga merupakan serangan nyata yang perlu dibawa kepada Tuhan.

✕  Sering dikira

Mengira ayat ini mengajarkan untuk membalas dendam sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Penulis justru menyerahkan pembalasan kepada TUHAN, bukan mengambil tindakan sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Ratapan 3:62

Kita mungkin mengalami pelecehan atau intimidasi yang terus-menerus. Daripada larut dalam keputusasaan, kita bisa mengangkatnya dalam doa, karena Tuhan tahu perjuangan kita dan akan memberi kekuatan.

Ya Allah, ketika aku dikelilingi oleh omongan dan rencana jahat, ingatkan aku bahwa Engkau selalu mendengar dan akan membelaku. Amin.