TUHAN Berfirman kepada Musa di Sinai
Imamat 19:1-37
Israel Milik Allah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Pembukaan Firman TUHAN
Ayat ini memulai pasal 19 dengan perintah TUHAN kepada Musa untuk menyampaikan pesan-Nya kepada seluruh Israel. Ini menegaskan bahwa hukum yang akan diberikan berasal dari Allah sendiri, bukan dari manusia.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
Penulis: Musa
Pemimpin Israel, penulis Taurat
Kepada
Pembaca Israel
Umat perjanjian TUHAN
Arti tiap ayat
Penjelasan Imamat 19:1-37 Ayat per Ayat
Imamat 19:1
Ayat ini membuka pasal dengan pernyataan bahwa Tuhan berbicara langsung kepada Musa. Ini menegaskan bahwa semua hukum yang mengikuti adalah firman Tuhan, bukan sekadar gagasan manusia, sehingga memiliki otoritas ilahi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:2
Ayat ini menyatakan bahwa Allah itu kudus, dan umat-Nya dipanggil untuk hidup kudus pula. Kekudusan berarti dipisahkan dari yang najis dan diabdikan bagi Allah. Ini adalah panggilan bagi seluruh umat, bukan hanya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:3
Ayat ini menggabungkan dua perintah: menghormati orang tua dan memelihara hari Sabat. Keduanya menunjukkan prioritas: pertama, menghargai otoritas yang sah dalam keluarga, dan kedua, menghargai waktu yang dikhususkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:4
Ayat ini melarang penyembahan berhala dan pembuatan patung untuk disembah. Ini menekankan bahwa Allah tidak dapat diwakili oleh benda mati apa pun, dan Ia menuntut kesetiaan eksklusif. Berhala bisa berupa apa saja yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:5
Ayat ini mengenai kurban pendamaian, yang harus dipersembahkan dengan benar agar diterima Allah. Ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan sesuai dengan kehendak Allah, bukan sesuka hati manusia. Ketulusan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:6
Ayat ini memberikan aturan tentang waktu memakan kurban pendamaian: harus dimakan pada hari itu atau paling lambat keesokan harinya, dan sisa pada hari ketiga harus dibakar. Ini mengajarkan bahwa persembahan kepada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:7
Ayat ini menegaskan bahwa kurban yang dimakan pada hari ketiga menjadi najis dan tidak diterima Allah. Ini menunjukkan pentingnya ketaatan pada aturan ibadah dan bahwa Allah menuntut kesungguhan dalam mempersembahkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:8
Siapa yang memakan kurban pada hari ketiga akan menanggung kesalahannya sendiri, karena ia telah menajiskan yang kudus bagi TUHAN, sehingga nyawanya harus dilenyapkan dari bangsanya. Ini menekankan konsekuensi serius…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:9
Saat memanen, jangan memanen sampai ke ujung ladang dan jangan memungut sisa hasil panen. Ini adalah perintah untuk meninggalkan sebagian hasil bagi orang miskin dan pendatang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:10
Ayat ini melanjutkan tentang kebun anggur: jangan memetik seluruh buah atau memungut yang jatuh, tetapi tinggalkan untuk orang miskin dan pendatang. Ini menegaskan kepedulian sosial dalam hukum Taurat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:11
Perintah ini melarang mencuri, berbohong, dan berdusta kepada sesama. Ini adalah dasar etika hubungan antarmanusia yang menuntut kejujuran dan integritas.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:12
Jangan bersumpah palsu demi nama Allah, agar nama-Nya tidak dicemarkan. Ini menegaskan kekudusan nama TUHAN dan pentingnya berkata benar tanpa menyalahgunakan nama-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:13
Ayat ini melarang menindas atau merampas sesama, termasuk menahan upah buruh. Ini menekankan keadilan ekonomi dan perlakuan hormat terhadap pekerja, mengingatkan bahwa TUHAN melihat ketidakadilan dan akan membela yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:14
Ayat ini melarang mengutuki orang tuli dan menaruh batu sandungan di depan orang buta. Ini adalah perintah untuk tidak memanfaatkan kelemahan orang lain dan untuk menghormati mereka, sambil mengingat bahwa TUHAN adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:15
Ayat ini melarang kecurangan dalam pengadilan, termasuk memihak orang miskin atau kaya. Ini menuntut keadilan yang tidak memandang status sosial, menegaskan bahwa semua orang setara di hadapan hukum.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:16
Ayat ini melarang menyebarkan fitnah dan melakukan tindakan yang membahayakan hidup sesama. Kata 'berdiri melawan darah sesamamu' berarti tidak melakukan apa pun yang mengancam nyawa orang lain, baik secara fisik…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:17
Ayat ini melarang membenci sesama dalam hati dan memerintahkan untuk menegur dengan terus terang. Tujuannya agar kita tidak ikut berdosa karena membiarkan orang lain berbuat salah, dan agar hubungan tetap sehat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:18
Ayat ini melarang balas dendam dan menyimpan dendam, serta memerintahkan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini adalah inti dari hukum kasih yang diajarkan Yesus, menekankan pengampunan dan kebaikan aktif.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:19
Ayat ini melarang pencampuran dua jenis ternak, benih, dan bahan pakaian. Ini bisa dimaknai sebagai panggilan untuk menjaga kemurnian dan keteraturan dalam hidup, menolak praktik yang tidak wajar atau campur aduk tanpa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:20
Ayat ini berbicara tentang hubungan seksual dengan budak perempuan yang belum bebas. Ini adalah aturan yang spesifik dan berat untuk dipahami pada masa kini. Intinya, hukum ini menekankan konsekuensi dari dosa dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:21
Ayat ini mengatur agar laki-laki yang bersalah membawa domba jantan sebagai korban penebus salah kepada imam di pintu Kemah Pertemuan. Ini menunjukkan bahwa dosa harus ditebus dengan korban yang telah ditetapkan Tuhan.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:22
Ayat ini menjelaskan bahwa imam akan mengadakan pendamaian bagi orang yang berdosa dengan mempersembahkan domba jantan sebagai korban penebus salah. Dengan demikian, orang itu diampuni. Ini menggambarkan sistem…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:23
Ayat ini memerintahkan agar buah pohon yang ditanam di tanah Kanaan dianggap terlarang selama tiga tahun pertama. Ini disebut 'buah kulit khatan' atau 'terlarang'. Tujuannya adalah untuk mengajarkan umat agar…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:24
Pada tahun keempat, buah pohon menjadi kudus dan dipersembahkan sebagai persembahan pujian bagi TUHAN. Ini berarti hasil yang terbaik dan pertama dari panen itu dipersembahkan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:25
Pada tahun kelima setelah menanam pohon, buahnya boleh dimakan. Ini menunjukkan kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan yang memberkati hasil kerja kita pada waktu-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:26
Larangan makan darah dan praktik ramalan atau perdukunan. Ini menekankan kekudusan hidup dan ketergantungan hanya kepada Tuhan, bukan pada kuasa lain.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:27
Larangan mencukur tepi rambut dan janggut secara tertentu, yang sering dikaitkan dengan kebiasaan penyembahan berhala. Ini mengajarkan umat untuk tidak meniru kebiasaan orang-orang di sekitar yang bertentangan dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:28
Larangan melukai tubuh untuk orang mati dan membuat tato. Ini menekankan bahwa tubuh adalah milik Tuhan dan tidak boleh dirusak atau digunakan untuk praktik penyembahan berhala.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:29
Larangan menjadikan anak perempuan pelacur. Ini menekankan kekudusan keluarga dan melindungi anak-anak dari eksploitasi. Pelacuran membawa kehancuran moral bagi masyarakat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:30
Perintah untuk memelihara hari Sabat dan menghormati tempat kudus. Ini menunjukkan pentingnya ibadah dan pengakuan akan kekudusan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:31
Ayat ini melarang mencari petunjuk dari peramal atau tukang sihir. Orang Israel tidak boleh bergantung pada praktik okultisme karena hal itu membuat mereka najis secara rohani. Hubungan mereka dengan TUHAN harus murni,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:32
Ayat ini memerintahkan untuk menghormati orang tua dan orang yang lebih tua. Berdiri di hadapan mereka adalah tanda penghormatan, dan ini dikaitkan dengan takut akan Allah. Jadi, menghormati orang tua adalah bagian…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:33
Ayat ini melarang menindas pendatang yang tinggal di negeri Israel. Mereka harus diperlakukan dengan adil dan baik, bukan ditindas. Ini menunjukkan bahwa Allah peduli terhadap orang asing dan ingin umat-Nya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:34
Ayat ini melanjutkan tentang perlakuan terhadap pendatang: mereka harus diperlakukan seperti warga asli dan dikasihi seperti diri sendiri. Alasannya, orang Israel pernah menjadi orang asing di Mesir. Ini mengingatkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:35
Ayat ini melarang berbuat curang dalam timbangan, ukuran, atau takaran. Ini adalah perintah untuk jujur dalam bisnis dan perdagangan. Allah menuntut integritas dalam segala hal, termasuk detail-detail kecil yang sering…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:36
Ayat ini menekankan pentingnya keadilan dalam timbangan dan ukuran. Neraca, timbangan, efa, dan hin harus benar. Ini adalah bagian dari keseluruhan hukum Allah yang mengatur hidup umat-Nya, dan dasar dari perintah ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 19:37
Ayat ini adalah penutup dari pasal 19, di mana Tuhan menegaskan bahwa semua hukum dan peraturan yang diberikan harus dipelihara dan dilakukan. Ini adalah panggilan untuk ketaatan yang menyeluruh, bukan hanya sebagian.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →