Daging kurban basi

Imamat 19:7

Hidup kudus dalam praktik sehari-hari

Jika dimakan pada hari ketiga, kurban itu menjadi tercemar, dan tidak akan diterima.

Imamat 19:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 19:7?

Ayat ini menegaskan bahwa kurban yang dimakan pada hari ketiga menjadi najis dan tidak diterima Allah. Ini menunjukkan pentingnya ketaatan pada aturan ibadah dan bahwa Allah menuntut kesungguhan dalam mempersembahkan korban.

Latar belakang

Larangan makan hari ketiga

Ayat 7 melarang memakan kurban pendamaian pada hari ketiga karena sudah menjadi basi dan najis. Ini menekankan kesegaran dan kekudusan dalam ibadah.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, perkemahan Israel

Kapan

~1445 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, kudus dan penuntun umat-Nya

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan, baru keluar dari Mesir

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָכוֹל

akhol · dimakan

memakan, mengonsumsi

יוֹם שְׁלִישִׁי

yom shlishi · hari ketiga

hari ketiga, menunjuk pada waktu yang tepat

פִּגּוּל

piggul · tercemar

busuk, menjijikkan, tidak diterima

Kata 'piggul' menunjukkan bahwa kurban yang basi menjadi menjijikkan di mata Allah, mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan segar dan sungguh-sungguh.

Tahukah kamu

Basi = najis

Dalam budaya Israel, makanan basi dianggap tidak layak bagi Allah, melambangkan kemurnian yang harus dijaga.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 19:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 19:7

✕  Sering dikira

Berarti kita harus makan semua makanan dalam dua hari, atau dosa.

✓  Yang sebenarnya

Ini khusus untuk kurban pendamaian, bukan makanan biasa.

✕  Sering dikira

Hari ketiga dihitung berbeda-beda.

✓  Yang sebenarnya

Hari ketiga dihitung dari hari persembahan, dengan hari pertama sebagai hari pertama.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 19:7

Jangan setengah hati dalam ibadah kita. Pastikan kita memberi yang terbaik bagi Tuhan, bukan sisa waktu atau tenaga.

Tuhan, ajar aku untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu dengan hati yang sungguh. Amin.