Tahun kelima, buah boleh dimakan

Imamat 19:25

Kekudusan dalam Hidup Sehari-hari

Pada tahun kelima, kamu boleh memakan buah dari pohon itu. Dan, pohon itu akan menghasilkan lebih banyak buah bagimu. Akulah TUHAN, Allahmu.

Imamat 19:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 19:25?

Pada tahun kelima setelah menanam pohon, buahnya boleh dimakan. Ini menunjukkan kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan yang memberkati hasil kerja kita pada waktu-Nya.

Latar belakang

Peraturan tentang buah pohon

Setelah memasuki negeri Kanaan, buah pohon yang ditanam harus dianggap terlarang selama tiga tahun pertama, lalu kudus pada tahun keempat. Pada tahun kelima, buahnya boleh dimakan sebagai berkat dari Allah.

Di mana

Gunung Sinai (padang gurun)

Di kaki gunung, saat perkemahan Israel

Kapan

~1440 SM

Perjalanan ke Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perjanjian di Sinai
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, pemberi hukum

M

Kepada

Musa

Pemimpin Israel, perantara perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֲמִישִׁי

khamishi · kelima

yang kelima, menunjukkan urutan waktu.

פְּרִי

peri · buah

hasil pohon, berkat material.

אָכַל

akhal · memakan

tindakan mengonsumsi, menikmati berkat.

Setelah masa menunggu dan dedikasi, penantian panjang menghasilkan kelimpahan—buah yang dimakan menjadi simbol pemeliharaan Allah.

Tahukah kamu

Angka lima melambangkan kasih karunia

Dalam tradisi Yahudi, angka lima sering dikaitkan dengan kasih karunia Allah, seperti lima kitab Taurat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 19:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 19:25

✕  Sering dikira

Buah tahun kelima boleh dimakan seenaknya, tanpa syarat.

✓  Yang sebenarnya

Peraturan ini mengajarkan ketaatan dan kesabaran; baru setelah mempersembahkan tahun keempat, buah kelima boleh dinikmati.

✕  Sering dikira

Hukum ini hanya tentang pertanian, bukan prinsip rohani.

✓  Yang sebenarnya

Ini mengandung prinsip menyerahkan yang pertama dan menunggu waktu Allah untuk berkat.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 19:25

Tuhan mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru menikmati hasil. Bersabarlah dalam proses; percayalah bahwa berkat Tuhan datang pada waktu yang tepat dan bahkan lebih berlimpah.

Tuhan, ajari aku untuk sabar menantikan waktu-Mu dan percaya bahwa Engkau akan memberkati usahaku. Amin.