Stefanus Berdiri di Depan Mahkamah

Kisah Para Rasul 7:1-53

Pembelaan Stefanus

1Kemudian, Imam Besar berkata, “Apakah benar demikian?” 2Dan, Stefanus berkata, “Saudara-saudara dan Bapak-bapak, dengarkan aku. Allah Yang Mahamulia tampak kepada nenek moyang kita, Abraham, ketika ia masih berada di Mesopotamia, sebelum ia tinggal di Haran, 3dan berkata kepadanya, ‘Pergilah dari tanahmu dan dari sanak saudaramu, lalu datanglah ke tanah yang akan Kutunjukkan kepadamu.’ 4Kemudian, Abraham meninggalkan tanah orang Kasdim dan tinggal di Haran. Dan dari sana, sesudah ayahnya meninggal, Allah menyuruhnya pindah ke tanah ini, tempat sekarang kamu tinggal. 5Namun, Allah tidak memberikan warisan kepadanya, bahkan setapak tanah pun tidak, tetapi berjanji untuk memberikannya kepada Abraham sebagai miliknya dan keturunan sesudah dia, meskipun Abraham belum memiliki anak. 6Akan tetapi, Allah berkata begini, bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di tanah yang asing dan bahwa mereka akan diperbudak serta dianiaya selama empat ratus tahun. 7‘Namun, Aku akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka,’ kata Allah, ‘Dan, setelah itu mereka akan keluar dari sana dan beribadah kepada-Ku di tempat ini.’ 8Lalu, Allah memberikan kepada Abraham perjanjian sunat, maka Abraham menjadi ayah Ishak dan menyunatnya saat berusia delapan hari, dan Ishak menjadi ayah Yakub, dan Yakub, kedua belas bapa leluhur. 9Karena iri kepada Yusuf, bapa leluhur kita menjualnya ke Mesir. Akan tetapi, Allah menyertai Yusuf, 10dan menyelamatkannya dari semua penderitaan, serta memberinya anugerah dan kebijaksanaan di hadapan Firaun, Raja Mesir, yang membuatnya menjadi pemimpin atas Mesir dan seluruh istananya. 11Suatu ketika, bencana kelaparan terjadi di seluruh Mesir dan Kanaan, serta menyebabkan penderitaan yang sangat besar, dan nenek moyang kita tidak bisa mendapatkan makanan. 12Akan tetapi, ketika Yakub mendengar bahwa ada gandum di Mesir, ia menyuruh nenek moyang kita datang ke sana untuk pertama kalinya. 13Pada kunjungan yang kedua, Yusuf membuat dirinya diketahui oleh saudara-saudaranya, dan keluarga Yusuf menjadi jelas bagi Firaun. 14Setelah itu, Yusuf mengirim pesan dan mengundang Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, semuanya berjumlah 75 jiwa. 15Maka, Yakub turun ke Mesir dan ia mati di sana, ia dan nenek moyang kita. 16Dari sana, mereka dipindahkan ke Sikhem dan dibaringkan di kuburan yang telah Abraham beli dengan sejumlah uang dari anak-anak Hemor di Sikhem. 17Akan tetapi, ketika makin dekat waktu perjanjian itu, yang telah Allah ikrarkan kepada Abraham, bangsa itu bertambah dan dilipatgandakan di Mesir, 18sampai ada raja lain bangkit atas seluruh Mesir, yang tidak tahu tentang Yusuf. 19Raja itu memperdaya bangsa kita dan menganiaya nenek moyang kita sehingga memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka sehingga mereka tidak dapat bertahan hidup. 20Pada masa itu, Musa lahir dan ia sangat elok di mata Allah. Dan, Musa diasuh di rumah ayahnya selama tiga bulan. 21Dan, ketika ia sudah dibuang, putri Firaun mengambilnya dan membesarkannya seperti anaknya sendiri. 22Maka, Musa dididik dalam segala hikmat orang-orang Mesir dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. 23Namun, ketika Musa genap berusia empat puluh tahun, muncul di dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu keturunan Israel. 24Dan, ketika melihat salah satu dari mereka diperlakukan dengan tidak adil oleh orang Mesir, Musa datang membela orang yang dianiaya itu dan membalas dengan membunuh orang Mesir itu. 25Musa mengira bahwa saudara-saudaranya akan mengerti bahwa Allah memberi mereka keselamatan melalui dirinya, tetapi mereka tidak mengerti. 26Pada hari berikutnya, Musa mendatangi orang Israel yang sedang berkelahi, dan ia berusaha mendamaikan mereka, dengan berkata, ‘Hai, bukankah kalian ada hubungan saudara, mengapa saling menyakiti?’ 27Namun, orang yang menyakiti saudaranya itu menyingkirkan Musa ke samping sambil berkata, ‘Siapa yang menjadikanmu penguasa dan hakim atas kami? 28Apakah kamu ingin membunuhku seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?’ 29Mendengar perkataan orang itu, Musa melarikan diri dan menjadi pendatang di tanah Midian. Di sana, ia menjadi ayah dari dua orang anak laki-laki. 30Setelah genap empat puluh tahun, seorang malaikat menampakkan diri kepada Musa di padang belantara gunung Sinai, dalam lidah api di semak duri. 31Ketika Musa melihatnya, ia heran dengan penglihatan itu. Dan, ketika ia mendekat untuk mengamatinya, datanglah suara Tuhan, 32‘Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, dan Allah Ishak, dan Allah Yakub.’ Musa pun gemetar ketakutan dan tidak berani untuk mengamatinya. 33Kemudian, Tuhan berkata kepadanya, ‘Lepaskanlah sandal dari kakimu karena tempat di mana kamu berdiri adalah tanah suci. 34Aku benar-benar sudah melihat penderitaan umat-Ku yang ada di Mesir dan telah mendengar rintihan mereka. Dan, Aku telah turun untuk menyelamatkan mereka. Dan sekarang marilah, Aku akan mengutusmu ke Mesir.’ 35Musa, yang sudah mereka tolak dengan berkata, ‘Siapakah yang menjadikanmu penguasa dan hakim atas kami?’ Dia adalah orang yang Allah utus untuk menjadi, baik penguasa maupun penyelamat, melalui tangan malaikat yang menampakkan diri kepadanya di semak duri. 36Orang ini memimpin mereka keluar, sambil mengadakan mukjizat dan tanda-tanda ajaib di tanah Mesir, dan di Laut Merah, dan di padang belantara selama empat puluh tahun. 37Musa inilah yang berkata kepada bangsa Israel, ‘Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi seperti aku dari antara saudara-saudaramu.’ 38Ia ini adalah orang yang ada di antara jemaat di padang belantara bersama malaikat yang berbicara kepadanya di gunung Sinai, dan bersama nenek moyang kita, dan ia telah menerima firman yang hidup untuk diberikan kepada kita. 39Nenek moyang kita menolak untuk taat kepada Musa, tetapi menyingkirkannya dan ingin kembali ke Mesir dalam hati mereka, 40dengan berkata kepada Harun, ‘Buatkan kami dewa-dewa yang akan berjalan di depan kami karena Musa ini, yang memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi padanya.’ 41Pada waktu itu, mereka membuat sebuah patung anak lembu, dan memberikan persembahan kepada berhala itu, serta bersorak-sorai dengan pekerjaan-pekerjaan tangan mereka. 42Akan tetapi, Allah berpaling dari mereka dan membiarkan mereka menyembah bala tentara langit, seperti yang tertulis dalam kitab para nabi, ‘Apakah kamu membawa kepada-Ku binatang sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang belantara, hai umat Israel? 43Kamu membawa kemah Molokh dan bintang dewamu, Refan, patung yang kamu buat untuk menyembahnya, dan Aku akan membuangmu ke seberang Babel.’ 44Nenek moyang kita memiliki Kemah Kesaksian di padang belantara, seperti yang Allah perintahkan ketika berbicara kepada Musa, untuk membuatnya sesuai dengan gambaran yang telah ia lihat. 45Setelah menerima kemah itu, nenek moyang kita membawanya masuk bersama Yosua, waktu perebutan tanah mereka dari bangsa-bangsa lain, yang telah Allah singkirkan dari hadapan nenek moyang kita, sampai pada zaman Daud. 46Daud mendapatkan kasih karunia di hadapan Allah dan minta untuk mendapatkan tempat kediaman bagi Allah Yakub. 47Akan tetapi, Salomo yang membangun sebuah rumah bagi Dia. 48Namun, Yang Mahatinggi tidak tinggal dalam rumah yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi, 49‘Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu bangun bagi-Ku?’ Allah berfirman, ‘Atau, apakah tempat peristirahatan-Ku? 50Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini?’ 51Hai, kamu orang-orang yang keras kepala, dengan hati dan telinga yang tidak bersunat, kamu selalu menentang Roh Kudus, seperti yang dilakukan oleh nenek moyangmu! 52Nabi-nabi mana yang tidak disiksa oleh nenek moyangmu? Dan, mereka membunuh orang-orang yang sebelumnya sudah mengumumkan kedatangan Sang Kebenaran, yang sekarang telah menjadikan dirimu sendiri sebagai pengkhianat dan pembunuh. 53Kamu, yang telah menerima Hukum Taurat seperti telah disampaikan oleh para malaikat, tetapi kamu tidak menjaganya!”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Pertanyaan Pembuka Sidang

Ini adalah sidang formal Sanhedrin — dewan tertinggi orang Yahudi yang memiliki kuasa hidup dan mati (meski di bawah Roma). Stefanus dituduh menghujat Bait Suci dan Taurat. Imam Besar membuka sidang dengan pertanyaan standar: 'Apakah benar demikian?' — memberi terdakwa kesempatan menjawab. Yang terjadi selanjutnya adalah pidato terpanjang dalam seluruh kitab Kisah Para Rasul.

Di mana

Yerusalem — Sanhedrin

Ruang sidang Mahkamah Agama Yahudi, 71 anggota duduk setengah lingkaran

Kapan

~35 M

Penganiayaan pertama terhadap jemaat Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Stefanus ditangkap dan dituduh
Stefanus mulai berpidato
Kamu di sini
I

Yang berbicara

Imam Besar (Kayafas)

Ketua Sanhedrin, pemegang kekuasaan agama tertinggi

S

Kepada

Stefanus

Diakon jemaat awal, penuh Roh Kudus, dituduh menghujat

Arti tiap ayat

Penjelasan Kisah Para Rasul 7:1-53 Ayat per Ayat

Kisah Para Rasul 7:1

Imam besar bertanya kepada Stefanus apakah tuduhan terhadapnya benar. Ini menunjukkan bahwa Stefanus sedang diadili di hadapan Sanhedrin, dan pertanyaan ini mengundangnya untuk memberikan pembelaan atas imannya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:2

Stefanus memulai pembelaannya dengan memanggil para pendengarnya sebagai 'saudara-saudara dan bapak-bapak' dan menceritakan bagaimana Allah menampakkan diri kepada Abraham di Mesopotamia. Ini menunjukkan bahwa Stefanus…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:3

Stefanus mengutip perintah Allah kepada Abraham untuk meninggalkan tanah airnya dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan. Ini menekankan bahwa iman Abraham adalah respons terhadap panggilan Allah, dan Allah sendiri…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:4

Abraham meninggalkan tanah Kasdim, tinggal di Haran, dan setelah ayahnya meninggal, Allah memindahkannya ke tanah Kanaan. Ini menunjukkan bahwa perjalanan iman Abraham melibatkan proses, bukan sesuatu yang instan, dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:5

Allah tidak memberi Abraham warisan tanah saat itu, bahkan setapak pun, tetapi berjanji untuk memberikannya kepada keturunannya. Ini menunjukkan bahwa janji Allah sering tidak langsung terlihat, tetapi tetap pasti.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:6

Allah memberi tahu Abraham bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di tanah asing dan diperbudak selama 400 tahun. Ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui masa depan dan telah merencanakan pembebasan umat-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:7

Ayat ini mengutip janji Allah kepada Abraham bahwa keturunannya akan menjadi pendatang dan diperbudak selama 400 tahun, tetapi Allah akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka dan membawa mereka keluar untuk…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:8

Allah mengikat perjanjian sunat dengan Abraham sebagai tanda perjanjian-Nya. Abraham menjadi ayah Ishak, lalu Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas anak laki-laki yang menjadi nenek moyang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:9

Karena iri, para bapa leluhur menjual Yusuf sebagai budak ke Mesir. Namun, Allah tidak meninggalkannya dan menyertainya, menunjukkan bahwa kejahatan manusia tidak bisa menggagalkan rencana Allah.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:10

Allah menyertai Yusuf dan memberinya anugerah dan kebijaksanaan di hadapan Firaun, sehingga ia diangkat menjadi pemimpin atas Mesir dan seluruh istananya, menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:11

Terjadi bencana kelaparan besar di Mesir dan Kanaan, menyebabkan penderitaan hebat, dan nenek moyang Israel tidak mendapat makanan. Ini memicu perjalanan mereka ke Mesir.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:12

Yakub mendengar bahwa ada gandum di Mesir, lalu menyuruh anak-anaknya pergi ke sana untuk pertama kalinya untuk membeli makanan, yang menjadi awal pertemuan kembali dengan Yusuf yang sudah menjadi penguasa di Mesir.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:13

Pada kunjungan kedua, Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, dan keluarga Yusuf menjadi dikenal oleh Firaun. Ini menunjukkan bagaimana Allah mempertemukan kembali keluarga yang terpecah, dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:14

Yusuf mengundang ayahnya, Yakub, dan seluruh sanak saudaranya datang ke Mesir, berjumlah 75 jiwa. Ini menandakan bahwa Allah memelihara keluarga Yakub dan memindahkan mereka ke tempat yang aman dari kelaparan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:15

Yakub pergi ke Mesir dan meninggal di sana bersama nenek moyang kita. Meskipun berada di negeri asing, Allah tetap setia kepada perjanjian-Nya, dan kematian Yakub menjadi bagian dari rencana Allah untuk bangsa Israel.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:16

Tulang-tulang Yakub dan nenek moyang dipindahkan ke Sikhem dan dimakamkan di kuburan yang dibeli Abraham dari anak-anak Hemor. Ini menunjukkan bahwa Allah menepati janji-Nya memberikan tanah itu, dan pengharapan akan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:17

Semakin dekat waktu penggenapan janji Allah kepada Abraham, bangsa Israel bertambah banyak di Mesir. Ini menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja di balik layar, mempersiapkan umat-Nya untuk keluar dari perbudakan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:18

Bangkitlah raja baru di Mesir yang tidak mengenal Yusuf. Ini menjadi awal penindasan Israel, tetapi juga bagian dari rencana Allah untuk membawa umat-Nya keluar dengan kuasa yang lebih besar.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:19

Ayat ini menceritakan bagaimana raja Mesir yang baru, yang tidak mengenal Yusuf, memperlakukan bangsa Israel dengan licik dan kejam. Firaun menindas nenek moyang kita dan memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka supaya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:20

Ayat ini menceritakan kelahiran Musa pada masa pembuangan bayi laki-laki Israel. Bayi Musa digambarkan 'sangat elok di mata Allah', yang berarti ia adalah anak yang indah atau disukai Allah. Musa dipelihara oleh orang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:21

Ayat ini menceritakan bagaimana bayi Musa, ketika terpaksa dibuang oleh orang tuanya karena takut akan perintah Firaun, ditemukan oleh putri Firaun dan diadopsi menjadi anaknya. Dengan demikian, Musa dipelihara di…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:22

Ayat ini mengatakan bahwa Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, sehingga ia menjadi kuat dalam perkataan dan perbuatannya. Ini berarti Musa menerima pendidikan terbaik di istana Firaun, yang membekalinya dengan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:23

Ayat ini mengisahkan bahwa ketika Musa berusia empat puluh tahun, ia merasa terpanggil untuk mengunjungi saudara-saudaranya, bangsa Israel. Ini menunjukkan bahwa Musa menyadari identitasnya sebagai orang Ibrani dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:24

Ayat ini menceritakan bagaimana Musa melihat seorang Ibrani diperlakukan tidak adil oleh orang Mesir, lalu ia membela dan membunuh orang Mesir itu. Tindakan Musa didasari oleh keinginan untuk keadilan, tetapi caranya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:25

Musa mengira bahwa bangsanya akan mengerti bahwa Allah sedang menyelamatkan mereka melalui dia, tetapi mereka tidak mengerti. Ayat ini menunjukkan bahwa Musa bertindak dengan niat baik, namun orang Israel belum siap…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:26

Keesokan harinya, Musa melihat dua orang Israel berkelahi dan mencoba mendamaikan mereka, dengan menekankan bahwa mereka adalah saudara. Ini menunjukkan bahwa Musa ingin membawa perdamaian di antara bangsanya, bukan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:27

Namun, orang yang berkelahi itu justru menolak Musa dan bertanya, 'Siapa yang mengangkat engkau menjadi penguasa dan hakim atas kami?' Ini menunjukkan bahwa orang Israel tidak mengakui otoritas Musa, padahal Allah yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:28

Orang itu menyindir Musa dengan pertanyaan, 'Apakah engkau ingin membunuhku seperti engkau membunuh orang Mesir kemarin?' Ini menunjukkan bahwa perbuatan Musa yang membunuh orang Mesir telah diketahui umum dan menjadi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:29

Mendengar perkataan itu, Musa melarikan diri ke tanah Midian dan tinggal di sana sebagai pendatang. Di sana ia menikah dan memiliki dua anak laki-laki. Ini adalah titik balik hidup Musa: dari seorang pangeran menjadi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:30

Setelah empat puluh tahun di Midian, seorang malaikat menampakkan diri kepada Musa di padang gurun Gunung Sinai dalam nyala api di dalam semak duri. Ini menandakan panggilan Allah bagi Musa untuk memimpin umat Israel…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:31

Saat Musa mendekati semak duri yang terbakar tetapi tidak hangus, dia heran. Kemudian suara Tuhan berkata kepadanya, memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:32

Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang setia kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dan Musa gemetar ketakutan saat menyadari kekudusan-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang hidup dan berhubungan dengan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:33

Tuhan memerintahkan Musa untuk melepas sandalnya karena tempat itu kudus. Ini mengajarkan bahwa kehadiran Tuhan membuat suatu tempat menjadi kudus, dan kita harus mendekati-Nya dengan sikap rendah hati dan hormat.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:34

Tuhan menyatakan bahwa Dia telah melihat penderitaan umat-Nya di Mesir dan mendengar rintihan mereka. Dia turun untuk menyelamatkan mereka dan mengutus Musa untuk memimpin mereka keluar.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:35

Musa, yang ditolak oleh bangsanya dengan pertanyaan 'Siapa yang menjadikanmu pemimpin?', justru diutus oleh Tuhan menjadi pemimpin dan penyelamat melalui malaikat yang menampakkan diri di semak duri. Tuhan memakai…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:36

Musa memimpin Israel keluar dari Mesir dengan melakukan mukjizat dan tanda-tanda ajaib di tanah Mesir, di Laut Merah, dan di padang belantara selama empat puluh tahun. Ini membuktikan bahwa Allah menyertai Musa.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:37

Musa meramalkan bahwa Allah akan membangkitkan seorang nabi seperti dia dari antara bangsa Israel. Stefanus mengutip ini untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah nabi yang dimaksud, yang membawa keselamatan dan petunjuk…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:38

Stefanus menggambarkan Musa sebagai orang yang berada di tengah jemaat di padang belantara, bersama malaikat dan nenek moyang, dan menerima firman yang hidup. Ini menegaskan bahwa Musa adalah perantara antara Allah dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:39

Nenek moyang menolak Musa dan ingin kembali ke Mesir, yang melambangkan ketidakpercayaan dan kerinduan akan perbudakan lama daripada mengikuti Allah. Ini menunjukkan kecenderungan manusia untuk memilih kenyamanan yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:40

Saat Musa tidak terlihat, bangsa Israel meminta Harun membuat dewa-dewa untuk berjalan di depan mereka. Ini menggambarkan ketidaksabaran manusia dan kecenderungan menyembah berhala ketika mereka tidak sabar menunggu…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:41

Mereka membuat patung anak lembu dan mempersembahkan korban serta merayakan pekerjaan tangan mereka, menunjukkan penyembahan berhala yang jelas. Ini adalah contoh penolakan terhadap Allah dan memilih dewa buatan sendiri.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:42

Allah menyerahkan mereka untuk menyembah berhala sebagai akibat dari ketidaktaatan, mengutip nabi Amos bahwa persembahan mereka tidak diterima. Ini menunjukkan bahwa ibadah tanpa hati yang benar sia-sia dan konsekuensi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:43

Ayat ini mengutip Amos 5:25-27 untuk menunjukkan bahwa penyembahan berhala Israel di padang gurun, seperti menyembah patung Molokh dan Refan, adalah alasan pembuangan ke Babel. Ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:44

Ayat ini merujuk pada Kemah Kesaksian, yaitu kemah suci yang dibuat menurut petunjuk Allah kepada Musa di gunung Sinai. Kemah itu menjadi tempat Allah hadir di tengah umat-Nya selama perjalanan di padang gurun,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:45

Ayat ini bercerita tentang Kemah Suci yang dibawa oleh Yosua ke tanah Kanaan dan tetap digunakan sampai zaman Daud. Ini menunjukkan bahwa Allah setia menepati janji-Nya memberi tanah kepada Israel, dan kehadiran-Nya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:46

Daud adalah raja yang berkenan di hadapan Allah dan ingin membangun rumah (bait suci) untuk Allah Yakub. Ini menunjukkan kerinduan Daud untuk memberi tempat yang layak bagi Allah, meskipun Allah tidak membutuhkan rumah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:47

Ayat ini mengatakan bahwa Salomo, putra Daud, yang akhirnya membangun Bait Suci di Yerusalem. Ini menegaskan bahwa rencana Allah digenapi melalui generasi, dan pembangunan Bait Suci menjadi simbol kehadiran Allah di…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:48

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Yang Mahatinggi tidak tinggal dalam rumah yang dibuat oleh tangan manusia. Ini mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh bangunan fisik, karena Ia adalah Roh yang hadir di…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:49

Ayat ini mengutip nabi Yesaya untuk menegaskan bahwa Allah tidak terbatas pada bangunan buatan manusia. Langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya, jadi tidak ada rumah yang dapat menampung-Nya. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:50

Allah menegaskan bahwa tangan-Nya sendiri yang menciptakan segala sesuatu, termasuk langit dan bumi. Ini adalah pernyataan bahwa Allah adalah Pencipta yang berdaulat atas seluruh alam semesta, sehingga tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:51

Stefanus menuduh para pemimpin Yahudi sebagai orang yang keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka menolak Roh Kudus, sama seperti nenek moyang mereka yang sering melawan Allah dan para nabi-Nya. Ini adalah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:52

Stefanus menunjukkan sejarah panjang penolakan Israel terhadap para nabi yang diutus Allah. Mereka bahkan membunuh nabi-nabi yang menubuatkan kedatangan Mesias, dan kini mereka sendiri menjadi pengkhianat dan pembunuh…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:53

Stefanus mengingatkan bahwa mereka telah menerima Hukum Taurat melalui malaikat-malaikat sebagai perantara, tetapi mereka tidak menaatinya. Ini menunjukkan bahwa memiliki hukum atau aturan tidaklah cukup; ketaatan yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Kisah Para Rasul 7 selengkapnya