Perjanjian Sunat dan Rantai Keturunan
Kisah Para Rasul 7:8
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Lalu, Allah memberikan kepada Abraham perjanjian sunat, maka Abraham menjadi ayah Ishak dan menyunatnya saat berusia delapan hari, dan Ishak menjadi ayah Yakub, dan Yakub, kedua belas bapa leluhur.”Kisah Para Rasul 7:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita.”Kisah Para Rasul 7:8 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah berkata begitu ikatan janji itu disahkan oleh Allah dengan upacara sunat. Maka sesudah Ishak, anak Abraham lahir, Abraham menyunat dia pada waktu ia berumur delapan hari. Kemudian Ishak menyunat juga anaknya, yaitu Yakub. Dan Yakub pun menyunat pula kedua belas anaknya, yaitu yang menjadi bapak-bapak leluhur bangsa Yahudi.”Kisah Para Rasul 7:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya, Allah memberikan kepada Abraham perjanjian sunat bagi semua anak laki-laki. Jadi, pada waktu Isak lahir dan berumur satu minggu, Abraham menyunat dia. Begitu juga waktu Isak mempunyai anak, yaitu Yakub, dia menyunat anaknya. Yakub juga melakukan hal yang sama kepada kedua belas anak laki-lakinya— yang kemudian menjadi nenek moyang dari dua belas suku Israel.”Kisah Para Rasul 7:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he gave him the covenant of circumcision: and so Abraham begat Isaac, and circumcised him the eighth day; and Isaac begat Jacob; and Jacob begat the twelve patriarchs.”Kisah Para Rasul 7:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:8?
Allah mengikat perjanjian sunat dengan Abraham sebagai tanda perjanjian-Nya. Abraham menjadi ayah Ishak, lalu Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas anak laki-laki yang menjadi nenek moyang suku-suku Israel.
Latar belakang
Tanda di Tubuh, Rantai di Sejarah
Allah memberikan sunat sebagai tanda perjanjian-Nya dengan Abraham. Lalu Stefanus dengan cepat melacak rantai keturunan: Abraham → Ishak → Yakub → dua belas bapa leluhur. Ini penting untuk konteks pidatonya: ia ingin Sanhedrin melihat bahwa seluruh sejarah ini adalah satu garis, dan pemimpin mereka sekarang ada di ujung garis yang sama.
Di mana
Kanaan (dalam narasi)
Allah memberikan tanda perjanjian kepada Abraham dan membangun rantai leluhur
Kapan
~2000 SM (dalam narasi)
Perjanjian sunat diberikan kepada Abraham
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διαθήκην περιτομῆς
perjanjian sunat · covenant of circumcision
Diatheke (perjanjian/wasiat) + peritome (sunat) — bukan sekadar ritual, tapi tanda resmi dari ikatan hukum antara Allah dan Abraham.
ἐγέννησεν
menjadi ayah · he fathered
Gennao — kata biologis untuk 'melahirkan keturunan'. Diulang untuk menekankan rantai keturunan yang nyata.
τοὺς δώδεκα πατριάρχας
kedua belas bapa leluhur · twelve patriarchs
Patriarkes — kepala keluarga pendiri dua belas suku Israel. Mereka adalah fondasi identitas bangsa.
Dari διαθήκην (perjanjian) dengan Abraham, melalui rantai ἐγέννησεν (keturunan), lahirlah τοὺς δώδεκα πατριάρχας (dua belas bapa leluhur). Stefanus merangkum fondasi seluruh identitas Israel dalam satu ayat — untuk kemudian menunjukkan bahwa nenek moyang mereka sendiri sering menolak rencana Allah.
Tahukah kamu
Sunat di Hari Kedelapan: Mengapa Angka 8?
Tradisi Yahudi menafsirkan 'hari kedelapan' sebagai hari setelah siklus penuh tujuh hari (seminggu) — simbol dari 'melewati batas waktu biasa' menuju perjanjian yang kekal. Secara medis modern, trombosit bayi baru lahir memang mencapai level optimal sekitar hari ke-8, membuat luka lebih cepat sembuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:8
Kejadian 17:10-12
Perintah sunat asli yang Stefanus ringkas di sini.
“Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang... setiap laki-laki di antara kamu harus disunat... pada hari yang kedelapan.”
Roma 4:11
Paulus menafsirkan sunat sebagai meterai iman, bukan penyebabnya — konsisten dengan konteks Abraham yang beriman sebelum disunat.
“Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman.”
Kolose 2:11
PB melihat sunat sebagai bayangan dari pembaruan hati yang Kristus kerjakan.
“Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:8
✕ Sering dikira
Stefanus menyebut sunat untuk mendukung kewajiban sunat bagi orang Kristen
✓ Yang sebenarnya
Stefanus menyebut sunat dalam konteks sejarah perjanjian — bukan untuk mewajibkan, tapi untuk menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui janji dan hubungan, bukan melalui institusi bangunan.
✕ Sering dikira
Dua belas bapa leluhur adalah tokoh-tokoh teladan yang setia
✓ Yang sebenarnya
Justru Stefanus akan segera membahas pengkhianatan mereka terhadap Yusuf — menyiratkan bahwa menolak orang yang Allah pilih adalah pola berulang dalam sejarah Israel.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:8
Perjanjian sunat mengingatkan bahwa Allah setia pada janji-Nya dari generasi ke generasi. Dalam hidupmu, perhatikan bagaimana kesetiaan Allah terus berlanjut melalui keluargamu dan komunitasmu.
Tuhan, terima kasih untuk kesetiaan-Mu yang turun-temurun. Buat aku setia pada perjanjian-Mu juga. Amin.