Rahasia Terbongkar: Pembunuhan Kemarin
Kisah Para Rasul 7:28
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Apakah kamu ingin membunuhku seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?’”Kisah Para Rasul 7:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu?”Kisah Para Rasul 7:28 · TB
Terjemahan Baru
“Apa kau mau membunuh saya juga seperti kau membunuh orang Mesir itu kemarin?'”Kisah Para Rasul 7:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apakah kamu mau membunuh saya juga, seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?!’”Kisah Para Rasul 7:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Wilt thou kill me, as thou diddest the Egyptian yesterday?”Kisah Para Rasul 7:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:28?
Orang itu menyindir Musa dengan pertanyaan, 'Apakah engkau ingin membunuhku seperti engkau membunuh orang Mesir kemarin?' Ini menunjukkan bahwa perbuatan Musa yang membunuh orang Mesir telah diketahui umum dan menjadi batu sandungan baginya.
Latar belakang
Ketika Saksi Tidak Terlihat Ternyata Ada
Orang Israel yang berkelahi itu sekarang mengungkapkan kartu truf: 'Apakah kamu ingin membunuhku seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?' Musa disangka tidak ada saksi — ternyata ada. Sekarang ia dalam bahaya ganda: diketahui oleh sesama Israel (yang bisa melaporkan ke Firaun), dan kemungkinan besar Firaun sudah mengetahuinya juga.
Di mana
Mesir (dalam narasi)
Musa menghadapi konsekuensi dari tindakannya hari sebelumnya yang mulai terbongkar
Kapan
~1486 SM (dalam narasi)
Rahasia pembunuhan orang Mesir terungkap kepada Musa
Yang berbicara
Orang Israel (yang bersalah)
Salah satu orang Israel yang berkelahi, mengancam Musa dengan menyebut pembunuhan kemarin
Kepada
Musa
Orang Israel yang dibesarkan di istana Mesir, sedang berusaha mendamaikan konflik
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μὴ ἀνελεῖν με σύ θέλεις
apakah kamu ingin membunuhku · do you want / are you intending
Thelo — menginginkan, bermaksud. Pertanyaan retoris yang mengandung ancaman sekaligus tuduhan.
ἀνεῖλες
membunuh · you killed
Anaireō — menghilangkan nyawa seseorang. Kata yang tegas dan tidak bisa diperdebatkan.
ἐχθές
kemarin · yesterday
Ekhthes — kemarin. Menegaskan bahwa ini bukan gosip lama — ini kejadian yang sangat baru, masih segar.
Pertanyaan 'μὴ ἀνελεῖν με θέλεις (apakah kamu mau membunuhku)' setelah kamu ἀνεῖλες (membunuh) orang Mesir itu ἐχθές (kemarin)?' — mengungkapkan bahwa tidak ada yang benar-benar tersembunyi.
Tahukah kamu
Pertanyaan Ini Menyelamatkan Nyawa Musa (Tidak Langsung)
Dengan terbongkarnya rahasia ini, Musa tahu ia harus segera pergi. Dan lari ke Midian itulah yang membawanya ke gunung Sinai — tempat ia bertemu Allah di semak duri 40 tahun kemudian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:28
Keluaran 2:14
Kutipan hampir verbatim dari Keluaran yang Stefanus ulangi.
“Apakah engkau bermaksud membunuh aku, seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?”
Bilangan 32:23
Tindakan tersembunyi selalu pada akhirnya terungkap — prinsip alkitabiah yang konsisten.
“Ketahuilah kamu berdosa terhadap TUHAN, dan dosa itu pasti akan mencarimu.”
Lukas 12:2-3
Prinsip kebenaran yang diungkapkan Yesus — sama dengan pengalaman Musa di sini.
“Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:28
✕ Sering dikira
Orang Israel ini adalah pengkhianat yang melaporkan Musa ke Firaun
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut ia melaporkan Musa — ia hanya mengungkapkan bahwa ia tahu.
✕ Sering dikira
Musa seharusnya tidak pernah membunuh orang Mesir itu
✓ Yang sebenarnya
Stefanus tidak menghakimi tindakan Musa secara eksplisit — ia menggunakannya sebagai bagian dari narasi yang lebih besar tentang penolakan dan pemanggilan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:28
Perbuatan kita di masa lalu dapat mempengaruhi kepercayaan orang lain terhadap kita. Jika kita pernah gagal, belajarlah dari kesalahan itu dan biarkan waktu serta perubahan karakter membuktikan pertobatan kita.
Tuhan, ampuni aku atas dosa-dosaku di masa lalu dan mampukan aku untuk hidup benar sehingga tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin.