Salomo Membangun Apa yang Daud Impikan
Kisah Para Rasul 7:47
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Akan tetapi, Salomo yang membangun sebuah rumah bagi Dia.”Kisah Para Rasul 7:47 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah.”Kisah Para Rasul 7:47 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Salomolah yang mendirikan rumah untuk Allah.”Kisah Para Rasul 7:47 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, yang mendapatkan izin untuk membangun rumah Allah adalah Salomo, anaknya.”Kisah Para Rasul 7:47 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Solomon built him an house.”Kisah Para Rasul 7:47 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:47?
Ayat ini mengatakan bahwa Salomo, putra Daud, yang akhirnya membangun Bait Suci di Yerusalem. Ini menegaskan bahwa rencana Allah digenapi melalui generasi, dan pembangunan Bait Suci menjadi simbol kehadiran Allah di tengah umat.
Latar belakang
Bait Suci: Pencapaian Agung yang Punya Batasan
Salomo membangun Bait Suci yang megah — proyek yang memakan tujuh tahun, dengan ribuan pekerja, dan material terbaik. Tapi Stefanus menyebutnya hanya dalam satu kalimat, sebelum langsung mengatakan (ayat 48): 'Namun Yang Mahatinggi tidak tinggal dalam rumah yang dibuat oleh tangan manusia.' Bait Suci adalah karya agung manusia — tapi bukan tempat tinggal Allah.
Di mana
Yerusalem — Gunung Moria (dalam narasi)
Salomo membangun Bait Suci pertama di Yerusalem
Kapan
~970-960 SM (dalam narasi)
Pembangunan Bait Suci pertama oleh Salomo
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δέ
akan tetapi · but
De — kata sambung yang menandai kontras atau perkembangan. Di sini menghubungkan keinginan Daud dengan tindakan Salomo.
Σολομὼν ᾠκοδόμησεν
Salomo yang membangun · Solomon built
Oikodomeō — membangun sebuah bangunan. Penekanan: Salomo, bukan Daud, yang membangun.
οἶκον
sebuah rumah · a house
Oikos — rumah, tempat tinggal. Bukan 'Rumah TUHAN' yang megah — Stefanus dengan sengaja menggunakan kata yang paling biasa.
Σολομὼν ᾠκοδόμησεν (Salomo membangun) αὐτῷ οἶκον (untuknya sebuah rumah). Kalimat ini sengaja singkat dan tanpa kemegahan — kontras dengan penyebutan Kemah Kesaksian yang penuh hormat sebelumnya.
Tahukah kamu
Bait Suci Salomo: Hanya Ada Selama 370 Tahun
Bait Suci Salomo dibangun sekitar 966 SM dan dihancurkan oleh Nebukadnezar dari Babel pada 586 SM — hanya 380 tahun. Kemah Kesaksian yang 'sementara' itu justru bertahan lebih dari 400 tahun.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:47
1 Raja 6:1
Awal pembangunan Bait Suci oleh Salomo yang Stefanus sebut singkat.
“Maka mulailah Salomo mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria.”
1 Raja 8:27
Ironisnya, Salomo sendiri saat mendedikasikan Bait Suci sudah mengakui bahwa bangunan itu tidak bisa 'memuat' Allah.
“Sungguhkah Allah hendak diam di atas bumi? Langit, bahkan langit yang ketiga belas pun tidak dapat memuat Engkau, apalagi rumah yang kudirikan ini.”
Yohanes 2:19
Yesus menunjukkan bahwa 'Bait Suci' yang sesungguhnya bukan bangunan batu.
“Jawab Yesus kepada mereka: 'Rombak Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:47
✕ Sering dikira
Stefanus meremehkan Bait Suci yang dibangun Salomo
✓ Yang sebenarnya
Stefanus tidak mengatakan Bait Suci itu salah — tapi ia akan menunjukkan bahwa ada salah paham fundamental tentang apa artinya Allah 'tinggal' di sana.
✕ Sering dikira
Salomo lebih baik dari Daud karena ia berhasil membangun Bait Suci
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengevaluasi nilai spiritual Salomo vs Daud di sini — Stefanus hanya mencatat fakta sejarah.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:47
Tuhan bekerja melalui generasi. Kita mungkin tidak melihat hasil langsung dari doa dan kerja kita, tetapi percayalah bahwa Allah memakai kita untuk melanjutkan rencana-Nya bagi generasi mendatang.
Bapa, pakailah hidupku untuk menjadi bagian dari rencana-Mu yang besar, dan berikan aku kesabaran menantikan penggenapan janji-Mu. Amin.