Empat Ratus Tahun Perbudakan Diramalkan
Kisah Para Rasul 7:6
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Akan tetapi, Allah berkata begini, bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di tanah yang asing dan bahwa mereka akan diperbudak serta dianiaya selama empat ratus tahun.”Kisah Para Rasul 7:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.”Kisah Para Rasul 7:6 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi inilah yang dikatakan Allah kepadanya, 'Keturunanmu akan tinggal sebagai orang asing di negeri orang lain. Orang-orang negeri itu akan menjajah mereka dan memperlakukan mereka dengan kejam empat ratus tahun lamanya.”Kisah Para Rasul 7:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah juga berkata kepadanya,‘Keturunanmu akan tinggal sebagai orang asing di negeri milik bangsa lain. Lalu bangsa itu akan memperbudak seluruh keturunanmu dan memperlakukan mereka dengan sangat kejam selama empat ratus tahun.”Kisah Para Rasul 7:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And God spake on this wise, That his seed should sojourn in a strange land; and that they should bring them into bondage, and entreat them evil four hundred years.”Kisah Para Rasul 7:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:6?
Allah memberi tahu Abraham bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di tanah asing dan diperbudak selama 400 tahun. Ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui masa depan dan telah merencanakan pembebasan umat-Nya.
Latar belakang
Allah Tahu Sebelumnya: Penderitaan Sudah Diramalkan
Sebelum Abraham punya anak, Allah sudah memberi tahu dia: keturunannya akan hidup sebagai 'pendatang di tanah asing', diperbudak, dan dianiaya selama 400 tahun. Ini bukan Allah yang gagal melindungi umat-Nya — ini adalah rencana yang sudah Allah ketahui sejak awal. Stefanus menyebut ini untuk menunjukkan bahwa penderitaan dalam sejarah Israel bukan kecelakaan.
Di mana
Mesir (dalam narasi, masa depan saat diucapkan)
Allah menubuatkan nasib keturunan Abraham di negeri asing
Kapan
~2000 SM (dalam narasi)
Nubuat Allah kepada Abraham tentang masa depan keturunannya
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πάροικον
pendatang · alien / stranger
Paroikos — penduduk yang tinggal di suatu wilayah tapi bukan warga resmi, tidak punya hak hukum penuh.
δουλώσουσιν
diperbudak · enslaved
Kata kerja masa depan dari doulos (budak) — kondisi tanpa kebebasan, dimiliki oleh tuan.
κακώσουσιν
dianiaya · mistreat / afflict
Kakoo — secara aktif menyebabkan kemalangan pada seseorang. Bukan sekadar mengabaikan, tapi secara sengaja menyiksa.
Tiga kata menggambarkan nasib keturunan Abraham: πάροικον (pendatang tanpa hak), δουλώσουσιν (diperbudak), κακώσουσιν (dianiaya). Ini bukan rencana yang gagal — Allah menyebutkannya jauh sebelum terjadi, dan sudah menyiapkan penyelamatan-Nya.
Tahukah kamu
Angka '400 Tahun' vs. '430 Tahun'
Keluaran 12:40 menyebut 430 tahun, tapi Stefanus mengikuti teks Septuaginta (LXX) yang menyebut 400 tahun, dan juga sesuai dengan Kejadian 15:13. Para ahli melihat ini bukan kontradiksi — 400 adalah angka bulat dalam tradisi lisan, 430 adalah hitungan presisi. Keduanya merujuk pada periode yang sama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:6
Kejadian 15:13
Kutipan langsung dari perjanjian Allah dengan Abraham yang Stefanus ceritakan ulang.
“Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.”
Keluaran 1:11-14
Penggenapan nubuat perbudakan yang Allah ramalkan kepada Abraham.
“Sebab itu mereka menaruh pemimpin-pemimpin rodi atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa.”
Roma 8:28
Bahkan penderitaan yang sudah diramalkan ini adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar.
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:6
✕ Sering dikira
Allah sadis karena meramalkan dan membiarkan penderitaan 400 tahun terjadi
✓ Yang sebenarnya
Allah yang memberitahukan penderitaan ini sebelumnya justru menunjukkan bahwa Ia tidak terkejut dan sudah punya rencana penyelamatan — yang Ia nyatakan di ayat berikutnya.
✕ Sering dikira
Keturunan Abraham menderita karena dosa mereka
✓ Yang sebenarnya
Di sini tidak disebutkan dosa sebagai alasan — ini adalah bagian dari rencana Allah untuk membentuk bangsa yang akan menyaksikan tindakan penyelamatan-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:6
Penderitaan yang kita alami mungkin adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Kita dapat memiliki pengharapan bahwa Allah tidak meninggalkan kita dan akan membebaskan kita pada waktu-Nya.
Ya Allah, ketika aku menghadapi masa-masa sulit, ingatkan aku bahwa Engkau melihat penderitaanku dan akan menyertai aku sampai akhir. Amin.