Kemah Molokh dan Bintang Dewa Kafir
Kisah Para Rasul 7:43
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Kamu membawa kemah Molokh dan bintang dewamu, Refan, patung yang kamu buat untuk menyembahnya, dan Aku akan membuangmu ke seberang Babel.’”Kisah Para Rasul 7:43 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tidak pernah, malahan kamu mengusung kemah Molokh dan bintang dewa Refan, patung-patung yang kamu buat itu untuk disembah. Maka Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan, sampai di seberang sana Babel.”Kisah Para Rasul 7:43 · TB
Terjemahan Baru
“Kemah berhala Molokhlah yang kamu bawa-bawa bersama-sama dengan patung bintang berhalamu, yaitu Refan; itulah patung yang kamu buat untuk disembah. Oleh sebab itu Aku akan membuang kamu sampai jauh ke seberang di negeri Babel.'”Kisah Para Rasul 7:43 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sampai sekarang, di dalam hatimu masing-masing, kamu masih lebih suka menyembah di kemah dewamu, Molok, dan patung yang kalian buat dalam rupa dewa Remfan, dewa bintang itu. Oleh karena itu, Aku sudah memutuskan bahwa kalian akan menjadi tawanan perangdan dibawa oleh musuh-musuh sampai melewati kota Babel.’”Kisah Para Rasul 7:43 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Yea, ye took up the tabernacle of Moloch, and the star of your god Remphan, figures which ye made to worship them: and I will carry you away beyond Babylon.”Kisah Para Rasul 7:43 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:43?
Ayat ini mengutip Amos 5:25-27 untuk menunjukkan bahwa penyembahan berhala Israel di padang gurun, seperti menyembah patung Molokh dan Refan, adalah alasan pembuangan ke Babel. Ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah memerintahkan penyembahan berhala, dan konsekuensi dari dosa itu adalah penghukuman.
Latar belakang
Dari Padang Gurun ke Pembuangan: Akibat Kumulatif
Stefanus mengutip Amos 5:26-27 yang menyebut Molokh (dewa yang menuntut pengorbanan anak) dan bintang Refan. Israel membawa 'kemah' dewa-dewa ini — altar portabel untuk penyembahan berhala. Dan konsekuensinya: 'Aku akan membuangmu ke seberang Babel.' Pembuangan ke Babel adalah hasil langsung dari penyembahan berhala yang dimulai di padang gurun.
Di mana
Padang belantara dan akhirnya Babel (dalam narasi)
Israel membawa simbol-simbol dewa kafir dan akhirnya dibuang ke Babel
Kapan
~1406 SM (padang gurun) dan ~597-586 SM (pembuangan ke Babel)
Penyembahan berhala yang berujung pada pembuangan ke Babel
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τὴν σκηνὴν τοῦ Μολόχ
kemah Molokh · tent of Moloch
Skēnē (kemah) + Moloch — altar portabel untuk dewa Molokh. Ironi: ada 'Kemah Allah' (Kemah Kesaksian) dan ada 'kemah Molokh' — dua kemah di padang gurun yang sama.
τὸ ἄστρον τοῦ θεοῦ ὑμῶν
bintang dewamu · star of your god
Astron — bintang yang dipersonifikasikan sebagai dewa. Kemungkinan merujuk pada planet Saturnus.
μετοικιῶ ὑμᾶς
Aku akan membuangmu · I will carry you away
Metoikizō — memindahkan, mengasingkan ke tempat lain. Kata yang sama dipakai di awal (ayat 4) untuk Allah 'memindahkan' Abraham — tapi kali ini pemindahan sebagai hukuman.
Dari τὴν σκηνὴν τοῦ Μολόχ (kemah Molokh) ke μετοικιῶ ὑμᾶς (Aku membuang kalian) ke Babel — satu garis lurus dari penyembahan berhala di padang gurun sampai pembuangan.
Tahukah kamu
Molokh: Dewa yang Menuntut Anak-anak
Molokh adalah dewa yang dalam tradisi Kanaan dikaitkan dengan pengorbanan anak sebagai ritual keagamaan. Tofet di Lembah Hinom (di luar Yerusalem) adalah tempat yang diasosiasikan dengan praktik ini, yang kemudian menjadi gambaran Gehena (neraka).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:43
Amos 5:26-27
Kutipan Stefanus dari Amos yang mengandung ancaman pembuangan.
“Kamu juga membawa kemah Sikhut, raja kalian, dan Kiun, patung-patung dewa-dewa kalian... sebab itu Aku akan membawa kalian ke dalam pembuangan.”
2 Raja 17:16-18
Pola penyembahan berhala yang akhirnya membawa Israel ke pembuangan.
“Mereka meninggalkan segala perintah TUHAN, Allah mereka... menyembah semua bala tentara langit dan berbakti kepada Baal.”
Ratapan 1:3
Penggenapan ancaman pembuangan yang sudah dinubuatkan nabi-nabi.
“Yehuda pergi ke dalam pembuangan karena kesengsaraan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:43
✕ Sering dikira
Pembuangan ke Babel adalah murni nasib buruk atau karena kalah perang
✓ Yang sebenarnya
Stefanus dan para nabi konsisten: pembuangan adalah konsekuensi dari penyembahan berhala yang terus-menerus — bukan kecelakaan sejarah.
✕ Sering dikira
Kata 'Babel' di sini adalah error — Amos menyebut 'Damsyik'
✓ Yang sebenarnya
Stefanus mengikuti Septuaginta yang memang menyebut Babel. Stefanus merangkum dua pembuangan (Asyur dan Babel) dalam satu pernyataan.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:43
Jangan biarkan hal-hal duniawi menggantikan tempat Allah di hati kita. Periksa kembali apa yang paling kita sembah—mungkin karier, uang, atau hiburan—dan pastikan hanya Allah yang mendapat tempat tertinggi.
Tuhan, jauhkan aku dari penyembahan berhala modern dan arahkan hatiku hanya kepada-Mu. Amin.