Janji Tanpa Tanah, Iman Tanpa Bukti
Kisah Para Rasul 7:5
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Namun, Allah tidak memberikan warisan kepadanya, bahkan setapak tanah pun tidak, tetapi berjanji untuk memberikannya kepada Abraham sebagai miliknya dan keturunan sesudah dia, meskipun Abraham belum memiliki anak.”Kisah Para Rasul 7:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.”Kisah Para Rasul 7:5 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu tidak ada sebagian pun dari negeri ini yang Allah berikan kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham; setapak pun tidak diberi kepadanya. Tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan memberikannya kepada Abraham untuk menjadi milik Abraham serta keturunannya. Waktu itu Abraham tidak mempunyai anak.”Kisah Para Rasul 7:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu itu, Allah tidak memberikan sebidang tanah pun kepada Abraham untuk menjadi miliknya. Tetapi Allah berjanji kepadanya, ‘Negeri ini akan menjadi milik keturunanmu,’ padahal saat itu Abraham belum mempunyai anak.”Kisah Para Rasul 7:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he gave him none inheritance in it, no, not so much as to set his foot on: yet he promised that he would give it to him for a possession, and to his seed after him, when as yet he had no child.”Kisah Para Rasul 7:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:5?
Allah tidak memberi Abraham warisan tanah saat itu, bahkan setapak pun, tetapi berjanji untuk memberikannya kepada keturunannya. Ini menunjukkan bahwa janji Allah sering tidak langsung terlihat, tetapi tetap pasti.
Latar belakang
Punya Janji, Tidak Punya Tanah
Paradoks besar: Allah berjanji memberikan tanah Kanaan kepada Abraham, tapi selama hidupnya Abraham tidak pernah memiliki sebidang tanah pun — bahkan 'setapak tanah' tidak ia miliki. Ia hidup sebagai pendatang di tanah yang dikatakan Allah sebagai miliknya. Janji itu baru mulai terwujud bagi keturunannya, padahal saat itu Abraham belum punya anak.
Di mana
Kanaan (dalam narasi)
Abraham sebagai pendatang di tanah yang dijanjikan, tanpa memiliki sebidang tanah pun
Kapan
~2000 SM (dalam narasi)
Abraham tinggal di Kanaan sebagai orang asing
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κληρονομίαν
warisan · inheritance
Hak kepemilikan yang diwariskan — Abraham dijanjikan warisan tapi tidak pernah menerimanya secara fisik semasa hidup.
οὐδὲ βῆμα ποδός
setapak tanah pun tidak · not even a foot's breadth
Idiom Yunani untuk 'jumlah terkecil yang bisa dibayangkan' — penekanan dramatis bahwa Abraham punya nol kepemilikan tanah.
ἐπηγγείλατο
berjanji · promised
Epangellomai — janji yang diumumkan secara resmi. Ini bukan harapan samar, tapi komitmen ilahi yang mengikat.
Allah ἐπηγγείλατο (berjanji) memberikan κληρονομίαν (warisan), tapi Abraham mati tanpa menginjak sebagai pemilik bahkan satu βῆμα ποδός (tapak kaki) pun. Ini bukan kegagalan Allah — ini menunjukkan bahwa janji Allah melampaui batas satu generasi dan satu kehidupan.
Tahukah kamu
Paradoks Pendatang yang Mewarisi Tanah
Satu-satunya tanah yang Abraham beli sendiri adalah gua Makhpela untuk mengubur Sara — itupun dengan harga mahal dari orang Het. Seluruh hidupnya ia tinggal di tenda, seperti pendatang. Tapi ia disebut 'bapa orang beriman' karena ia percaya janji yang belum ia lihat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:5
Kejadian 17:8
Janji tanah kepada Abraham yang Stefanus kutip di sini.
“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini, seluruh tanah Kanaan, menjadi milikmu untuk selama-lamanya.”
Ibrani 11:13
Ibrani mengonfirmasi: para leluhur hidup dalam iman tanpa menerima penggenapan penuh.
“Dalam iman mereka semua ini telah mati... dengan tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Roma 4:18
Iman Abraham bukan karena ada bukti — justru tanpa bukti fisik ia tetap percaya.
“Sebab sudah tidak ada harapan, namun Abraham berharap juga dan percaya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:5
✕ Sering dikira
Allah gagal menepati janji-Nya kepada Abraham
✓ Yang sebenarnya
Janji itu sengaja dirancang untuk keturunan Abraham, bukan hanya untuk dirinya — dan itu digenapi melalui perjalanan panjang sejarah Israel.
✕ Sering dikira
Stefanus menyebut ini untuk merendahkan janji Allah tentang tanah
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — ia menunjukkan bahwa Allah yang setia pada janji-Nya tetap setia meski melewati berabad-abad dan generasi penderitaan.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:5
Kita mungkin tidak melihat penggenapan janji Allah dalam hidup kita sekarang, tetapi itu tidak berarti janji itu gagal. Iman berarti percaya pada janji Allah meskipun belum kelihatan.
Tuhan, kuatkan imanku untuk percaya pada janji-Mu, meskipun aku belum melihat penggenapannya. Amin.