Yakub Mati di Tanah Asing
Kisah Para Rasul 7:15
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Maka, Yakub turun ke Mesir dan ia mati di sana, ia dan nenek moyang kita.”Kisah Para Rasul 7:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu pergilah Yakub ke tanah Mesir. Di situ ia meninggal, ia dan nenek moyang kita; Kisah Para Rasul 7.16–23 36”Kisah Para Rasul 7:15 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Yakub pindah ke Mesir dan di situlah ia dan nenek moyang kita meninggal.”Kisah Para Rasul 7:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yakub dan seluruh keluarganya berangkat ke Mesir dan tinggal di sana sepanjang sisa hidup mereka, sampai semua nenek moyang kita itu meninggal.”Kisah Para Rasul 7:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So Jacob went down into Egypt, and died, he, and our fathers,”Kisah Para Rasul 7:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:15?
Yakub pergi ke Mesir dan meninggal di sana bersama nenek moyang kita. Meskipun berada di negeri asing, Allah tetap setia kepada perjanjian-Nya, dan kematian Yakub menjadi bagian dari rencana Allah untuk bangsa Israel.
Latar belakang
Mati di Tempat yang Bukan Rumah
Yakub akhirnya turun ke Mesir, bertemu Yusuf yang sudah lama dianggap mati. Saat-saat terakhir hidupnya dihabiskan di Gosyen, Mesir — bukan di tanah Kanaan yang dijanjikan Allah. Ia mati di sana. Begitu juga para bapa leluhur lainnya. Stefanus menyebut ini dengan singkat tapi berdampak: para nenek moyang Israel mati di tanah asing.
Di mana
Mesir (dalam narasi)
Yakub dan anak-anaknya hidup dan mati di tanah Mesir, jauh dari tanah perjanjian
Kapan
~1645 SM (dalam narasi)
Kematian Yakub dan para bapa leluhur di Mesir
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κατέβη
turun · went down
Katabaino — secara harfiah 'turun', karena Mesir berada lebih rendah dari dataran tinggi Kanaan secara geografis.
ἐτελεύτησεν
mati · died
Teleutao — kata yang lebih formal/halus untuk kematian, 'mengakhiri perjalanan hidupnya'.
οἱ πατέρες ἡμῶν
nenek moyang kita · our fathers / ancestors
Stefanus terus menggunakan 'kita' — ia mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari bangsa yang sama dengan Sanhedrin.
Yakub κατέβη (turun) ke Mesir dan ἐτελεύτησεν (mati) di sana, begitu pula οἱ πατέρες ἡμῶν (nenek moyang kita). Pola: para pendiri umat Allah sering mati sebelum melihat penggenapan penuh janji-Nya — tapi iman mereka tidak bergantung pada apa yang mereka lihat.
Tahukah kamu
Permintaan Terakhir Yakub: Kuburkan di Kanaan
Sebelum mati, Yakub membuat Yusuf bersumpah untuk tidak menguburnya di Mesir (Kejadian 47:29-31). Ini bukan sekadar tradisi keluarga — ini ekspresi iman bahwa tanah perjanjian adalah rumah sejati mereka, meski mereka mati di tanah asing.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:15
Kejadian 49:33
Kematian Yakub di Mesir yang Stefanus ceritakan singkat.
“Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ia mengangkat kakinya ke atas tempat tidur, lalu meninggal dan dikumpulkan kepada bangsanya.”
Ibrani 11:13
Para leluhur mati tanpa melihat penggenapan penuh — tapi iman mereka tetap nyata.
“Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Filipi 1:21
Pola iman yang tidak takut mati di tempat asing karena pengharapan melampaui kematian.
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:15
✕ Sering dikira
Mati di luar tanah perjanjian berarti mereka tidak mendapat berkat Allah
✓ Yang sebenarnya
Tempat kematian fisik tidak menentukan status seseorang di hadapan Allah — para leluhur yang mati di Mesir justru adalah orang-orang beriman.
✕ Sering dikira
Stefanus menyebut kematian para leluhur untuk menunjukkan mereka tidak istimewa
✓ Yang sebenarnya
Stefanus menyebut ini untuk membangun poin bahwa iman sejati bisa hidup dan mati di mana saja — Allah tidak dibatasi oleh geografi.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:15
Tuhan setia bahkan di negeri asing. Kita bisa hidup tenang di tempat mana pun karena tahu bahwa rencana-Nya tetap berjalan dalam hidup kita.
Tuhan, berikan kami ketenangan di mana pun kami berada, sebab Engkau yang memegang rencana hidup kami. Amin.