Pesta Pora di Depan Patung Buatan Tangan

Kisah Para Rasul 7:41

Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu

Pada waktu itu, mereka membuat sebuah patung anak lembu, dan memberikan persembahan kepada berhala itu, serta bersorak-sorai dengan pekerjaan-pekerjaan tangan mereka.

Kisah Para Rasul 7:41 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 7:41?

Mereka membuat patung anak lembu dan mempersembahkan korban serta merayakan pekerjaan tangan mereka, menunjukkan penyembahan berhala yang jelas. Ini adalah contoh penolakan terhadap Allah dan memilih dewa buatan sendiri.

Latar belakang

'Karya Tangan Mereka' — Penyembahan yang Paling Memalukan

Mereka tidak hanya membuat patung — mereka memberi persembahan kepada berhala itu dan 'bersorak-sorai dengan pekerjaan-pekerjaan tangan mereka'. Ini adalah kebodohan yang dalam: merayakan sesuatu yang kamu buat sendiri, seolah-olah itu bisa menyelamatkanmu. Stefanus menyebut 'pekerjaan-pekerjaan tangan' dengan sengaja — ini kata yang akan ia pakai lagi saat berbicara tentang Bait Suci.

Di mana

Kaki Gunung Sinai (dalam narasi)

Israel membuat dan menyembah anak lembu emas dengan pesta pora

Kapan

~1446 SM (dalam narasi)

Pembuatan dan penyembahan patung anak lembu emas

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Israel meminta Harun membuat dewa
Allah berpaling dan membiarkan mereka menyembah bintang-bintang
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Stefanus

Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat

S

Kepada

Sanhedrin

71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

μόσχον

patung anak lembu · calf

Moschos — anak lembu muda. Simbol kesuburan dan kekuatan dalam agama Mesir.

θυσίαν

persembahan · offering / sacrifice

Thysia — persembahan kurban. Mereka melakukan ritual persembahan yang sama seperti seharusnya ditujukan kepada Allah — tapi ditujukan kepada berhala.

εὐφραίνοντο ἐν τοῖς ἔργοις τῶν χειρῶν αὐτῶν

bersorak-sorai dengan pekerjaan-pekerjaan tangan mereka · were rejoicing in the works of their hands

Euphrainō (bersukacita) + erga tōn cheirōn (karya tangan). Kesenangan dalam buatan sendiri — yang paling memalukan dari semua bentuk penyembahan.

Israel membuat μόσχον (anak lembu), mempersembahkan θυσίαν (kurban), dan εὐφραίνοντο ἐν τοῖς ἔργοις τῶν χειρῶν (bersukacita dalam karya tangan mereka). Frasa 'karya tangan' ini akan muncul lagi dalam ayat 48 — ketika Stefanus berbicara tentang Bait Suci yang dibuat tangan manusia.

Tahukah kamu

Mengapa Justru 'Bersorak-sorai'?

Keluaran 32:17-18 mencatat bahwa Yosua mendengar suara itu dan mengira ada perang — tapi Musa mengoreksinya: itu bukan teriakan kemenangan atau kekalahan, tapi suara nyanyian. Festival penyembahan berhala ini ternyata adalah pesta yang meriah dan riuh.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:41

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:41

✕  Sering dikira

Ini adalah penyimpangan yang tidak biasa dan ekstrem dari bangsa Israel

✓  Yang sebenarnya

Tradisi Alkitab menunjukkan penyembahan berhala adalah masalah yang berulang dalam sejarah Israel — bukan kejadian sekali.

✕  Sering dikira

Kritik Stefanus terhadap penyembahan berhala berarti ia setuju dengan semua praktik Bait Suci

✓  Yang sebenarnya

Justru sebaliknya — Stefanus akan segera menunjukkan bahwa Bait Suci sendiri bisa menjadi 'berhala' jika diperlakukan sebagai tempat tinggal Allah yang permanen dan eksklusif.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:41

Berhala tidak selalu patung, tetapi apa pun yang kita tempatkan di atas Tuhan—uang, pujian, atau kenyamanan. Mari kita periksa hati kita dan singkirkan segala yang merebut tempat Allah.

Tuhan, ampunilah kami saat kami menyembah hal-hal buatan tangan kami sendiri, dan tuntun kami kembali kepada-Mu. Amin.