Stefanus Berdiri di Depan Mahkamah

Kisah Para Rasul 7:1

Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu

Kemudian, Imam Besar berkata, “Apakah benar demikian?”

Kisah Para Rasul 7:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 7:1?

Imam besar bertanya kepada Stefanus apakah tuduhan terhadapnya benar. Ini menunjukkan bahwa Stefanus sedang diadili di hadapan Sanhedrin, dan pertanyaan ini mengundangnya untuk memberikan pembelaan atas imannya.

Latar belakang

Pertanyaan Pembuka Sidang

Ini adalah sidang formal Sanhedrin — dewan tertinggi orang Yahudi yang memiliki kuasa hidup dan mati (meski di bawah Roma). Stefanus dituduh menghujat Bait Suci dan Taurat. Imam Besar membuka sidang dengan pertanyaan standar: 'Apakah benar demikian?' — memberi terdakwa kesempatan menjawab. Yang terjadi selanjutnya adalah pidato terpanjang dalam seluruh kitab Kisah Para Rasul.

Di mana

Yerusalem — Sanhedrin

Ruang sidang Mahkamah Agama Yahudi, 71 anggota duduk setengah lingkaran

Kapan

~35 M

Penganiayaan pertama terhadap jemaat Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Stefanus ditangkap dan dituduh
Stefanus mulai berpidato
Kamu di sini
I

Yang berbicara

Imam Besar (Kayafas)

Ketua Sanhedrin, pemegang kekuasaan agama tertinggi

S

Kepada

Stefanus

Diakon jemaat awal, penuh Roh Kudus, dituduh menghujat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἀρχιερεύς

Imam Besar · high priest

Arche (kepala) + hiereus (imam) — pemimpin tertinggi sistem agama Yahudi, mediator antara bangsa dan Allah.

ταῦτα οὕτως ἔχει

benar demikian · true / right

Frasa formula hukum: 'apakah hal-hal ini benar adanya?' — pembukaan formal pertanyaan kepada terdakwa.

ἀπολογία

pembelaan · defense / speech

Akar kata 'apologi' — bukan permohonan maaf, tapi argumen pembelaan yang terstruktur di pengadilan.

Imam Besar (ἀρχιερεύς) mengajukan pertanyaan hukum formal, membuka ruang bagi Stefanus untuk menyampaikan ἀπολογία — tapi yang keluar bukan sekadar pembelaan diri, melainkan ceramah sejarah yang mengguncang seluruh ruang sidang.

Tahukah kamu

Sanhedrin Punya Aturan Sidang yang Ketat

Menurut tradisi Yahudi, Sanhedrin harus duduk dalam formasi setengah lingkaran supaya anggota bisa saling melihat wajah satu sama lain. Hukuman mati juga secara teori tidak boleh dijatuhkan di hari yang sama dengan persidangan — tapi di kasus Stefanus, aturan itu diabaikan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:1

✕  Sering dikira

Imam Besar di sini pasti jahat dan bermaksud menjebak Stefanus

✓  Yang sebenarnya

Pertanyaan 'apakah benar demikian' adalah prosedur hukum standar — tapi konteks keseluruhan memang menunjukkan sidang ini tidak netral.

✕  Sering dikira

Stefanus langsung menjawab tuduhan spesifik soal Bait Suci

✓  Yang sebenarnya

Stefanus justru merespons dengan menceritakan ulang seluruh sejarah Israel — sebuah strategi retorika yang jauh lebih dalam.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:1

Ketika kita dituduh atau disalahpahami karena iman kita, kita diberi kesempatan untuk menjelaskan dengan tenang dan penuh hikmat. Pertanyaan yang tampak menantang bisa menjadi pintu untuk bersaksi.

Tuhan, berikanlah aku keberanian dan ketenangan untuk menjawab setiap tantangan terhadap imanku dengan kasih dan kebenaran. Amin.