Musa Mencoba Mendamaikan, Tapi Ditolak
Kisah Para Rasul 7:26
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Pada hari berikutnya, Musa mendatangi orang Israel yang sedang berkelahi, dan ia berusaha mendamaikan mereka, dengan berkata, ‘Hai, bukankah kalian ada hubungan saudara, mengapa saling menyakiti?’”Kisah Para Rasul 7:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya?”Kisah Para Rasul 7:26 · TB
Terjemahan Baru
“Besoknya ia melihat pula dua orang Israel berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka. Ia berkata, 'Kalian ini bersaudara. Mengapa kalian berkelahi?'”Kisah Para Rasul 7:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hari berikutnya, Musa bertemu dengan dua orang sebangsanya yang sedang berkelahi. Dia mencoba mendamaikan mereka dengan berkata, ‘Hai kawan, kalian bersaudara. Janganlah berkelahi!’”Kisah Para Rasul 7:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the next day he shewed himself unto them as they strove, and would have set them at one again, saying, Sirs, ye are brethren; why do ye wrong one to another?”Kisah Para Rasul 7:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:26?
Keesokan harinya, Musa melihat dua orang Israel berkelahi dan mencoba mendamaikan mereka, dengan menekankan bahwa mereka adalah saudara. Ini menunjukkan bahwa Musa ingin membawa perdamaian di antara bangsanya, bukan hanya melawan musuh dari luar.
Latar belakang
Peacemaker yang Ditolak Oleh Orang yang Dibela
Keesokan harinya, Musa kembali dan kali ini melihat dua orang Israel yang berkelahi. Ia berusaha mendamaikan mereka. Ini mestinya lebih mudah dari kemarin — tidak ada orang Mesir yang terlibat. Tapi justru di sini Musa menghadapi penolakan yang lebih langsung dan lebih menyakitkan — dari orang yang harusnya ia lindungi.
Di mana
Mesir (dalam narasi)
Musa mencoba menghentikan perkelahian antara dua orang Israel
Kapan
~1486 SM (dalam narasi)
Sehari setelah Musa membunuh orang Mesir
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὤφθη αὐτοῖς
mendatangi · appeared to them
Harfiah 'menampakkan diri kepada mereka' — kata yang sama dipakai untuk penampakan ilahi. Mungkin sindiran bahwa Musa hadir sebagai wakil Allah.
μαχομένοις
berkelahi · fighting / quarreling
Machomai — berseteru, berkelahi. Konflik fisik atau verbal yang serius.
εἰρήνην
mendamaikan · reconciled / at peace
Eirene — damai, shalom. Musa mencoba memulihkan kondisi damai di antara saudara-saudara — misi yang sangat mulia.
Musa ὤφθη αὐτοῖς (datang kepada mereka yang sedang μαχομένοις (berkelahi)) untuk menawarkan εἰρήνην (damai). Seorang pembawa damai hadir di tengah konflik — tapi justru ditolak oleh orang-orang yang ia coba satukan. Pola yang persis terulang pada Yesus.
Tahukah kamu
Perkelahian Antara Sesama Budak: Simtom Tekanan Sistemik
Kondisi perbudakan yang brutal sering memecah solidaritas di antara para budak sendiri. Ketika orang tidak memiliki kekuatan untuk melawan sistem, agresi bisa beralih ke sesama yang lebih lemah. Ini bukan keanehan psikologis — ini respons yang terdokumentasi dalam sejarah perbudakan di berbagai budaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:26
Keluaran 2:13
Teks asli yang Stefanus parafrasekan dengan tambahan konteks teologis.
“Keesokan harinya, ketika ia keluar, tampaklah dua orang Ibrani sedang berkelahi. Ia berkata kepada yang bersalah: 'Mengapa engkau memukul temanmu?'”
Matius 5:9
Pembawa damai kadang justru ditolak — tapi misi itu tetap mulia dan bernilai.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Efesus 2:14
Yesus sebagai pembawa damai yang sesungguhnya — apa yang Musa coba lakukan, Yesus genapi secara sempurna.
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:26
✕ Sering dikira
Musa tidak berhak mencampuri urusan perkelahian orang lain
✓ Yang sebenarnya
Sebagai sesama anggota komunitas — apalagi dengan peran yang Allah siapkan — Musa sangat tepat mencoba mendamaikan konflik internal. Penolakanlah yang tidak tepat.
✕ Sering dikira
Semua ini menunjukkan Musa memang bukan pemimpin yang tepat
✓ Yang sebenarnya
Penolakan ini justru membuktikan perlunya perubahan hati dalam diri umat — bukan gagalnya Musa. 40 tahun kemudian, Allah menggunakannya secara luar biasa.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:26
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai, terutama di antara sesama saudara seiman. Jangan mudah memihak atau memperkeruh suasana, tetapi usahakanlah rekonsiliasi.
Tuhan, jadikan aku alat damai-Mu untuk mendamaikan mereka yang berselisih, dan berikan aku hikmat untuk berbicara dengan kasih. Amin.