Yang Ditolak Diutus Kembali sebagai Penyelamat
Kisah Para Rasul 7:35
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Musa, yang sudah mereka tolak dengan berkata, ‘Siapakah yang menjadikanmu penguasa dan hakim atas kami?’ Dia adalah orang yang Allah utus untuk menjadi, baik penguasa maupun penyelamat, melalui tangan malaikat yang menampakkan diri kepadanya di semak duri.”Kisah Para Rasul 7:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Musa ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin Kisah Para Rasul 7.36–40 39 dan hakim? --Musa ini juga telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan penyelamat oleh malaikat, yang telah menampakkan diri kepadanya di semak duri itu.”Kisah Para Rasul 7:35 · TB
Terjemahan Baru
“Musa inilah Musa yang tidak diakui oleh bangsa Israel dan yang ditolak dengan perkataan ini, 'Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim kami?' Tetapi justru dialah orang yang diutus Allah untuk menjadi pemimpin dan penyelamat, dengan bantuan dari malaikat yang datang kepadanya di belukar yang menyala itu.”Kisah Para Rasul 7:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jadi, Musa yang pernah ditolak orang Israel justru diutus oleh Allah. Dia yang dulu dikatai, ‘Kamu bukan penguasa atau hakim kami,’ justru dijadikan TUHAN sebagai penguasa sekaligus penyelamat, melalui malaikat yang menampakkan diri kepadanya di dalam semak itu.”Kisah Para Rasul 7:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“This Moses whom they refused, saying, Who made thee a ruler and a judge? the same did God send to be a ruler and a deliverer by the hand of the angel which appeared to him in the bush.”Kisah Para Rasul 7:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:35?
Musa, yang ditolak oleh bangsanya dengan pertanyaan 'Siapa yang menjadikanmu pemimpin?', justru diutus oleh Tuhan menjadi pemimpin dan penyelamat melalui malaikat yang menampakkan diri di semak duri. Tuhan memakai orang yang ditolak untuk menyelamatkan umat-Nya.
Latar belakang
Ironi Terbesar dalam Pidato Stefanus
Stefanus sekarang secara eksplisit menyatakan poin teologisnya: orang yang pernah ditolak dengan pertanyaan 'Siapa yang menjadikanmu penguasa?' — justru adalah orang yang Allah utus sebagai penguasa dan penyelamat. Penolakan manusia tidak membatalkan pilihan Allah. Dan Stefanus ingin mereka sadar: pola itu sedang terulang dengan Yesus.
Di mana
Sinai dan Mesir (dalam narasi)
Stefanus menyimpulkan: Musa yang ditolak Israel justru Allah pilih sebagai penguasa dan penyelamat
Kapan
~1446 SM (dalam narasi)
Musa diutus kembali ke Mesir sebagai penguasa dan penyelamat
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dipenuhi Roh Kudus dan hikmat
Kepada
Sanhedrin
71 pemimpin agama Yahudi, marah dan curiga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἄρχοντα
penguasa · ruler
Archon — sama dengan kata yang dipakai orang Israel yang menolak Musa (ayat 27). Sekarang Allah sendiri yang memberikan gelar yang ditolak manusia itu.
λυτρωτήν
penyelamat · redeemer / deliverer
Lutrōtēs — penebus, pembebas. Seseorang yang membayar harga untuk membebaskan orang lain dari perbudakan.
ἠρνήσαντο
ditolak · denied / rejected
Arneomai — menolak, menyangkal, menolak mengakui. Kata yang sama dipakai untuk Petrus yang 'menyangkal' Yesus.
Musa yang ἠρνήσαντο (ditolak) oleh Israel diutus Allah sebagai ἄρχοντα (penguasa) dan λυτρωτήν (penebus). Penolakan manusia tidak pernah bisa membatalkan pengutusan Allah. Stefanus ingin Sanhedrin menyadari: mereka sedang mengulangi pola yang sama dengan menolak Yesus.
Tahukah kamu
Kata 'Penyelamat' (Lutrōtēs) Hanya Muncul Sekali di Seluruh PB
Kata Yunani lutrōtēs (penebus/penyelamat dalam arti menebus dari perbudakan) hanya muncul satu kali di seluruh Perjanjian Baru — tepat di ayat ini, merujuk pada Musa. Ini sangat disengaja: Musa adalah 'lutrōtēs' Israel dari perbudakan Mesir, sebagaimana Yesus adalah Lutrōtēs manusia dari perbudakan dosa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:35
Mazmur 118:22
Prinsip alkitabiah: yang ditolak manusia sering justru adalah yang Allah pilih untuk peran paling penting.
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.”
Kisah Para Rasul 4:11
Petrus menggunakan prinsip yang sama tepat untuk Yesus.
“Yesus adalah batu yang dibuang oleh kamu, si tukang bangunan, namun Ia telah menjadi batu penjuru.”
Yohanes 1:11
Pola yang paling jelas: penyelamat yang datang kepada milik-Nya sendiri dan ditolak.
“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:35
✕ Sering dikira
Stefanus menyebut Musa sebagai 'penyelamat' berarti Musa setara dengan Yesus
✓ Yang sebenarnya
Musa adalah penyelamat dalam skala terbatas dan bersifat tipologis — ia menunjuk kepada Penyelamat yang lebih besar. Stefanus menyandingkan keduanya untuk menunjukkan pola, bukan kesetaraan.
✕ Sering dikira
'Melalui tangan malaikat' berarti bukan Allah yang mengutus, tapi malaikat saja
✓ Yang sebenarnya
'Tangan malaikat' adalah cara Allah bekerja — malaikat sebagai agen ilahi. Allah yang mengutus, malaikat yang menjadi perantara.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:35
Terkadang orang menolak atau meremehkan kita, tetapi Tuhan punya rencana yang lebih besar. Jangan berkecil hati; Tuhan dapat memakai kita untuk hal-hal besar meskipun ditolak orang lain.
Tuhan, jika aku merasa ditolak atau diremehkan, ingatkanlah aku bahwa Engkau sanggup memakai aku untuk kemuliaan-Mu. Amin.