Amarah yang Tidak Bisa Ditahan

Kisah Para Rasul 7:54-60

Stefanus Dibunuh

Latar belakang

Reaksi yang Mengkonfirmasi Tuduhan

Sanhedrin bereaksi dengan cara yang justru membuktikan kebenaran tuduhan Stefanus: mereka 'tertusuk hatinya' (amarah yang dalam) dan 'mengertakkan gigi'. Bukannya merefleksikan diri atau menjawab argumen, mereka malah semakin marah. Dan ironisnya, reaksi ini persis yang Stefanus sebut tadi: hati yang tidak bersunat, menentang Roh Kudus.

Di mana

Yerusalem — sidang Sanhedrin

Reaksi Sanhedrin terhadap tuduhan Stefanus — amarah yang meledak

Kapan

~35 M

Reaksi Sanhedrin — titik balik menuju hukuman mati

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Stefanus selesai berpidato dan menuduh Sanhedrin
Stefanus melihat penglihatan kemuliaan Allah
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator (Lukas)

Dokter dan sejarawan, menulis Kisah Para Rasul berdasarkan saksi mata

T

Kepada

Teofilus & pembaca awal

Orang percaya yang ingin memahami kisah jemaat awal

Arti tiap ayat

Penjelasan Kisah Para Rasul 7:54-60 Ayat per Ayat

Kisah Para Rasul 7:54

Mendengar tuduhan Stefanus, para pemimpin Yahudi sangat marah sampai hati mereka tertusuk dan mereka mengertakkan gigi. Ini menunjukkan bahwa kebenaran yang tajam sering kali memicu reksi keras dari mereka yang tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:55

Stefanus, yang sedang diadili karena imannya, dipenuhi Roh Kudus dan melihat kemuliaan Allah serta Yesus berdiri di sebelah kanan Allah—sebuah visi yang menguatkan dia di tengah penganiayaan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:56

Stefanus bersaksi bahwa ia melihat langit terbuka dan Yesus sebagai Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah, menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang diurapi dan memiliki otoritas ilahi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:57

Mendengar kesaksian Stefanus, para pemimpin agama menjadi sangat marah dan menolak untuk mendengarkan, lalu mereka menyerbu dia dengan kekerasan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:58

Stefanus diseret keluar kota dan dirajam; para saksi meletakkan jubah mereka di depan seorang muda bernama Saulus, yang menyetujui pembunuhan ini, dan ini menjadi awal peran Saulus sebagai penganiaya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:59

Saat sedang dirajam, Stefanus berseru kepada Tuhan Yesus, meminta agar rohnya diterima—menunjukkan imannya yang teguh kepada Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kisah Para Rasul 7:60

Stefanus berlutut dan berdoa memohon pengampunan bagi para pembunuhnya, lalu meninggal—meniru teladan Yesus di kayu salib.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Kisah Para Rasul 7 selengkapnya