Elifas menyela penderitaan Ayub
Ayub 15:1-35
Elifas Mencerca Ayub
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Elifas mulai berbicara
Setelah mendengar keluhan Ayub, Elifas membuka pidatonya kembali dengan pertanyaan retoris. Ia menuduh Ayub berbicara kosong dan tidak berhikmat, menyamakan perkataannya dengan angin timur yang panas dan merusak.
Di mana
Teman
Di tempat pembuangan abu, setelah Ayub mengutuk kelahirannya (Ayub 3)
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
Teman Ayub, dihormati, menuakan hikmat
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita berat, kehilangan segalanya
Arti tiap ayat
Penjelasan Ayub 15:1-35 Ayat per Ayat
Ayub 15:1
Elifas, salah satu sahabat Ayub, mulai berbicara. Dia berasal dari Teman, sebuah kota yang terkenal akan hikmat. Ayat ini memperkenalkan pidato kedua Elifas sebagai tanggapan atas perkataan Ayub sebelumnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:2
Elifas menuduh Ayub berbicara omong kosong, seperti 'pengetahuan yang berisi angin' dan 'perut yang dipenuhi angin timur'. Dia menganggap perkataan Ayub tidak berhikmat, kosong, dan tidak berguna.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:3
Elifas mengkritik Ayub karena berbantah dengan perkataan yang tidak berguna dan tidak memberikan manfaat. Dia merasa argumen Ayub hanya sia-sia dan tidak membangun.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:4
Elifas menuduh Ayub telah menghilangkan rasa takut akan Allah dan menghalangi orang lain untuk bermeditasi atau merenungkan Allah. Ini adalah tuduhan yang tidak adil, karena Ayub justru sedang bergumul dengan imannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:5
Elifas menuduh bahwa dosa Ayub membimbing mulutnya dan bahwa dia memilih bahasa orang licik. Ini berarti Elifas menganggap perkataan Ayub penuh tipu daya dan kesalahan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:6
Elifas berkata bahwa mulut Ayub sendiri yang menghukumnya, bukan Elifas. Artinya, kata-kata Ayub yang tidak bijak itu telah membuktikan kesalahannya sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:7
Elifas mengejek Ayub dengan pertanyaan retoris: apakah Ayub manusia pertama yang dilahirkan, atau diciptakan sebelum bukit-bukit? Ini adalah sindiran bahwa Ayub berbicara seolah-olah dia memiliki kebijaksanaan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:8
Elifas menantang Ayub: apakah dia pernah mendengar rencana rahasia Allah? Apakah dia satu-satunya yang memiliki hikmat? Pertanyaan ini mengejek Ayub karena mengklaim memiliki wawasan ilahi, padahal Elifas menganggap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:9
Elifas mempertanyakan apa yang Ayub ketahui yang tidak mereka ketahui, dan pemahaman apa yang Ayub miliki yang tidak jelas bagi mereka. Ini adalah tantangan retoris untuk menunjukkan bahwa Ayub tidak memiliki…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:10
Elifas menekankan bahwa di antara mereka ada orang-orang yang beruban dan lanjut usia, bahkan lebih tua dari ayah Ayub. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki tradisi dan kebijaksanaan yang lebih matang daripada Ayub.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:11
Elifas bertanya apakah penghiburan Allah terlalu kecil bagi Ayub, atau firman yang disampaikan terlalu lembut. Ini menyiratkan bahwa Ayub menolak penghiburan yang mereka tawarkan, yang menurut mereka berasal dari Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:12
Elifas menanyakan mengapa hati Ayub membawanya pergi dan matanya menyala-nyala dengan emosi. Ini menunjukkan bahwa Ayub terbawa oleh perasaan dan amarahnya, sehingga kehilangan keseimbangan dalam cara ia berbicara…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:13
Elifas menuduh Ayub memalingkan rohnya melawan Allah dan mengucapkan kata-kata yang menantang. Ini menunjukkan bahwa dalam penderitaan, orang bisa merasa frustasi dan seolah-olah melawan Tuhan, tetapi itu adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:14
Elifas mempertanyakan kemungkinan manusia untuk menjadi suci atau benar di hadapan Allah, mengingat kelemahan manusiawi. Ini adalah pertanyaan retoris yang menyiratkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna secara moral.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:15
Elifas berkata bahwa bahkan para malaikat ('orang-orang suci-Nya') tidak dipercaya sepenuhnya oleh Allah, dan langit pun tidak bersih di mata-Nya. Ini menekankan betapa tingginya standar kesucian Allah, yang melampaui…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:16
Elifas melanjutkan bahwa manusia lebih rendah lagi daripada malaikat, karena manusia 'minum kejahatan seperti air', artinya melakukan dosa dengan mudah dan terus-menerus, seolah itu hal yang wajar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:17
Elifas mengajak Ayub untuk mendengarkan pengajarannya yang berdasarkan pengamatan dan tradisi orang bijak. Dia ingin menunjukkan bahwa apa yang dia katakan berasal dari pengalaman dan kearifan turun-temurun.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:18
Elifas berkata bahwa dia akan menyampaikan apa yang telah diajarkan oleh orang-orang bijak zaman dahulu, yang menerima hikmat itu dari nenek moyang mereka tanpa menyembunyikannya. Ini menekankan pentingnya tradisi dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:19
Ayat ini merujuk pada orang-orang berhikmat yang mewariskan ajaran mereka secara turun-temurun, dan negeri mereka diberikan kepada mereka tanpa campur tangan orang asing. Ini menegaskan bahwa hikmat sejati berasal dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:20
Elifas menggambarkan bahwa orang fasik mengalami penderitaan sepanjang hidupnya, bahkan masa jayanya pun tidak luput dari kecemasan dan ketakutan. Ini menunjukkan bahwa kehidupan orang jahat tidak pernah tenang karena…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:21
Orang fasik hidup dalam ketakutan karena selalu membayangkan malapetaka akan datang. Bahkan saat keadaannya baik, ia tidak dapat menikmati karena terus dibayangi ancaman kebinasaan, sehingga hidupnya penuh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:22
Orang fasik tidak memiliki harapan untuk keluar dari kegelapan (kesulitan), dan ia merasa ditakdirkan untuk binasa oleh pedang. Ini mencerminkan keputusasaan akibat hidup yang terpisah dari Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:23
Orang fasik hidup seperti gelandangan yang mencari makanan tanpa kepastian, tidak tahu di mana rezeki akan datang. Ia juga sadar bahwa hari kegelapan (penghakiman) sudah menantinya, sehingga hidupnya menjadi tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:24
Kesengsaraan dan penderitaan menyerang orang fasik dengan dahsyat, seperti seorang raja yang siap berperang. Ini menggambarkan bahwa akibat dosa pasti datang dan tidak bisa dihindari, menimpa orang dengan kekuatan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:25
Ayub 15:25 menjelaskan bahwa orang fasik melawan Allah dengan sombong dan angkuh, menganggap dirinya kuat dan tidak butuh Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:26
Ayub 15:26 menggambarkan orang fasik yang dengan keras kepala dan nekat menyerang Allah, seolah-olah kebal dan tidak akan terkena akibatnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:27
Ayub 15:27 menunjukkan bahwa orang fasik menjadi gemuk dan hidup nyaman, namun itu membuatnya semakin lupa akan Allah dan tenggelam dalam kenikmatan duniawi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:28
Ayub 15:28 menggambarkan orang fasik yang tinggal di kota-kota yang hancur dan rumah-rumah yang runtuh, melambangkan kehancuran yang akan menimpanya sebagai akibat dari kejahatannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:29
Ayub 15:29 menyatakan bahwa kekayaan orang fasik tidak akan bertahan; yang dia kumpulkan akan hilang dan tidak menyebar, sehingga ia tidak akan menjadi kaya dalam arti yang sebenarnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:30
Ayub 15:30 menggambarkan orang fasik tidak akan luput dari kegelapan dan hukuman; api akan melahap hasil usahanya, dan nafas Allah akan membinasakannya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:31
Ayub 15:31 menegaskan bahwa orang yang percaya pada kesia-siaan atau hal yang sia-sia akan tertipu, karena kesia-siaan itu sendiri akan menjadi upahnya. Ini adalah peringatan bahwa mengandalkan hal-hal yang tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:32
Ayub 15:32 menyatakan bahwa hukuman atas orang fasik akan datang sebelum waktunya, dan keberadaan mereka seperti ranting yang tidak akan menghijau. Ini menggambarkan bahwa kehidupan orang jahat akan layu dan tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:33
Ayub 15:33 menggambarkan orang fasik seperti pohon anggur yang menggugurkan buahnya sebelum matang dan pohon zaitun yang kehilangan bunganya. Ini adalah kiasan bahwa kehidupan mereka yang tampak subur akan kehilangan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:34
Ayub 15:34 menyatakan bahwa kumpulan orang yang tidak beriman akan mandul dan api akan membakar tenda-tenda mereka yang menerima suap. Ini menunjukkan bahwa orang jahat dan koruptor akan menuai kehancuran dan tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 15:35
Ayub 15:35 menggambarkan orang fasik sebagai mereka yang mengandung kejahatan dan melahirkan bencana, serta mempersiapkan tipu daya dalam pikiran mereka. Ini menunjukkan bahwa kejahatan selalu menghasilkan buah yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →