Elifas menggambarkan kemakmuran orang fasik

Ayub 15:27

Hikmat Manusia vs. Penderitaan Ayub

karena dia telah menutup mukanya dengan lemak, dan pinggangnya menyimpan lemak;

Ayub 15:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 15:27?

Ayub 15:27 menunjukkan bahwa orang fasik menjadi gemuk dan hidup nyaman, namun itu membuatnya semakin lupa akan Allah dan tenggelam dalam kenikmatan duniawi.

Latar belakang

Kemakmuran orang fasik

Elifas menuduh Ayub hidup dalam kemewahan dan gemuk, yang membuatnya sombong dan melupakan Allah. Ini ironis karena Ayub baru saja kehilangan segalanya.

Di mana

Tempat pembuangan abu di luar kota

Di tumpukan abu, setelah Ayub berkata putus asa

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub berkata putus asa
Kedatangan Elihu
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elifas, orang Teman

Sahabat Ayub yang lebih tua, yakin penderitaan = hukuman dosa

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita tanpa sebab, sedang berkabung

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּסָה

kasah · menutup

Menutupi, menyembunyikan, atau menutup rapat

פָּנִים

panim · mukanya

Wajah, permukaan, atau depan; simbol keseluruhan pribadi

חֵלֶב

chelev · lemak

Lemak, bagian terbaik dari hewan, sering dipakai untuk kekayaan

Menutup muka dengan lemak adalah metafora kemewahan yang membuat orang tidak melihat kebutuhan rohani. Elifas menuduh Ayub menjadi gemuk karena berkat, lalu berpaling dari Allah.

Tahukah kamu

Lemak sebagai simbol kekayaan

Dalam budaya kuno, tubuh gemuk dianggap tanda berkat dan status, tetapi Elifas memakainya sebagai bukti kesombongan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 15:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 15:27

✕  Sering dikira

Menganggap Ayub benar-benar gemuk dan sombong

✓  Yang sebenarnya

Ini kiasan untuk keadaan lahiriah yang dulu makmur, bukan gambaran fisik saat ini

✕  Sering dikira

Menganggap 'menutup muka' berarti ayub tidak mau melihat dosanya

✓  Yang sebenarnya

Frasa ini berarti memenuhi diri dengan kemewahan sehingga tidak peka terhadap Allah

Renungan

Renungan Singkat Ayub 15:27

Kenyamanan dan kekayaan bisa menjadi jebakan yang membuat kita bergantung pada hal-hal duniawi. Mari kita periksa apakah hidup kita semakin jauh dari Tuhan saat semuanya berjalan lancar.

Tuhan, mampukan aku untuk tetap setia kepada-Mu meskipun aku diberkati dengan kelimpahan. Amin.