Hukuman atas orang fasik yang sombong
Ayub 15:28
Elifas Menuduh Ayub: Penderitaan Pasti karena Dosa
“dia tinggal di kota-kota terpencil, di rumah-rumah yang seharusnya tidak ditinggali oleh siapa pun, yang siap runtuh dan menjadi timbunan.”Ayub 15:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.”Ayub 15:28 · TB
Terjemahan Baru
“Ia menetap di kota-kota yang porak-poranda, di rumah-rumah yang tak ada penghuninya. Kota-kota itu sudah ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.”Ayub 15:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he dwelleth in desolate cities, and in houses which no man inhabiteth, which are ready to become heaps.”Ayub 15:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 15:28?
Ayub 15:28 menggambarkan orang fasik yang tinggal di kota-kota yang hancur dan rumah-rumah yang runtuh, melambangkan kehancuran yang akan menimpanya sebagai akibat dari kejahatannya.
Latar belakang
Elifas menggambarkan nasib orang fasik
Elifas sedang menegaskan bahwa orang fasik, yang sombong dan melawan Allah, akan dihancurkan. Ayat ini melukiskan bagaimana mereka kehilangan tempat tinggal dan harta, menjadi terasing dan menderita. Elifas yakin Ayub menderita karena dosanya sendiri.
Di mana
Teman
Di lokasi pertemuan mereka, mungkin di dekat tumpukan abu
Kapan
~2000 SM
Zaman para bapa leluhur
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
Teman Ayub yang paling tua, bijak menurut tradisi
Kepada
Ayub
Orang saleh yang sedang menderita berat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָרֵי חֹרֶב
'arei khorev · kota-kota terpencil
kota-kota yang hancur atau menjadi reruntuhan
תֵּל
tel · timbunan
bukit atau gundukan reruntuhan, menunjukkan kehancuran total
לֹא יֵשְׁבוּ
lo yeshvu · seharusnya tidak ditinggali
tidak akan didiami, karena dianggap terkutuk
Kata-kata ini menunjukkan kehancuran total: kota yang menjadi reruntuhan, tidak layak huni, dan menjadi tumpukan puing. Ini menegaskan hukuman yang permanen bagi orang fasik.
Tahukah kamu
Hidup di kota yang hancur
Di zaman kuno, tinggal di reruntuhan atau kota yang ditinggalkan dianggap sangat memalukan, bukan sekadar tidak nyaman. Itu menunjukkan bahwa seseorang dikutuk dan dibuang dari masyarakat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 15:28
Yesaya 5:9
kehancuran kota
“Sesungguhnya banyak rumah akan menjadi sunyi, kota-kota yang besar dan indah tidak akan didiami.”
Mazmur 69:25
tempat sunyi
“Biarlah tempat kediaman mereka menjadi sunyi, dan biarlah kemah mereka tidak ada penghuninya.”
Ayub 18:15
tempat tinggal dihukum
“Di dalam kemahnya akan tinggal api belerang, dan ditaburkan belerang ke atas tempat kediamannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 15:28
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa semua orang yang tinggal di rumah rusak pasti berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Elifas sedang berbicara tentang orang fasik secara umum, bukan tentang kondisi fisik rumah secara harfiah sebagai bukti dosa.
✕ Sering dikira
Orang percaya sejati tidak akan pernah hidup dalam keadaan hancur secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ayub sendiri saleh tetapi kehilangan segalanya; teks ini adalah tuduhan Elifas yang tidak benar tentang Ayub.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 15:28
Orang yang hidup dalam dosa mungkin tampak kuat, tetapi pada akhirnya kehidupannya akan runtuh seperti rumah yang tidak terpelihara. Mari kita bangun hidup kita di atas dasar yang kokoh, yaitu firman Tuhan.
Ya Tuhan, jadikan hidupku rumah yang kokoh karena dibangun di atas batu karang, yaitu Yesus. Amin.