Lewi yang kehilangan gundik
Hakim-hakim 19:1-30
Orang Lewi dan Hamba Perempuannya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Tidak ada raja, tidak ada aturan
Ayat ini memperkenalkan seorang Lewi yang tinggal di pegunungan Efraim, dan ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda. Ini menunjukkan kondisi sosial yang mulai kacau, tanpa kepemimpinan yang jelas.
Di mana
Pegunungan Efraim
Perbukitan Efraim, daerah pedalaman
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Hakim-hakim
penulis anonim yang merangkum sejarah Israel
Kepada
Pembaca Israel
umat Israel yang hidup dalam kekacauan
Arti tiap ayat
Penjelasan Hakim-hakim 19:1-30 Ayat per Ayat
Hakim-hakim 19:1
Ayat ini menceritakan bahwa pada zaman Hakim-him, tidak ada raja di Israel, dan setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Seorang Lewi dari Efraim mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:2
Gundik Lewi itu tidak setia dan pergi meninggalkannya, kembali ke rumah ayahnya di Betlehem. Ia tinggal di sana selama empat bulan. Ini menunjukkan keretakan hubungan yang serius.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:3
Suaminya (Lewi itu) pergi menyusul gundiknya untuk membujuknya kembali. Ia membawa pelayan dan dua keledai. Ketika tiba, ayah gundiknya menyambutnya dengan sukacita, menunjukkan bahwa kedatangannya diterima baik.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:4
Mertuanya (ayah gundik) menahan Lewi itu untuk tinggal tiga hari, dan ia makan, minum, dan bermalam di sana. Ini menunjukkan keramahan dan keinginan untuk mempererat hubungan keluarga.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:5
Pada hari keempat, ketika Lewi itu bersiap pergi, ayah gundiknya memintanya untuk menyegarkan diri dengan roti sebelum pergi. Ini adalah bentuk perhatian dan keramahan yang tulus.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:6
Keduanya makan dan minum bersama, dan ayah gundik itu mendesaknya untuk bermalam lagi agar hatinya gembira. Ini menunjukkan suasana keakraban dan keinginan untuk memperpanjang kebersamaan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:7
Orang Lewi itu bangun untuk pergi, tetapi mertuanya mendesaknya untuk tinggal satu malam lagi. Ini menunjukkan tekanan sosial dan keramahan yang berlebihan, yang membuat orang sulit menolak dan akhirnya menunda…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:8
Pada hari kelima, ayah perempuan itu kembali meminta orang Lewi itu untuk tinggal sampai sore, dan mereka makan bersama. Ini menunjukkan keramahtamahan yang terus-menerus, tetapi juga memperlambat perjalanan mereka.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:9
Ayah perempuan itu terus mendesak orang Lewi untuk tinggal karena hari sudah sore, tetapi kali ini orang Lewi memutuskan untuk tetap pergi. Ini menunjukkan akhir dari penundaan dan keputusan untuk melanjutkan perjalanan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:10
Orang Lewi itu menolak tinggal dan pergi bersama gundik serta pelayannya. Mereka tiba di dekat Yebus (Yerusalem) saat matahari hampir terbenam, tanpa tempat menginap.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:11
Ketika mereka mendekati Yebus, bujangnya menyarankan untuk bermalam di kota orang Yebus itu. Ini menunjukkan kepedulian bujang terhadap keselamatan tuannya, karena hari sudah malam.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:12
Tuannya menolak singgah di Yebus karena itu kota orang asing, ingin mencapai Gibea yang dihuni orang Israel. Ini menunjukkan preferensi untuk tinggal di antara umat sendiri, meskipun mungkin lebih jauh dan berisiko.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:13
Orang Lewi itu menolak untuk berhenti di kota orang Yebus (Yerusalem) karena itu bukan kota orang Israel, dan memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Gibea atau Rama, yang dihuni oleh orang Israel.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:14
Matahari terbenam ketika mereka mencapai Gibea, sebuah kota dalam wilayah suku Benyamin, sehingga mereka memutuskan untuk berhenti di sana.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:15
Mereka tiba di Gibea dan beristirahat di tanah lapang kota, tetapi tidak ada seorang pun yang menawarkan mereka menginap di rumah mereka.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:16
Seorang tua dari Pegunungan Efraim yang tinggal di Gibea, pulang dari pekerjaannya di ladang pada sore hari, dan ia melihat orang-orang itu di tanah lapang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:17
Orang tua itu bertanya kepada mereka tentang arah dan asal mereka, menunjukkan kepedulian terhadap orang asing yang berada di kotanya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:18
Orang Lewi itu menjelaskan bahwa dia berasal dari Pegunungan Efraim dan telah pergi ke Betlehem-Yehuda, dan bahwa ia tidak mendapat tempat untuk bermalam di Gibea.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:19
Orang Lewi dari Efraim mengaku tidak kekurangan apa pun karena ia membawa bekal sendiri, yaitu jerami dan makanan untuk keledai serta roti dan anggur untuk dirinya, gundiknya, dan pelayannya. Ia hanya membutuhkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:20
Orang tua itu menyambut mereka dengan damai dan menawarkan untuk memenuhi segala keperluan mereka, serta melarang mereka bermalam di tanah lapang karena tidak aman. Ini adalah contoh keramahan dan kepedulian terhadap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:21
Orang tua itu membawa mereka ke rumahnya, memberi makan keledai-keledai mereka, membasuh kaki mereka, dan menyediakan makanan dan minuman. Tindakan ini adalah wujud keramahan yang lengkap, merawat baik manusia maupun…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:22
Saat mereka bersukacita, orang-orang kota yang jahat mengepung rumah itu dan menuntut agar orang Lewi itu diserahkan untuk disetubuhi. Ini menunjukkan betapa bejatnya moral kota Gibea, yang penduduknya tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:23
Pemilik rumah keluar dan memohon agar orang-orang itu tidak berbuat jahat kepada tamunya. Namun, ia menawarkan anak perempuannya yang masih perawan dan gundik orang itu untuk diperkosa sebagai gantinya. Ini adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:24
Pemilik rumah terus mendesak orang-orang itu untuk tidak menyakiti tamunya dan menawarkan anak perempuan serta gundik orang Lewi sebagai ganti. Ini menunjukkan bahwa dalam budaya patriarkal saat itu, perempuan dianggap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:25
Orang Lewi menyerahkan gundiknya kepada orang-orang dursila itu untuk melindungi dirinya sendiri, meskipun tuan rumah sudah menawarkan anaknya. Mereka memperkosa dan menganiaya gundik itu sepanjang malam.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:26
Setelah dianiaya sepanjang malam, perempuan itu dilepaskan saat fajar. Ia berjalan atau merangkak kembali ke rumah tempat tuannya menginap, lalu jatuh di depan pintu, kelelahan dan mungkin sekarat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:27
Ketika orang Lewi bangun keesokan paginya dan keluar rumah, ia menemukan gundiknya tergeletak di depan pintu dengan tangan di ambang pintu, seolah-olah ia berusaha meraih bantuan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:28
Orang Lewi menyuruh gundiknya bangun untuk pulang, tetapi tidak ada jawaban. Ia sudah meninggal. Lalu, tanpa rasa belas kasihan, ia memuat mayatnya ke atas keledai dan membawanya pulang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:29
Di rumah, orang Lewi memotong tubuh gundiknya menjadi dua belas bagian dan mengirimnya ke seluruh suku Israel. Ini adalah tindakan ekstrem untuk membangkitkan respons nasional terhadap kekejaman di Gibea.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Hakim-hakim 19:30
Orang-orang yang melihat potongan tubuh itu berkata bahwa ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sejak Israel keluar dari Mesir. Mereka berseru agar bangsa Israel memperhatikan, merenungkan, dan memberikan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →