Tawaran roti perpisahan

Hakim-hakim 19:5

Kisah Tragis di Gibea

Kemudian, pada hari keempat, saat dia bangun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi, ayah perempuan itu berkata kepada menantunya, “Segarkanlah dirimu dengan sepotong roti, kemudian pergilah.”

Hakim-hakim 19:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:5?

Pada hari keempat, ketika Lewi itu bersiap pergi, ayah gundiknya memintanya untuk menyegarkan diri dengan roti sebelum pergi. Ini adalah bentuk perhatian dan keramahan yang tulus.

Latar belakang

Desakan untuk Bersantap

Pada hari keempat, orang Lewi bangun pagi-pagi untuk pergi, tetapi mertuanya memintanya untuk makan dulu. Ini adalah bagian dari keramahan, tetapi juga menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Di mana

Betlehem-Yehuda

Rumah ayah gundik, pagi hari

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tiga hari jamuan
Keberangkatan tertunda
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayah gundik

Mertua laki-laki, tuan rumah yang ramah

O

Kepada

Orang Lewi

Suami gundik, tamu yang ingin segera pulang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סְעָד

səʿāḏ · segarkanlah

menopang, memperkuat dengan makanan

לֶחֶם

leḥem · roti

roti, makanan

וְאֵלֵךְ

wəʾēlēḵ · pergilah

dan engkau akan pergi

Frasa 'segarkanlah dirimu dengan sepotong roti' menunjukkan bahwa makan bersama bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga memperkuat ikatan, dan di sini menjadi alasan untuk menunda kepergian lagi.

Tahukah kamu

Roti

Roti dalam bahasa Ibrani adalah 'lechem', yang juga berarti 'makanan', menunjukkan pentingnya roti sebagai makanan pokok.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:5

✕  Sering dikira

Mertua terlihat terlalu memaksa dan mengganggu rencana tamu.

✓  Yang sebenarnya

Dalam budaya Timur Dekat kuno, menawarkan makanan kepada tamu adalah keharusan sopan santun.

✕  Sering dikira

Orang Lewi dianggap tidak sabar dan tidak menghargai keramahan.

✓  Yang sebenarnya

Dia ingin segera pulang karena perjalanan masih panjang, tetapi tunduk pada tekanan sosial.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:5

Kadang kita terburu-buru pergi tanpa memperhatikan kebutuhan orang lain. Belajarlah untuk memberi perhatian kecil yang bermakna, seperti menyediakan makanan atau waktu.

Tuhan, buat aku peka terhadap kebutuhan orang di sekitarku dan mau melayani mereka dengan kasih. Amin.