Orang-orang Dursila Mengepung Rumah
Hakim-hakim 19:22
Kekejaman di Gibea
“Saat mereka bersenang-senang, orang-orang kota, yaitu rombongan orang-orang dursila, mengelilingi rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu dan berkata kepada orang tua, si pemilik rumah itu, katanya, “Bawalah orang-orang yang masuk ke rumahmu supaya kami dapat bersetubuh dengan mereka.””Hakim-hakim 19:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka Hakim-hakim 19.23–25 108 menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."”Hakim-hakim 19:22 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara mereka bersenang-senang, tiba-tiba rumah itu dikepung orang-orang bejat dari kota itu. Mereka menggedor-gedor pintu dan berkata kepada orang tua itu, "Serahkan kepada kami orang laki-laki yang kaubawa ke rumahmu. Kami mau pakai dia!"”Hakim-hakim 19:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saat mereka sedang bersantai, preman-preman kota datang mengepung rumah itu dan menggedor-gedor pintu. Kata mereka kepada orang tua itu, “Bawa keluar laki-laki yang datang ke rumahmu! Kami mau menyetubuhi dia!””Hakim-hakim 19:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now as they were making their hearts merry, behold, the men of the city, certain sons of Belial, beset the house round about, and beat at the door, and spake to the master of the house, the old man, saying, Bring forth the man that came into thine house, that we may know him.”Hakim-hakim 19:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:22?
Saat mereka bersukacita, orang-orang kota yang jahat mengepung rumah itu dan menuntut agar orang Lewi itu diserahkan untuk disetubuhi. Ini menunjukkan betapa bejatnya moral kota Gibea, yang penduduknya tidak menghormati tamu dan justru berniat jahat.
Latar belakang
Tamu Dikepung oleh Gerombolan Jahat
Orang-orang kota Gibea, yang disebut 'orang dursila', mengepung rumah tuan rumah dan menuntut agar tamu laki-laki diserahkan kepada mereka untuk disetubuhi. Tindakan ini sangat biadab, menunjukkan kerusakan moral yang parah di Israel.
Di mana
Gibea
Di rumah orang tua di Gibea
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Penulis anonim yang mencatat sejarah Israel, ~1000 SM
Kepada
Pembaca Israel
Umat Tuhan yang perlu belajar dari masa lalu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּלִיַּעַל
belial · dursila
orang yang tidak berguna, jahat, atau hina
נָסַב
nasab · mengelilingi
mengelilingi, mengepung dari segala arah
דָּפַק
dafaq · menggedor-gedor
memukul atau mengetuk dengan keras
Ketiganya menggambarkan agresi yang terorganisir dan destruktif. 'Belial' bukan sekadar kenakalan, melainkan kebejatan total yang menentang Tuhan.
Tahukah kamu
Akar Kata 'Dursila'
Kata 'dursila' dalam bahasa Ibrani adalah 'belial', yang juga digunakan untuk merujuk pada 'anak-anak Belial' atau orang-orang yang tidak berguna. Belial kemudian menjadi nama lain untuk Setan di Perjanjian Baru.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:22
Kejadian 19:4-5
Pola serupa di Sodom
“Sebelum mereka tidur, orang-orang kota Sodom itu, baik muda maupun tua, datang mengelilingi rumah itu. Mereka memanggil Lot dan berkata: 'Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami mengenal mereka.'”
Roma 1:26-27
Akibat dosa
“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab wanita-wanita mereka menggantikan hubungan yang wajar dengan yang tidak wajar.”
Hakim-hakim 20:13
Dampak peristiwa
“Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yaitu orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mereka dan menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:22
✕ Sering dikira
Orang-orang itu hanya ingin berpesta atau bertengkar
✓ Yang sebenarnya
Mereka secara eksplisit ingin melakukan kekerasan seksual, seperti di Sodom.
✕ Sering dikira
Tuan rumah dan tamu tidak bersalah
✓ Yang sebenarnya
Tuan rumah juga menawarkan anak perempuannya, menunjukkan budaya yang merendahkan perempuan.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:22
Kejahatan dapat muncul di tengah sukacita. Kita harus waspada dan tidak membiarkan lingkungan yang jahat memengaruhi kita. Berdirilah untuk melindungi yang lemah dan menolak segala bentuk kekerasan.
Tuhan, jauhkan aku dari pergaulan yang jahat dan beri aku keberanian untuk melawan segala bentuk kejahatan. Amin.