Penolakan yang Menyesatkan
Hakim-hakim 19:12
Kekejaman di Gibea: Pelajaran dari Zaman Tanpa Raja
PerikopOrang Lewi dan Hamba Perempuannya · Hakim-hakim 19:1-30 →“Akan tetapi, tuannya berkata kepadanya, “Janganlah kita singgah di sini, di kota orang-orang asing, yang bukan kepunyaan orang-orang Israel. Kita akan berjalan terus sampai ke Gibea.””Hakim-hakim 19:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi Hakim-hakim 19.13–17 106 kita akan berjalan terus sampai ke Gibea."”Hakim-hakim 19:12 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi tuannya menjawab, "Tidak! Kita tidak akan berhenti di tempat yang penduduknya bukan orang Israel. Mari kita meneruskan perjalanan sedikit lagi dan nanti bermalam di Gibea atau Rama."”Hakim-hakim 19:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab tuannya, “Janganlah kita bermalam di kota bangsa asing, yang bukan orang Israel. Lebih baik kita berjalan terus sampai ke kota Gibea.”Hakim-hakim 19:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his master said unto him, We will not turn aside hither into the city of a stranger, that is not of the children of Israel; we will pass over to Gibeah.”Hakim-hakim 19:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:12?
Tuannya menolak singgah di Yebus karena itu kota orang asing, ingin mencapai Gibea yang dihuni orang Israel. Ini menunjukkan preferensi untuk tinggal di antara umat sendiri, meskipun mungkin lebih jauh dan berisiko.
Latar belakang
Menganggap Kota Israel Pasti Aman
Orang Lewi menolak bermalam di Yebus karena itu kota orang asing, dan memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Gibea atau Rama, yang ia anggap kota orang Israel. Ia yakin akan mendapat sambutan yang lebih baik di sana.
Di mana
dekat Yebus (Yerusalem)
Di jalan, setelah menolak saran bujang
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Orang Lewi
Seorang Lewi yang tinggal di Efraim, bersikeras pada rencananya
Kepada
Bujang
Pelayan setia yang mendengarkan perintah tuannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָכְרִי
nokhri · asing
orang asing, bukan Israel
אֲשֶׁר לֹא
asher lo · bukan kepunyaan
yang bukan milik
גִּבְעָה
giv'ah · Gibea
bukit, nama kota di Benyamin
Kata 'asing' (nokhri) menunjukkan sikap eksklusif orang Lewi, tetapi ironisnya ia lebih aman di kota asing daripada di kota Israel. 'Gibea' artinya 'bukit', mungkin melambangkan kesombongan yang keliru.
Tahukah kamu
Gibea dan Rama
Gibea adalah kota suku Benyamin yang kemudian menjadi kota asal Raja Saul (1 Samuel 10:26). Rama adalah kota lain di wilayah Benyamin, yang kemudian menjadi tempat kelahiran Samuel (1 Samuel 1:19).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:12
Hakim-hakim 1:21
Kota campuran
“Tetapi orang Benyamin tidak menghalau orang Yebus yang diam di Yerusalem; orang Yebus itu diam bersama-sama dengan orang Benyamin di Yerusalem sampai sekarang.”
Yunus 1:3
Lari dari masalah
“Tetapi Yunus berdiri untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Ia pergi ke Yafo dan mendapat sebuah kapal yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanan, lalu naik kapal itu untuk pergi ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.”
Amsal 14:12
Keyakinan keliru
“Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:12
✕ Sering dikira
Orang Lewi benar karena menghindari orang kafir.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak menyiratkan bahwa ia benar; justru keputusannya membawa bencana, menunjukkan bahwa kesalehan lahiriah tidak menjamin keselamatan.
✕ Sering dikira
Gibea adalah tempat yang aman karena kota Israel.
✓ Yang sebenarnya
Faktanya, Gibea justru menjadi tempat kekejian yang diceritakan setelahnya.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:12
Kita dipercaya untuk berada di komunitas yang sehat, tetapi jangan menjadi eksklusif. Pastikan pilihan kita didasarkan pada nilai-nilai Tuhan, bukan sekadar kenyamanan atau kesamaan.
Ya Tuhan, arahkan aku untuk memilih lingkungan yang memuliakan-Mu, dan ajari aku untuk menjadi berkat di mana pun aku berada. Amin.