Bangun Pagi yang Mencekam

Hakim-hakim 19:27

Kebangkitan yang Terlambat

PerikopOrang Lewi dan Hamba Perempuannya · Hakim-hakim 19:1-30 →
“Pada saat tuannya bangun pagi-pagi, dan ketika dia membuka pintu rumah untuk pergi melanjutkan perjalanannya, tampaklah perempuan itu, gundiknya, jatuh di pintu masuk rumah dengan tangan di atas ambang pintu.”

Hakim-hakim 19:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:27?

Ketika orang Lewi bangun keesokan paginya dan keluar rumah, ia menemukan gundiknya tergeletak di depan pintu dengan tangan di ambang pintu, seolah-olah ia berusaha meraih bantuan.

Latar belakang

Tuannya Bangun dan Menemukan Mayat

Tuannya bangun, membuka pintu untuk melanjutkan perjalanan, dan mendapati gundiknya tergeletak di ambang pintu dengan tangan terulur. Ia menyuruhnya bangun, tetapi tak ada jawaban.

Di mana

Gibea

Di rumah, pagi-pagi sekali

Kapan

~1200 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Malam kekejaman
Pemotongan mayat dan perang saudara
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Pencerita yang menyelami kepedihan manusia

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Umat yang belajar dari sejarah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַיָּקָם

vayakam · bangun

berdiri, bangkit dari tidur

וַיִּפְתַּח

vayiftakh · membuka

membuka, mengungkapkan

אֵין

ein · jawaban

tidak ada, tiada

Kontras yang memilukan: tuannya 'bangun' dan 'membuka', tetapi korban tidak ada 'jawaban'. Kehidupan yang dilecehkan telah padam.

Tahukah kamu

Posisi tangan

Tangan yang 'di atas ambang pintu' mungkin menunjukkan usaha terakhir untuk meraih pertolongan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:27

✕  Sering dikira

Menganggap tuannya tidak peduli, karena hanya menyuruh bangun.

✓  Yang sebenarnya

Tindakannya membawa pulang mayat dan memotongnya menunjukkan ia tersentak dan memimpin reaksi nasional.

✕  Sering dikira

Menyalahkan korban karena pergi sendirian.

✓  Yang sebenarnya

Kisah jelas menggambarkan kekerasan brutal yang tidak patut disalahkan pada korban.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:27

Terkadang kita lambat menyadari penderitaan orang terdekat kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan rencana sendiri hingga mengabaikan kebutuhan orang lain, apalagi yang sudah terluka.

Tuhan, ajari kami untuk peka terhadap keadaan sekitar kami, dan jangan biarkan kami acuh terhadap penderitaan saudara-saudari kami. Amin.