Keputusan Berbahaya di Malam Hari
Hakim-hakim 19:10
Kekejaman di Gibea: Pelajaran dari Zaman Tanpa Raja
“Akan tetapi, orang itu tidak bersedia tinggal bermalam. Dia berkemas dan pergi. Dia sampai di daerah yang berhadapan dengan Yebus -- itulah Yerusalem. Bersama dia, ada sepasang keledai berpelana dan gundiknya menyertainya.”Hakim-hakim 19:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga.”Hakim-hakim 19:10 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi orang Lewi itu tidak mau bermalam lagi di situ. Ia dan selirnya berangkat, bersama-sama dengan hambanya dan kedua keledainya yang berpelana. Ketika hari hampir malam, mereka sampai di dekat Yebus (yaitu Yerusalem). Lalu hamba itu berkata kepada tuannya, "Tuan, marilah kita singgah dan bermalam di kota orang Yebus ini saja."”Hakim-hakim 19:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, orang Lewi itu tidak mau bermalam lagi. Dia berangkat bersama gundiknya, pelayannya, dan kedua keledainya. Lalu tibalah mereka di dekat kota Yebus, yang sekarang disebut Yerusalem.”Hakim-hakim 19:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the man would not tarry that night, but he rose up and departed, and came over against Jebus, which is Jerusalem; and there were with him two asses saddled, his concubine also was with him.”Hakim-hakim 19:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:10?
Orang Lewi itu menolak tinggal dan pergi bersama gundik serta pelayannya. Mereka tiba di dekat Yebus (Yerusalem) saat matahari hampir terbenam, tanpa tempat menginap.
Latar belakang
Menolak Perlindungan Kota Asing
Setelah dibujuk mertuanya, orang Lewi dan gundiknya akhirnya pergi, tetapi terlalu lambat sehingga matahari hampir terbenam dekat Yebus (Yerusalem). Meskipun bujangnya menyarankan untuk bermalam di kota Yebus, orang Lewi menolak karena itu kota orang asing, bukan kota Israel.
Di mana
dekat Yebus (Yerusalem)
Dalam perjalanan, saat senja
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Narator
Penulisanonim kitab Hakim-hakim, menyampaikan sejarah Israel
Kepada
Pembaca Israel
Umat Israel yang perlu belajar dari masa lampau
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיָּקָם
wayyaqom · berkemas
berdiri, bangkit, bersiap pergi
וַיֵּלֶךְ
wayyelekh · pergi
berjalan, berangkat
נֹכַח
nokhakh · berhadapan
di depan, berseberangan
Kata 'berkemas' (wayyaqom) menunjukkan tindakan tegas, tetapi ironisnya keputusan ini membawa mereka ke bahaya. 'Berhadapan' dengan Yebus menegaskan jarak yang dekat, tetapi mereka memilih melewatinya.
Tahukah kamu
Yebus vs Yerusalem
Yebus adalah nama kuno Yerusalem sebelum direbut Daud (2 Samuel 5:6-9). Pada zaman ini, kota itu masih dihuni orang Yebus, bukan orang Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:10
Ulangan 12:8-9
zaman tanpa raja
“Janganlah kamu melakukan semuanya seperti yang kita lakukan di sini pada hari ini, masing-masing melakukan apa yang benar di matanya sendiri...”
Hakim-hakim 17:6
Tema utama kitab
“Pada zaman itu tidak ada raja di Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
2 Samuel 5:6-7
Yebus kemudian direbut
“Lalu raja dan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, kepada orang Yebus, penduduk negeri itu... Daud merebut benteng Sion, itulah kota Daud.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:10
✕ Sering dikira
Orang Lewi takut pada orang Yebus karena mereka berbahaya.
✓ Yang sebenarnya
Ia menolak karena tidak mau bergaul dengan orang asing, bukan karena takut, melainkan karena merasa lebih aman di kota Israel.
✕ Sering dikira
Yerusalem sudah bernama Yerusalem saat itu.
✓ Yang sebenarnya
Kota itu masih disebut Yebus, nama yang diberikan orang Yebus, sebelum direbut Daud.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:10
Keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan bahaya bisa membawa konsekuensi. Perhatikan lingkungan sekitar dan buat keputusan yang aman, sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan, lindungi aku dari keputusan yang gegabah, dan bimbing aku untuk selalu waspada dalam setiap langkahku. Amin.