Jatuh di Ambang Pintu

Hakim-hakim 19:26

Tragedi di Pagi Hari

PerikopOrang Lewi dan Hamba Perempuannya · Hakim-hakim 19:1-30 →
“Menjelang pagi, perempuan itu datang dan jatuh di pintu masuk rumah orang itu, di tempat tuannya menginap, sampai siang hari.”

Hakim-hakim 19:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:26?

Setelah dianiaya sepanjang malam, perempuan itu dilepaskan saat fajar. Ia berjalan atau merangkak kembali ke rumah tempat tuannya menginap, lalu jatuh di depan pintu, kelelahan dan mungkin sekarat.

Latar belakang

Korban di Ambang Pintu

Setelah dianiaya sepanjang malam, gundik itu merangkak kembali ke rumah dan jatuh di depan pintu, tepat di tempat tuannya bermalam. Ia tergeletak tanpa daya sampai siang.

Di mana

Depan rumah di Gibea

Di ambang pintu, pagi hari

Kapan

~1200 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kekerasan semalam
Pemotongan tubuh dan perang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Pencatat peristiwa dengan detail yang menusuk

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Mereka yang merenungkan akibat dosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַתִּפֹּל

vattipol · jatuh

roboh, tergeletak karena kehabisan tenaga atau mati

פֶּתַח

petakh · pintu masuk

bukaan pintu, pintu gerbang

הָאוֹר

ha'or · siang hari

cahaya, terang, waktu siang

Kata 'jatuh' dan 'pintu' menggarisbawahi bahwa korban berada di ambang keselamatan, namun tidak ada yang menolong—cahaya siang pun menyoroti kematiannya.

Tahukah kamu

Ambang pintu simbolis

Dalam budaya Timur Tengah kuno, ambang pintu melambangkan batas antara keamanan di dalam dan bahaya di luar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:26

✕  Sering dikira

Menganggap perempuan itu masih hidup dan hanya lelah.

✓  Yang sebenarnya

Banyak penafsir melihat ia sudah mati, karena tidak menjawab panggilan di ayat 28.

✕  Sering dikira

Menuduh perempuan itu pantas menerima ini.

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak pernah membenarkan kekerasan; ia adalah korban.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:26

Kekerasan sering meninggalkan luka yang dalam dan membuat korban merasa terbuang. Kita perlu peka terhadap penderitaan orang lain, terutama mereka yang mengalami kekerasan, dan siap menolong mereka.

Tuhan, buka mata kami untuk melihat mereka yang terluka dan terbuang, dan beri kami keberanian untuk mendekat dan menolong mereka. Amin.