Tiga hari di rumah mertua

Hakim-hakim 19:4

Kisah Tragis di Gibea

Mertuanya, ayah perempuan muda itu, menahannya untuk tinggal bersama dengannya selama tiga hari. Dia makan, minum, dan bermalam di sana.

Hakim-hakim 19:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:4?

Mertuanya (ayah gundik) menahan Lewi itu untuk tinggal tiga hari, dan ia makan, minum, dan bermalam di sana. Ini menunjukkan keramahan dan keinginan untuk mempererat hubungan keluarga.

Latar belakang

Keramahan yang Menahan

Suami Lewi datang untuk membujuk gundiknya kembali. Ayah gundik menyambut dengan sukacita dan menahan mereka selama tiga hari, menunjukkan keramahan Timur Tengah kuno.

Di mana

Betlehem-Yehuda

Rumah ayah gundik itu

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Gundik melarikan diri
Perjalanan pulang yang tragis
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab, mungkin seorang nabi atau imam

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang perlu belajar dari masa lalu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַיֶּחֱזַק

wayyeḥezaq · menahannya

memegang erat, memaksa tinggal

לָשֶׁבֶת

lāšebeṯ · tinggal

duduk, berdiam

שְׁלֹשָׁה

šəlōšāh · tiga

angka tiga

Keramahan yang kuat (menahannya) dan tinggal (duduk) selama tiga hari menunjukkan bahwa tuan rumah sangat ingin memuaskan tamunya, tetapi justru menunda kepulangan mereka, yang akhirnya membawa mereka ke bahaya.

Tahukah kamu

Tiga hari

Tiga hari adalah waktu yang umum untuk jamuan di zaman kuno, seperti pernikahan atau perayaan besar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:4

✕  Sering dikira

Tiga hari dianggap tidak penting dan hanya detail kronologis.

✓  Yang sebenarnya

Tiga hari menunjukkan penundaan yang berlebihan, yang membuat mereka berangkat terlambat dan terjebak di Gibea.

✕  Sering dikira

Mertua dianggap tidak ramah karena menahan mereka terlalu lama.

✓  Yang sebenarnya

Menahan tamu adalah tanda kehormatan dan keramahan, tetapi dalam konteks ini justru menjadi ironi tragis.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:4

Keramahan dan waktu yang dihabiskan bersama keluarga dapat menyembuhkan luka. Mari kita luangkan waktu untuk membangun hubungan yang hangat dengan orang-orang terdekat.

Tuhan, ajari aku untuk menjadi pribadi yang ramah dan penuh kasih dalam keluargaku. Amin.