Ditolak di Tanah Lapang

Hakim-hakim 19:15

Kekejaman di Gibea

Mereka singgah di sana, lalu masuk dan bermalam di Gibea. Mereka datang dan berkemah di tanah lapang kota. Tidak seorang pun mengajak mereka untuk bermalam di rumahnya.

Hakim-hakim 19:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:15?

Mereka tiba di Gibea dan beristirahat di tanah lapang kota, tetapi tidak ada seorang pun yang menawarkan mereka menginap di rumah mereka.

Latar belakang

Tidak Ada yang Menawarkan Tempat

Mereka masuk Gibea dan duduk di tanah lapang, menunggu tuan rumah. Tidak seorang pun di kota itu menawarkan mereka menginap, memperlihatkan kurangnya keramahan yang seharusnya menjadi ciri bangsa Israel.

Di mana

Gibea, Tanah Lapang

Malam hari, di ruang terbuka kota

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tiba di Gibea
Ditolak warga
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis Kitab Hakim-hakim

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang mengenal kisah Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סוּר

sur · singgah

berpaling, menyimpang, masuk

רְחוֹב

rechov · tanah lapang

tempat yang luas, lapangan

אָסַף

asaf · mengajak

mengumpulkan, menerima

'Sur' (singgah) berarti menyimpang dari jalan, 'rechov' (tanah lapang) adalah ruang publik yang terbuka, 'asaf' (mengajak) berarti mengumpulkan ke rumah. Ini menunjukkan isolasi mereka di tempat umum yang tak ramah.

Tahukah kamu

Tanah Lapang vs Rumah

Dataran kota adalah tempat umum yang tidak aman untuk tidur. Di Timur Tengah kuno, menerima tamu adalah kewajiban suci, jadi penolakan ini sangat memalukan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:15

✕  Sering dikira

Tanah lapang adalah tempat yang aman karena terbuka.

✓  Yang sebenarnya

Faktanya, tanah lapang tidak aman; mereka terpaksa di luar rumah.

✕  Sering dikira

Tidak ada yang mengajak karena semua orang sibuk.

✓  Yang sebenarnya

Ini menunjukkan keegoisan dan ketidakpedulian yang mencolok, bukan kesibukan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:15

Saat kita berada di tempat asing, kita sangat membutuhkan pertolongan orang lain. Marilah kita menjadi orang yang peka dan mau berbagi tempat serta rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Tuhan, bukalah mata kami untuk melihat kebutuhan sesama dan berikanlah hati yang rela menolong mereka yang dalam kesulitan. Amin.