Sambutan Hangat

Hakim-hakim 19:20

Malam yang Kelam di Gibea

Orang tua itu berkata, “Damai untukmu. Biarlah aku menanggung segala keperluanmu, tetapi jangan bermalam di tanah lapang.”

Hakim-hakim 19:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:20?

Orang tua itu menyambut mereka dengan damai dan menawarkan untuk memenuhi segala keperluan mereka, serta melarang mereka bermalam di tanah lapang karena tidak aman. Ini adalah contoh keramahan dan kepedulian terhadap sesama yang sedang dalam perjalanan.

Latar belakang

Tawaran Keramahan

Orang tua itu menanggapi dengan ramah, menawarkan untuk memenuhi segala kebutuhan mereka dan melarang mereka bermalam di tanah lapang yang berbahaya. Dia membawa mereka ke rumahnya, menunjukkan keramahtamahan yang menjadi norma budaya saat itu.

Di mana

Gibea

Di rumah orang tua, setelah matahari terbenam

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tidak ada raja di Israel
Perang saudara melawan Benyamin
Kamu di sini
O

Yang berbicara

Orang tua dari Efraim

Penduduk Gibea, asli Efraim, bekerja di ladang

O

Kepada

Orang Lewi dan rombongan

Para musafir yang mencari tempat bermalam

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁלוֹם

shalom · Damai

kedamaian, kesejahteraan, keselamatan, kelengkapan

כָּל

kol · menanggung

semua, seluruh, atau segala keperluan

רְחוֹב

rechov · tanah lapang

lapangan atau jalan lebar di depan gerbang kota

Kata-kata ini menekankan tanggung jawab sosial untuk melindungi orang asing, dan 'shalom' menjadi inti dari keramahan yang sejati: memberikan kesejahteraan, bukan hanya tempat tidur.

Tahukah kamu

Kata 'damai' (shalom)

Sapaan 'damai' bukan sekadar salam, tetapi doa dan harapan akan kesejahteraan, keselamatan, dan keutuhan bagi pihak yang disapa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:20

✕  Sering dikira

Orang tua itu memaksakan kehendaknya pada orang Lewi.

✓  Yang sebenarnya

Dia hanya menawarkan perlindungan, dan orang Lewi menerimanya dengan sukarela.

✕  Sering dikira

Keramahtamahan seperti ini hanya berlaku di zaman kuno.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya tetap relevan: peduli pada orang yang membutuhkan tempat berlindung.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:20

Keramahan sejati tidak hanya sekadar menawarkan bantuan, tetapi juga aktif memenuhi kebutuhan orang lain. Kita bisa belajar dari orang tua ini untuk peduli pada orang yang sedang kesulitan di sekitar kita.

Tuhan, berikan aku hati yang peka untuk melihat kebutuhan orang lain dan tangan yang siap menolong. Amin.