Tuan Rumah Membela Tamunya
Hakim-hakim 19:23
Kekejaman di Gibea
“Laki-laki pemilik rumah itu keluar menemui mereka, dan berkata kepada mereka, “Tidak saudara-saudaraku. Kumohon jangan berbuat jahat terhadap orang yang masuk ke rumahku. Jangan lakukan hal yang jahat.”Hakim-hakim 19:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.”Hakim-hakim 19:23 · TB
Terjemahan Baru
“Orang tua itu keluar dan berkata kepada mereka, "Jangan, saudara-saudara! Saya mohon, janganlah melakukan hal yang jahat dan tak patut seperti itu, sebab dia tamu saya.”Hakim-hakim 19:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang tua itu keluar menemui mereka. Katanya, “Saudara-saudaraku, jangan berbuat jahat begitu. Dia adalah tamu di rumah saya. Jangan melakukan perbuatan keji ini!”Hakim-hakim 19:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the man, the master of the house, went out unto them, and said unto them, Nay, my brethren, nay, I pray you, do not so wickedly; seeing that this man is come into mine house, do not this folly.”Hakim-hakim 19:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:23?
Pemilik rumah keluar dan memohon agar orang-orang itu tidak berbuat jahat kepada tamunya. Namun, ia menawarkan anak perempuannya yang masih perawan dan gundik orang itu untuk diperkosa sebagai gantinya. Ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi, karena mengorbankan perempuan demi melindungi laki-laki.
Latar belakang
Tuan Rumah Mencoba Meredakan Amukan
Tuan rumah keluar dan berbicara kepada orang banyak, memohon agar mereka tidak berbuat jahat kepada tamunya. Dia menyebut mereka 'saudara-saudaraku' untuk merendahkan diri, tetapi mereka tidak mau mendengarkan.
Di mana
Gibea
Di depan pintu rumah, malam hari
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Orang tua tuan rumah
Orang Efraim yang tinggal di Gibea, tua dan bijaksana
Kepada
Orang-orang kota Gibea
Gerombolan laki-laki dursila yang mengepung rumah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · jahat
kejahatan, keburukan moral
אַחַי
akhai · saudara-saudaraku
saudara-saudaraku, digunakan untuk membangun ikatan
בּוֹא
bo · masuk
datang, memasuki
Tuan rumah menyebut mereka 'saudara' untuk melunakkan hati, tetapi kata 'jahat' menunjukkan pelanggaran moral yang serius. Yang 'masuk' adalah tamu yang dilindungi, namun malah terancam.
Tahukah kamu
Hukum Keramahan
Di Timur Dekat kuno, melindungi tamu adalah kewajiban sakral yang lebih tinggi daripada melindungi keluarga sendiri. Ini menjelaskan mengapa tuan rumah bersedia menyerahkan anak perempuannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:23
Kejadian 19:8
Tawaran serupa oleh Lot
“Aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum mengenal laki-laki. Izinkanlah aku membawa mereka keluar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik, tetapi janganlah kamu berbuat apa-apa kepada orang-orang ini.”
Imamat 19:17
Panggilan untuk tidak membenci
“Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus menegur sesamamu dengan terus terang supaya jangan engkau ikut menanggung dosanya.”
Amsal 18:19
Persaudaraan yang rusak
“Saudara yang dikhianati lebih sulit didekati daripada kota yang berkubu, dan pertengkaran adalah seperti palang pintu sebuah puri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:23
✕ Sering dikira
Tuan rumah benar melindungi tamu dengan cara apa pun
✓ Yang sebenarnya
Meskipun melindungi tamu, dia menawarkan anak perempuannya, yang jelas salah.
✕ Sering dikira
Panggilan 'saudara' menunjukkan kasih
✓ Yang sebenarnya
Itu taktik untuk menenangkan, tetapi tidak berhasil.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:23
Tuhan tidak pernah menghendaki kekerasan. Tindakan menawarkan anak sendiri untuk diperkosa adalah salah dan tidak dapat dibenarkan. Kita harus menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, serta memperjuangkan keadilan yang sesungguhnya.
Tuhan, ampunilah kami jika kami pernah mengorbankan orang lain demi melindungi diri sendiri. Tolong kami untuk selalu menghargai setiap orang sebagai ciptaan-Mu yang berharga. Amin.