Tawaran yang Mengerikan
Hakim-hakim 19:24
Kekejaman di Gibea
PerikopOrang Lewi dan Hamba Perempuannya · Hakim-hakim 19:1-30 →“Akan tetapi, ada anak perempuanku yang masih perawan, dan juga gundik orang itu. Aku akan membawa mereka keluar. Perkosalah mereka dan lakukanlah apa yang kaupandang baik. Namun, jangan lakukan yang jahat kepada orang ini.””Hakim-hakim 19:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."”Hakim-hakim 19:24 · TB
Terjemahan Baru
“Nanti saya berikan saja selirnya dan anak gadis saya kepada kalian. Bolehlah kalian memuaskan diri dengan mereka. Tapi, janganlah melakukan apa-apa yang jahat terhadap tamu saya itu!"”Hakim-hakim 19:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di sini ada anak gadis saya yang masih perawan dan gundik dari tamu saya. Biarlah saya bawa mereka keluar. Lakukanlah sesuka hati terhadap mereka. Tetapi jangan berbuat keji terhadap tamu saya ini!””Hakim-hakim 19:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Behold, here is my daughter a maiden, and his concubine; them I will bring out now, and humble ye them, and do with them what seemeth good unto you: but unto this man do not so vile a thing.”Hakim-hakim 19:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:24?
Pemilik rumah terus mendesak orang-orang itu untuk tidak menyakiti tamunya dan menawarkan anak perempuan serta gundik orang Lewi sebagai ganti. Ini menunjukkan bahwa dalam budaya patriarkal saat itu, perempuan dianggap sebagai milik laki-laki dan bisa ditukar dengan laki-laki lain. Namun, cara berpikir ini sangat salah dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang menjunjung tinggi martabat setiap orang.
Latar belakang
Nyawa Tamu Dihargai Lebih Tinggi
Tuan rumah menawarkan anak perempuannya yang masih perawan dan gundik tamu untuk diperkosa sebagai ganti tamu laki-laki. Pikirannya terdistorsi oleh kode kehormatan yang salah, mengorbankan perempuan untuk melindungi laki-laki.
Di mana
Gibea
Di depan pintu rumah, malam hari
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Orang tua tuan rumah
Orang Efraim yang tinggal di Gibea, tua dan bijaksana
Kepada
Orang-orang kota Gibea
Gerombolan laki-laki dursila yang mengepung rumah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּתוּלָה
betulah · perawan
gadis yang belum menikah, perawan
פִּילֶגֶשׁ
pilegesh · gundik
istri selir, perempuan yang dinikahi dengan status lebih rendah
עָנָה
anah · perkosalah
mempermalukan, merendahkan, menindas (dipakai untuk kekerasan seksual)
Ketiga kata ini menunjukkan nilai manusia yang dipandang berdasarkan status: perawan dihargai karena kesuciannya, gundik dianggap rendah, dan kata 'anah' menekankan aspek merendahkan, bukan hanya tindakan fisik.
Tahukah kamu
Status Anak Perempuan
Dalam budaya patriarkal kuno, anak perempuan dianggap milik ayah, sehingga dia bisa menawarkannya tanpa persetujuan. Ini menunjukkan betapa rendahnya status perempuan saat itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:24
Ulangan 22:25-26
Melindungi perempuan dari perkosaan
“Tetapi jika laki-laki itu di padang bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu dan tidur dengan dia, maka hanya laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati.”
Hakim-hakim 19:25
Akibat langsung
“Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya keluar, kepada mereka.”
Kejadian 34:1-2
Perkosaan terhadap perempuan
“Pada waktu itu pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, untuk melihat-lihat anak-anak perempuan negeri itu. Lalu Sikhem, anak Hamor, orang Hewi itu, melihat Dina, menangkapnya dan menidurinya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:24
✕ Sering dikira
Tuhan menyetujui tindakan tuan rumah
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mencatat dosa manusia, bukan perintah Tuhan. Tidak ada pembenaran.
✕ Sering dikira
Gundik dianggap tidak penting
✓ Yang sebenarnya
Meskipun statusnya rendah, dia tetap manusia; kematiannya kemudian mengakibatkan perang.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:24
Kita tidak boleh memandang rendah atau memanfaatkan orang lain demi melindungi kenyamanan kita sendiri. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sama-sama segambar dengan-Nya. Jadi, perlakukanlah setiap orang dengan hormat, terutama yang rentan.
Tuhan, ubah cara pikir kami agar selalu menghargai setiap orang, tanpa memandang gender atau status. Amin.