Levite menjelaskan tujuan

Hakim-hakim 19:18

Kekerasan di Gibea

Dia berkata kepadanya, “Kami datang dari Betlehem-Yehuda menuju ke balik Pegunungan Efraim, sebab dari sanalah aku berasal. Sebelumnya, aku pergi ke Betlehem-Yehuda, tetapi sekarang aku akan pulang ke rumah. Akan tetapi, tidak ada orang yang mengajakku ke rumahnya.

Hakim-hakim 19:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 19:18?

Orang Lewi itu menjelaskan bahwa dia berasal dari Pegunungan Efraim dan telah pergi ke Betlehem-Yehuda, dan bahwa ia tidak mendapat tempat untuk bermalam di Gibea.

Latar belakang

Levite menceritakan asal-usulnya

Orang Lewi itu menjelaskan bahwa dia berasal dari daerah pegunungan Efraim dan baru dari Betlehem-Yehuda. Dia mengeluh tidak ada yang mengajaknya bermalam, meskipun dia membawa segala keperluan sendiri.

Di mana

Gibea

Tanah lapang kota, saat senja

Kapan

~1150 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dari Betlehem Yehuda
Diberi tumpangan oleh orang tua
Kamu di sini
O

Yang berbicara

Orang Lewi

Seorang Lewi, suami dari gundik yang melarikan diri

O

Kepada

Orang tua Efraim

Pendatang di Gibea, calon tuan rumah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָנֹכִי

anokhi · berasal

aku (menekankan identitas diri)

שׁוּב

shuv · pulang

kembali, pulang, berbalik

אָסַף

asaf · mengajak

mengumpulkan, menerima

Kata 'pulang' menunjukkan tujuan akhirnya, tetapi ia tidak bisa pulang karena tidak ada yang menerima dia—ironis di tengah umat Tuhan.

Tahukah kamu

Kemandirian musafir

Dia membawa makanan dan makanan untuk keledai, jadi dia tidak bermaksud menyusahkan siapa pun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:18

✕  Sering dikira

Levite itu tidak punya tempat tinggal tetap.

✓  Yang sebenarnya

Dia memang punya rumah di Efraim, tapi sedang dalam perjalanan.

✕  Sering dikira

Dia mengeluh karena kekurangan makanan.

✓  Yang sebenarnya

Dia justru menegaskan bahwa mereka berkecukupan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 19:18

Kejujuran tentang kebutuhan kita adalah langkah awal untuk menerima bantuan. Jangan takut untuk mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan orang lain, karena Tuhan sering bekerja melalui orang lain.

Ya Bapa, tolong kami untuk rendah hati mengakui kebutuhan kami dan berani meminta bantuan saat kami memerlukannya, sehingga Engkau dapat memakai orang lain untuk menolong kami. Amin.