Jamuan yang menunda pulang
Hakim-hakim 19:6
Kisah Tragis di Gibea
“Lalu, keduanya makan dan minum bersama-sama. Ayah perempuan itu berkata kepada laki-laki itu, “Kiranya putuskanlah untuk bermalam lagi supaya hatimu gembira.””Hakim-hakim 19:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira."”Hakim-hakim 19:6 · TB
Terjemahan Baru
“Maka duduklah orang Lewi itu lalu makan dan minum bersama-sama dengan ayah wanita itu. Tetapi ketika ia berdiri hendak berangkat, ayah wanita itu membujuknya supaya jangan pergi. "Bersenang-senanglah dulu," katanya, "dan bermalamlah di sini." Maka tinggallah orang Lewi itu di situ semalam lagi.”Hakim-hakim 19:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka mereka berdua duduk, lalu makan bersama-sama. Ayah perempuan itu berkata kepada menantunya, “Tinggallah satu malam lagi di rumahku. Santai saja di sini bersama istrimu.””Hakim-hakim 19:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they sat down, and did eat and drink both of them together: for the damsel’s father had said unto the man, Be content, I pray thee, and tarry all night, and let thine heart be merry.”Hakim-hakim 19:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 19:6?
Keduanya makan dan minum bersama, dan ayah gundik itu mendesaknya untuk bermalam lagi agar hatinya gembira. Ini menunjukkan suasana keakraban dan keinginan untuk memperpanjang kebersamaan.
Latar belakang
Desakan untuk Bermalam
Setelah makan, ayah gundik kembali mendesak menantunya untuk bermalam lagi, supaya hatinya gembira. Ini menunjukkan keramahan yang berlebihan, tetapi juga semakin menunda keberangkatan mereka, yang akhirnya membawa malapetaka.
Di mana
Betlehem-Yehuda
Rumah ayah gundik, siang hari
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Ayah gundik
Mertua laki-laki, tuan rumah yang ramah
Kepada
Orang Lewi
Suami gundik, tamu yang ingin segera pulang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לִין
lîn · bermalam
tinggal semalam, bermalam
טוֹב
ṭôḇ · gembira
baik, menyenangkan
לְבָבְךָ
ləḇāḇəḵā · hatimu
hatimu (pusat emosi)
Kata 'bermalam' dan 'hati gembira' menunjukkan bahwa tuan rumah ingin memperpanjang kebersamaan, tetapi ironisnya, penundaan ini membawa mereka ke bahaya maut di Gibea.
Tahukah kamu
Hati gembira
Ungkapan 'hatimu gembira' sering muncul dalam konteks makan dan minum, menunjukkan bahwa keramahan bertujuan untuk sukacita bersama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 19:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 19:6
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya menceritakan keramahan biasa tanpa makna penting.
✓ Yang sebenarnya
Penundaan ini krusial karena menyebabkan mereka berangkat terlambat dan akhirnya terjebak di Gibea, kota yang tidak ramah.
✕ Sering dikira
Mertua dianggap egois karena memaksa tamunya tinggal.
✓ Yang sebenarnya
Dalam budaya Timur, menolak tawaran makan atau menginap bisa dianggap penghinaan, jadi orang Lewi mungkin merasa tidak enak untuk menolak.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 19:6
Kebersamaan yang tulus dapat membawa sukacita. Jangan terburu-buru mengakhiri waktu bersama orang yang kita kasihi; hargai momen kebersamaan.
Tuhan, terima kasih untuk waktu bersama orang-orang yang kukasihi. Ajari aku untuk menikmati setiap momen yang Engkau berikan. Amin.