Allah memanggil Musa di Kemah Suci
Imamat 18:1-30
Peraturan tentang Hubungan Seksual
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Pembukaan firman ilahi
Allah memanggil Musa untuk memberikan instruksi penting. Ini bukan obrolan biasa — ini adalah firman resmi dari Allah Israel. Pola 'TUHAN berfirman kepada Musa' berulang ratusan kali di Imamat sebagai penanda otoritas ilahi.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di dalam atau dekat Kemah Pertemuan · gurun yang sunyi
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara kepada Musa
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Arti tiap ayat
Penjelasan Imamat 18:1-30 Ayat per Ayat
Imamat 18:1
Ini adalah kata pembuka dari Tuhan kepada Musa. Ini menunjukkan bahwa perintah-perintah yang mengikuti adalah langsung dari Allah, dan Musa adalah perantara yang menyampaikannya kepada umat Israel. Ayat ini menekankan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:2
Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai TUHAN, Allah Israel. Ini adalah pengingat akan identitas dan hubungan khusus antara Allah dan umat-Nya. Dengan menyatakan 'Akulah TUHAN, Allahmu', Allah menegaskan hak-Nya untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:3
Allah memerintahkan umat Israel untuk tidak meniru kebiasaan orang Mesir (tempat asal mereka) atau orang Kanaan (tempat tujuan mereka). Ini menekankan bahwa umat Allah harus memiliki standar moral yang berbeda dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:4
Allah memerintahkan umat Israel untuk melakukan peraturan-Nya dan hidup menurut hukum-Nya. Ini adalah panggilan untuk ketaatan yang nyata dalam hidup sehari-hari, bukan sekadar pengetahuan tentang hukum.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:5
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang melakukan hukum dan peraturan Tuhan akan hidup. Ini menunjukkan bahwa ketaatan membawa kehidupan, baik secara rohani maupun jasmani. Ini adalah janji berkat bagi mereka yang setia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:6
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan sanak saudara, yaitu inses. Ini adalah perintah yang melindungi kekudusan keluarga dan relasi. Tuhan menetapkan batasan untuk menjaga ketertiban dan kesehatan masyarakat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:7
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan istri ayahmu, yang dianggap sebagai ibumu. Ini menekankan penghormatan terhadap ikatan keluarga dan otoritas ayah. Larangan ini mencakup hubungan dengan ibu kandung maupun…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:8
Ayat ini menegaskan larangan berhubungan seksual dengan istri ayahmu, meskipun dia bukan ibumu. Hal ini karena istri ayahmu adalah milik ayahmu dan hubungan itu akan melanggar hak ayahmu serta merusak keutuhan keluarga.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:9
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan saudara perempuan, baik saudara kandung, saudara tiri, atau saudara angkat, baik yang tinggal serumah maupun tidak. Ini menekankan kekudusan hubungan keluarga dan larangan inses.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:10
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan. Ini adalah pelanggaran terhadap keturunan sendiri dan membawa aib pada keluarga. Larangan ini melindungi kemurnian garis…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:11
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan saudara tiri perempuan, yaitu anak perempuan dari ayah dan istrinya. Dia dianggap sebagai saudara perempuan, sehingga hubungan seksual dengannya adalah inses dan dilarang.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:12
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan bibi, yaitu saudara perempuan ayah. Karena dia adalah kerabat dekat ayah, hubungan tersebut dianggap melanggar kesucian keluarga dan tidak diizinkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:13
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan bibi dari pihak ibu, yaitu saudara perempuan ibu. Ini adalah bagian dari daftar larangan hubungan sedarah yang bertujuan melindungi batas-batas kekeluargaan dan kekudusan umat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:14
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan istri paman, yang disebut sebagai bibi. Larangan ini menegaskan bahwa hubungan seksual dengan kerabat dekat adalah kekejian di mata Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:15
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan menantu perempuan, yaitu istri anak laki-laki. Ini adalah bagian dari aturan kekudusan yang menjaga kehormatan keluarga dan mencegah perzinahan dalam lingkup keluarga.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:16
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan istri saudara laki-laki, baik saat saudara itu masih hidup maupun setelahnya (dalam konteks tertentu). Larangan ini menegaskan kekudusan pernikahan dan menghormati hak saudara.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:17
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan seorang perempuan dan juga anak perempuannya atau cucunya. Larangan ini mencakup hubungan dengan beberapa generasi dalam satu keluarga, yang dianggap sebagai perzinaan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:18
Ayat ini melarang seorang pria mengambil saudara perempuan istrinya sebagai istri tambahan selama istrinya masih hidup. Ini adalah larangan poligami dengan saudari istri, yang dapat menyebabkan perselisihan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:19
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan perempuan yang sedang menstruasi. Dalam konteks budaya Israel kuno, hal ini berkaitan dengan ritus kemurnian dan kesehatan, serta menekankan bahwa seksualitas memiliki batasan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:20
Ayat ini melarang perzinahan, yaitu hubungan seksual dengan istri orang lain. Ini adalah perintah moral yang melindungi kesucian pernikahan dan mencegah kehancuran keluarga.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:21
Ayat ini melarang mempersembahkan anak kepada Molokh, dewa yang disembah dengan korban anak. Ini menunjukkan bahwa hidup tidak boleh dikorbankan untuk dewa-dewa palsu, dan nama Allah tidak boleh dinajiskan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:22
Ayat ini melarang hubungan seksual sesama jenis ('laki-laki dengan laki-laki'). Dalam konteks Alkitab, ini adalah larangan yang jelas, dan sering ditafsirkan sebagai perintah moral bagi umat Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:23
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan binatang (bestialitas), yang dianggap sebagai kekejian. Ini menegaskan martabat manusia dan keteraturan ciptaan, serta melarang praktek yang merendahkan manusia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:24
Ayat ini menjelaskan bahwa bangsa-bangsa kafir menjadi najis karena perbuatan kekejian itu, sehingga Allah menghukum mereka dan tanah mereka memuntahkan mereka. Umat Israel diperingatkan agar tidak meniru hal itu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:25
Ayat ini menjelaskan bahwa tanah Kanaan menjadi najis karena perbuatan penduduknya, sehingga Tuhan menghukum mereka dengan membuat tanah itu 'memuntahkan' mereka, yaitu mengusir mereka dari negeri itu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:26
Orang Israel dan pendatang di antara mereka diperintahkan untuk menaati semua peraturan dan hukum Tuhan, dan tidak melakukan kekejian yang dilakukan oleh penduduk Kanaan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:27
Ayat ini mengingatkan bahwa penduduk Kanaan yang terdahulu telah melakukan kekejian tersebut, sehingga negeri mereka menjadi najis dan layak dihukum.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:28
Jika umat Israel meniru kekejian penduduk Kanaan, tanah itu akan 'memuntahkan' mereka juga, sama seperti Tuhan menghukum bangsa-bangsa sebelumnya dengan pembuangan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:29
Setiap orang yang melakukan kekejian yang disebutkan dalam pasal ini harus dilenyapkan dari antara umatnya, menunjukkan betapa seriusnya dosa tersebut di mata Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Imamat 18:30
Tuhan menutup pasal ini dengan perintah untuk menaati segala perintah-Nya, supaya umat tidak meniru kekejian bangsa-bangsa sebelumnya dan menjadi najis; pengakuan bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →