Hukum Kemurnian Seksual
Imamat 18:19
Kekudusan dalam Hubungan Seksual
“Jangan mendekati seorang perempuan yang sedang dalam kenajisan haid untuk mengadakan hubungan seksual dengannya.”Imamat 18:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya.”Imamat 18:19 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan bersetubuh dengan seorang wanita selama masa haidnya, karena ia dalam keadaan najis.”Imamat 18:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jangan bersetubuh dengan perempuan yang sedang haid, karena dia dalam keadaan najis.”Imamat 18:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Also thou shalt not approach unto a woman to uncover her nakedness, as long as she is put apart for her uncleanness.”Imamat 18:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 18:19?
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan perempuan yang sedang menstruasi. Dalam konteks budaya Israel kuno, hal ini berkaitan dengan ritus kemurnian dan kesehatan, serta menekankan bahwa seksualitas memiliki batasan dan harus dihormati.
Latar belakang
Larangan saat haid
TUHAN memberi aturan tentang hubungan seksual dalam masa haid. Ini menekankan kekudusan tubuh dan pemisahan dari hal yang najis secara ritual.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara firman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תִּקְרַב
tiqrav · mendekati
mendekat, menghampiri, dalam konteks ini untuk hubungan seksual
נִדָּה
niddah · haid
periode menstruasi, secara harfiah 'pemisahan' atau 'kenajisan'
לְטַמְּאָה
letam'ah · menajiskan
menajiskan, membuat tidak suci, mencemari secara ritual
Tiga kata ini menunjukkan bahwa pendekatan seksual pada masa haid bukan hanya soal biologis, tetapi juga ritual: mendekati (tiqrav) apa yang dipisahkan (niddah) akan menajiskan (tame') seseorang, sehingga menekankan pentingnya batasan dalam hubungan seksual untuk menjaga kekudusan.
Tahukah kamu
Akar kata 'niddah'
Kata Ibrani untuk 'haid' (niddah) berakar dari kata yang berarti 'disingkirkan', menunjukkan status pemisahan ritual.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 18:19
Imamat 15:19-24
Peraturan haid
“Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan dan lelehan itu adalah darah pada tubuhnya, ia akan menjadi najis selama tujuh hari...”
Yehezkiel 22:10
Pelanggaran hukum
“Di dalammu orang memperlakukan ayah dan ibu dengan hina; di dalammu orang menindas orang asing; yatim dan janda kauaniaya.”
Imamat 20:18
Hukuman serupa
“Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang sedang haid dan menyingkapkan kemaluannya, ia telah menyingkapkan lembah darahnya—orang itu akan dilenyapkan dari bangsanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 18:19
✕ Sering dikira
Larangan ini bersifat permanen dan medis.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah aturan ritual sementara untuk menjaga kekudusan, bukan larangan permanen atau masalah kesehatan.
✕ Sering dikira
Hubungan seksual selalu najis.
✓ Yang sebenarnya
Hanya pada masa haid yang najis; di luar itu hubungan seksual dalam pernikahan dianggap baik (Kejadian 2:24).
Renungan
Renungan Singkat Imamat 18:19
Di zaman modern, prinsip ini mengingatkan kita untuk menghormati tubuh dan siklus alami pasangan. Ini juga mengajarkan bahwa hubungan intim bukan sekadar hasrat, tetapi harus dijalani dengan saling menghargai dan pengertian.
Tuhan, ajari kami untuk menghormati tubuh dan masa-masa pasangan kami, dan untuk mengedepankan kasih serta pengertian dalam setiap hubungan. Amin.