Negeri yang Memuntahkan Penduduknya

Imamat 18:25

Perintah Kesucian dan Larangan

Negeri itu telah menjadi najis. Oleh sebab itu, Aku menimpakan hukuman-Ku ke atasnya sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.

Imamat 18:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 18:25?

Ayat ini menjelaskan bahwa tanah Kanaan menjadi najis karena perbuatan penduduknya, sehingga Tuhan menghukum mereka dengan membuat tanah itu 'memuntahkan' mereka, yaitu mengusir mereka dari negeri itu.

Latar belakang

Negeri Menjadi Najis

TUHAN menjelaskan bahwa bangsa-bangsa sebelumnya (di Kanaan) telah menajiskan negeri melalui perbuatan keji mereka. Akibatnya, negeri itu 'memuntahkan' mereka sebagai hukuman ilahi.

Di mana

Dataran Moab

Di tepi sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Tanah Perjanjian
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai firman Tuhan

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan, baru keluar dari Mesir, menuju Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

טָמֵא

tame' · najis

Kotor secara ritual atau moral

קִיא

qi' · memuntahkan

Melontarkan keluar seperti muntah

עָוֹן

avon · hukuman

Kesalahan, kejahatan, dan konsekuensinya

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa dosa bukan sekadar melanggar aturan, tetapi membuat negeri sakit hingga harus dimuntahkan. Itu gambaran keras tentang kekudusan Allah.

Tahukah kamu

Memuntahkan: Gambaran Kuat

Kata Ibrani untuk 'memuntahkan' sama dengan kata kerja muntah secara harfiah, melukiskan betapa jijiknya Allah terhadap dosa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 18:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 18:25

✕  Sering dikira

Menganggap 'memuntahkan' hanya metafora, bukan hukuman nyata.

✓  Yang sebenarnya

Ini menunjukkan kepastian hukuman Allah atas dosa, bukan sekadar kiasan.

✕  Sering dikira

'Negeri kena hukuman' berarti Allah tidak adil karena menghukum benda mati.

✓  Yang sebenarnya

Bahasa ini menekankan dampak dosa manusia pada lingkungan, bukan menghukum negeri secara harfiah.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 18:25

Hidup dalam dosa tidak hanya merusak diri sendiri tetapi juga lingkungan sekitar. Marilah kita menjaga kekudusan hidup agar berkat Tuhan tetap mengalir dan kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Tuhan, mohon ampun jika selama ini aku membiarkan dosa mencemari hidupku dan lingkunganku. Ajarilah aku hidup kudus di hadapan-Mu. Amin.