Panggilan ketaatan
Imamat 18:30
Hidup kudus di hadapan TUHAN
“Oleh karena itu, kamu harus menaati perintah-Ku supaya kamu tidak melakukan kekejian yang biasa dilakukan sebelum kamu. Jangan menajiskan dirimu dengan semua itu. Akulah TUHAN, Allahmu.””Imamat 18:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dengan demikian kamu harus tetap berpegang pada kewajibanmu terhadap Aku, dan jangan kamu melakukan Imamat 19.1–6 101 sesuatu dari kebiasaan yang keji itu, yang dilakukan sebelum kamu, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu."”Imamat 18:30 · TB
Terjemahan Baru
“Maka TUHAN berkata, "Taatilah peraturan-peraturan yang Kuberikan dan janganlah meniru perbuatan orang-orang yang mendiami tanah Kanaan sebelum kamu. Jangan menajiskan dirimu sendiri dengan melakukan perbuatan-perbuatan itu. Aku TUHAN Allahmu."”Imamat 18:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka taatilah semua perintah-Ku dan janganlah melakukan kejahatan seperti yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang sebelumnya tinggal di negeri Kanaan. Jangan menajiskan dirimu dengan mengikuti cara hidup mereka. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal ini.””Imamat 18:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore shall ye keep mine ordinance, that ye commit not any one of these abominable customs, which were committed before you, and that ye defile not yourselves therein: I am the LORD your God.”Imamat 18:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 18:30?
Tuhan menutup pasal ini dengan perintah untuk menaati segala perintah-Nya, supaya umat tidak meniru kekejian bangsa-bangsa sebelumnya dan menjadi najis; pengakuan bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.
Latar belakang
Penutup yang menuntut respons
Setelah memberikan daftar panjang larangan, Allah menutup dengan perintah untuk menaati semua perintah-Nya. Ini adalah seruan untuk tidak menajiskan diri, dengan pengingat bahwa Allah adalah Tuhan yang kudus. Respons yang diharapkan adalah ketaatan yang loyal.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di kaki Gunung Sinai, saat perkemahan Israel
Kapan
~1445 SM
Taurat diberikan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַר
shamar · taati
menjaga, memelihara, menaati; menunjukkan perhatian yang aktif
תּוֹעֵבָה
to'evah · kekejian
sesuatu yang menjijikkan, kebencian, terutama dalam konteks ibadah
טָמֵא
tame · menajiskan
menjadi najis, tidak tahir; keadaan yang tidak layak di hadapan Allah
Ketiga kata ini menggabungkan ketaatan aktif (shamar) dengan menjauhi kekejian (to'evah) dan kenajisan (tame). Ini menunjukkan bahwa kekudusan bukan hanya tentang menghindari yang salah, tetapi juga aktif menjaga perintah Allah.
Tahukah kamu
Akulah TUHAN
Ungkapan 'Akulah TUHAN' muncul berulang kali dalam pasal ini sebagai pengingat akan otoritas Allah dan alasan untuk menaati hukum-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 18:30
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 18:30
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berisi larangan, tanpa janji berkat.
✓ Yang sebenarnya
Meski tidak eksplisit, konteksnya menunjukkan ketaatan membawa kehidupan dan berkat.
✕ Sering dikira
Menajiskan diri hanya terjadi melalui perbuatan seksual.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, menajiskan diri juga melalui penyembahan berhala dan kekejian lainnya.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 18:30
Ketaatan adalah respon yang benar terhadap kasih dan otoritas Tuhan. Ketika kita taat, kita mengalami pemeliharaan dan berkat-Nya, serta menjaga kekudusan hidup kita.
Tuhan, tolonglah aku untuk hidup taat kepada perintah-Mu dan menjauhi segala yang najis, sehingga aku tetap menjadi milik-Mu yang kudus. Amin.