Larangan dengan bibi dari pihak ayah
Imamat 18:12
Batas-Batas yang Membebaskan
“Jangan mengadakan hubungan seksual dengan saudara perempuan ayahmu. Dia adalah saudara kandung ayahmu.”Imamat 18:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu.”Imamat 18:12 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan bersetubuh dengan bibimu, baik ia saudara ayahmu atau saudara ibumu.”Imamat 18:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jangan bersetubuh dengan saudari ayahmu, karena dia masih keluarga dekat dari ayahmu.”Imamat 18:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt not uncover the nakedness of thy father’s sister: she is thy father’s near kinswoman.”Imamat 18:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 18:12?
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan bibi, yaitu saudara perempuan ayah. Karena dia adalah kerabat dekat ayah, hubungan tersebut dianggap melanggar kesucian keluarga dan tidak diizinkan.
Latar belakang
Saudari kandung ayah adalah bibimu
Larangan ini bergerak naik satu generasi: saudara perempuan ayah (bibi dari pihak ayah). Alasan yang diberikan Allah adalah 'dia adalah saudara kandung ayahmu' — menekankan keterikatan darah yang membuat hubungan seksual menjadi tidak dapat diterima.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Keluarga besar yang hidup berdekatan · komunitas suku
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah yang melindungi batas antar generasi
Kepada
Umat Israel (laki-laki)
Laki-laki Israel dalam keluarga besar multi-generasi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲחֹות אָבִיךָ
akhot avikha · saudara perempuan ayahmu
Saudari kandung ayahmu — bibi dari jalur ayah, kerabat darah yang sangat dekat.
שְׁאֵר אָבִיךָ
she'er avikha · saudara kandung
Harfiah 'daging ayahmu' — menekankan keterikatan biologis yang kuat antara ayah dan saudarinya.
לֹא תְגַלֶּה
lo tegalleh · Jangan mendekati
Harfiah 'jangan ungkapkan' — eufemisme untuk jangan lakukan hubungan seksual.
Frasa 'she'er avikha' (daging ayahmu) untuk mendeskripsikan bibi menunjukkan bahwa bibimu bukan orang asing — dia adalah bagian dari ayahmu sendiri. Ini membuat larangan semakin kuat.
Tahukah kamu
Musa lahir dari pernikahan yang dilarang ini
Yang menarik secara historis: Keluaran 6:20 mencatat bahwa Amram (ayah Musa) menikahi Yokhebed, yang disebut 'saudara perempuan ayahnya' — bibi kandungnya! Pernikahan ini terjadi sebelum hukum Sinai ditetapkan. Hukum Imamat 18:12 melarang hal serupa di masa depan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 18:12
Keluaran 6:20
preseden sebelum hukum Sinai
“Amram menikahi Yokhebed, saudara perempuan ayahnya.”
Imamat 20:19
hukuman di pasal 20
“Jangan mengadakan hubungan seksual dengan bibimu, baik dari ayah maupun ibumu.”
Bilangan 36:6
aturan keluarga suku
“Beginilah perintah TUHAN tentang anak-anak perempuan Zelofhad: Hendaklah mereka menikah dalam suku keluarga ayahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 18:12
✕ Sering dikira
"Musa lahir dari dosa"
✓ Yang sebenarnya
Hukum Sinai belum berlaku saat Amram menikah — Allah menilai orang sesuai wahyu yang tersedia di zamannya.
✕ Sering dikira
"Larangan ini hanya soal warisan keluarga"
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut warisan sama sekali — alasannya adalah keterikatan darah yang membuat hubungan ini tidak sesuai.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 18:12
Kita harus menghormati kerabat orang tua kita sebagai bagian dari keluarga. Jangan merusak hubungan yang telah ada dengan tindakan yang tidak pantas. Jaga kekudusan dalam setiap relasi.
Ya Allah, ajarlah kami untuk menghormati semua anggota keluarga dan hidup dalam kekudusan. Amin.