Zofar Menjawab dengan Tegas
Ayub 20:1-29
Orang Fasik Akan Binasa
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Zofar Tersinggung dan Menjawab
Ayub sebelumnya mengeluh tentang penderitaannya dan menegur teman-temannya. Zofar merasa tersinggung oleh perkataan Ayub yang dianggapnya menghina, sehingga ia membalas dengan teguran keras.
Di mana
Naama (kemungkinan di Edom)
Di tempat pembuangan abu, di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Zofar, orang Naama
Teman Ayub yang keras, ~40 tahun
Kepada
Ayub
Pria saleh yang menderita, ~60 tahun
Arti tiap ayat
Penjelasan Ayub 20:1-29 Ayat per Ayat
Ayub 20:1
Zofar, salah satu sahabat Ayub, mulai berbicara. Orang Naama mungkin dari tempat yang sama dengan Ayub, tetapi Zofar menegur Ayub dengan tajam. Ayat ini menunjukkan bahwa perdebatan antara Ayub dan sahabat-sahabatnya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:2
Zofar mengungkapkan bahwa pikirannya mendesaknya untuk menjawab karena ia tidak sabar terhadap Ayub. Ia merasa gelisah dan tidak bisa tinggal diam. Ini menunjukkan bahwa Zofar terpancing secara emosional oleh perkataan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:3
Zofar merasa bahwa teguran Ayub terhadapnya adalah suatu penghinaan, dan ia merasa roh pengertiannya mendorongnya untuk menjawab. Ia menganggap dirinya memiliki pemahaman yang benar dan perlu meluruskan Ayub. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:4
Zofar mengajukan pertanyaan retoris, menegaskan bahwa sejak manusia pertama ada, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang fasik hanya menikmati kesenangan sesaat. Ia menganggap kebenaran ini sudah lama diketahui dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:5
Zofar menyatakan bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar, dan sukacita orang munafik hanya sesaat. Ini adalah pengajaran umum bahwa kebahagiaan orang jahat tidak bertahan lama, dan pada akhirnya mereka akan menuai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:6
Zofar menggambarkan bahwa meskipun kesombongan orang fasik mencapai langit dan kepalanya menyentuh awan, ia akan binasa. Ini adalah metafora tentang keangkuhan yang sangat tinggi, namun tetap akan dijatuhkan oleh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:7
Ayub 20:7 menggambarkan bahwa orang fasik yang sombong akan binasa selamanya, seperti sampah yang hilang. Orang yang melihatnya akan bertanya, 'Di mana dia?' sebagai tanda bahwa kehadirannya tidak lagi ditemukan. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:8
Ayub 20:8 menggunakan perumpamaan mimpi untuk menunjukkan bahwa orang fasik akan hilang tanpa jejak. Seperti mimpi yang lenyap saat bangun, dan seperti penglihatan malam yang menghilang, demikianlah kehidupan orang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:9
Ayub 20:9 menegaskan bahwa orang fasik akan hilang dari pandangan dan tempatnya tidak akan ditemukan lagi. Orang-orang yang pernah melihatnya tidak akan melihatnya lagi, dan tempat kediamannya menjadi sepi. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:10
Ayub 20:10 mengatakan bahwa anak-anak orang fasik akan menjadi miskin dan harus meminta belas kasihan dari orang miskin. Tangan orang fasik itu sendiri (mungkin yang dimaksud adalah kekayaannya) harus mengembalikan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:11
Ayub 20:11 menyatakan bahwa walaupun orang fasik masih kuat dan penuh semangat seperti muda, semangat itu akan berakhir di dalam debu, yaitu kematian. Artinya, kekuatan dan vitalitas tidak dapat menyelamatkan orang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:12
Ayub 20:12 menggambarkan bahwa kejahatan terasa manis di mulut orang fasik, sehingga ia menyimpannya di bawah lidahnya. Ini menunjukkan bahwa dosa sering kali terasa nikmat, sehingga seseorang cenderung…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:13
Ayub 20:13 menggambarkan orang fasik yang menikmati kejahatannya seperti makanan manis yang ia simpan di mulutnya dan tidak mau melepaskannya. Ini menunjukkan betapa dalam keterlibatannya dengan dosa, sehingga ia rela…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:14
Ayub 20:14 menyatakan bahwa makanan yang manis itu akan berubah menjadi racun ular di dalam perut orang fasik. Artinya, kenikmatan dosa yang semula tampak baik akan menjadi pahit dan merusak dirinya sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:15
Ayub 20:15 mengatakan bahwa orang fasik akan memuntahkan kembali kekayaan yang telah ditelannya, karena Allah akan mengeluarkannya dari perutnya. Ini menunjukkan bahwa harta yang diperoleh dengan curang tidak akan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:16
Ayub 20:16 melukiskan bahwa orang fasik akan mengisap racun ular berbisa dan lidah ular akan membunuhnya. Ini berarti kejahatan yang dia lakukan akan menjadi bumerang yang menghancurkannya sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:17
Ayub 20:17 menyatakan bahwa orang fasik tidak akan menikmati aliran sungai yang penuh madu dan dadih, yaitu gambaran berkat dan kemakmuran. Semua kenikmatan yang diharapkan akan hilang, tidak akan dinikmatinya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:18
Ayub 20:18 mengatakan bahwa orang fasik harus mengembalikan hasil jerih payahnya dan tidak akan menikmati keuntungan dagangnya. Ini berarti apa yang dia peroleh dengan cara curang akan sia-sia dan tidak memberi kepuasan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:19
Orang fasik yang menindas dan merebut milik orang miskin akan kehilangan apa yang telah diambilnya. Ayub 20:19 menegaskan bahwa mereka yang tidak peduli pada orang miskin dan merampas hak orang lain akan menuai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:20
Ayub 20:20 mengajarkan bahwa orang fasik tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Ia selalu ingin lebih, tetapi rasa tidak puas itu justru membuatnya menjadi hamba keinginan, dan pada akhirnya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:21
Orang fasik yang rakus akan kehilangan segalanya; tidak ada yang tersisa dari hasil jerih payahnya. Ayub 20:21 menegaskan bahwa kemakmuran yang dibangun di atas ketidakadilan dan keserakahan tidak akan bertahan, karena…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:22
Ayub 20:22 menunjukkan bahwa meskipun orang fasik tampak makmur dan berkecukupan, ia akan mengalami tekanan dan kesusahan. Di tengah kelimpahannya, ia tidak akan luput dari masalah; justru masa-masa sulit akan datang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:23
Ayub 20:23 menggambarkan bahwa ketika orang fasik merasa aman dan kenyang, murka Allah akan datang menimpanya seperti hujan api. Ini adalah peringatan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan terus berlanjut; Dia…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:24
Ayub 20:24 menyatakan bahwa orang fasik yang mencoba melarikan diri dari hukuman akan tetap tertangkap. Meskipun ia menghindari satu bahaya, bahaya lain akan menimpanya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:25
Ayub 20:25 menggambarkan hukuman Allah atas orang fasik: meskipun ia mencoba melarikan diri dari senjata besi, anak panah tembaga menembusnya, melambangkan bahwa tidak ada jalan keluar dari murka Allah. Ini menekankan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:26
Ayub 20:26 melanjutkan gambaran hukuman: kegelapan pekat menutupi harta orang fasik, dan api yang tidak ditiup akan melahap semua yang tersisa di kemahnya. Ini menunjukkan bahwa kekayaan dan keamanannya akan musnah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:27
Ayub 20:27 menyatakan bahwa langit akan mengungkapkan kesalahan orang fasik dan bumi akan bangkit melawannya. Ini menandakan bahwa seluruh ciptaan menjadi saksi dan alat penghakiman Allah atas kejahatan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:28
Ayub 20:28 melukiskan bahwa harta milik orang fasik akan disapu bersih dan hanyut pada hari murka Allah. Ini menegaskan bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara tidak benar tidak akan bertahan pada saat penghakiman.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ayub 20:29
Ayub 20:29 adalah kesimpulan Zofar: inilah bagian yang Allah tetapkan bagi orang fasik dan warisan yang ditentukan baginya. Ini menekankan bahwa kehancuran adalah akibat yang pasti dari kejahatan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →