Manis di mulut, racun di perut

Ayub 20:12

Zofar: Nasib Orang Fasik

Walaupun kejahatan itu manis di mulutnya, walaupun dia menyembunyikannya di bawah lidahnya,

Ayub 20:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 20:12?

Ayub 20:12 menggambarkan bahwa kejahatan terasa manis di mulut orang fasik, sehingga ia menyimpannya di bawah lidahnya. Ini menunjukkan bahwa dosa sering kali terasa nikmat, sehingga seseorang cenderung mempertahankannya dan tidak mau melepaskannya.

Latar belakang

Kejahatan yang menyenangkan

Zofar memakai metafora makanan: orang fasik menikmati kejahatan seperti makanan manis, tetapi pada akhirnya itu menjadi racun dalam dirinya.

Di mana

Tanah Us

Di dekat tumpukan abu, di luar kampung

Kapan

~1900 SM

Zaman Bapa-bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan menegur Ayub
Kamu di sini
Z

Yang berbicara

Zofar, orang Naama

Teman Ayub yang keras, ~90 tahun

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~70 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רָעָה

ra'ah · kejahatan

Keburukan, perbuatan yang melanggar norma dan kehendak Allah.

מָתוֹק

matok · manis

Sesuatu yang menyenangkan, seperti madu atau gula.

פִּיהוּ

pihu · mulutnya

Bukaan untuk makan dan berbicara.

Kejahatan bisa terasa enak pada awalnya, tetapi akan menjadi pahit dan beracun di kemudian hari.

Tahukah kamu

Bahasa tubuh kuno

Di Timur Tengah kuno, 'menyembunyikan di bawah lidah' adalah ungkapan untuk menyimpan sesuatu dengan hati-hati, seperti makanan yang dinikmati perlahan-lahan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 20:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 20:12

✕  Sering dikira

Kejahatan secara harfiah terasa manis di mulut.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora tentang daya tarik dosa, bukan rasa fisik.

✕  Sering dikira

Allah membuat orang fasik suka pada kejahatan.

✓  Yang sebenarnya

Orang fasik memilih kejahatan; Allah hanya membiarkan konsekuensinya terjadi.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 20:12

Dosa bisa terasa menyenangkan, seperti makanan manis, tapi akibatnya pahit. Sadari godaan dalam hidup kita dan minta Tuhan membantu kita melepaskan hal-hal yang merusak itu.

Tuhan, beri aku kekuatan untuk menolak godaan yang manis tapi berbahaya, dan gantikan dengan kebaikan-Mu yang sejati. Amin.