Salju di Musim Panas: Upeti yang Salah
Amsal 26:1-28
Perkataan-Perkataan Hikmat tentang Orang Bodoh
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kehormatan untuk Orang Bodoh Itu Salah Musim
Ayat ini menggunakan perumpamaan cuaca yang tidak wajar untuk menggambarkan betapa ganjilnya memberi kehormatan kepada orang bodoh. Di Timur Tengah, salju di musim panas jarang terjadi dan merusak, hujan di musim panen juga tidak diinginkan. Demikian juga, kehormatan yang diberikan kepada orang bodoh bukan hanya tidak pantas, tetapi juga merusak tatanan sosial.
Di mana
Yerusalem
Di istana atau sekolah hikmat, saat mengajar
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu Israel
Yang berbicara
Penulis Amsal (dikaitkan dengan Salomo)
Raja Salomo, terkenal karena hikmat, hidup ~950 SM
Kepada
Pembaca muda Israel
Orang-orang yang belajar hikmat, mungkin di sekolah para nabi atau keluarga
Arti tiap ayat
Penjelasan Amsal 26:1-28 Ayat per Ayat
Amsal 26:1
Ayat ini menggunakan perumpamaan alam untuk menyatakan bahwa memberi kehormatan kepada orang bodoh adalah sesuatu yang tidak pantas dan tidak pada tempatnya, seperti salju di musim panas atau hujan di musim panen yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:2
Kutukan tanpa alasan yang jelas tidak akan membawa akibat yang nyata, seperti burung pipit yang beterbangan tanpa tujuan atau burung layang-layang yang terbang pergi. Kutukan itu tidak akan 'hinggap' atau terjadi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:3
Orang bodoh perlu didisiplinkan secara fisik, seperti kuda dan keledai yang dikendalikan dengan cambuk dan kekang. Ini menunjukkan bahwa beberapa orang tidak belajar dari kata-kata, tetapi perlu konsekuensi yang tegas.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:4
Jangan menurunkan diri ke level orang bodoh dengan menjawabnya dengan cara yang sama bodohnya, karena itu akan membuatmu menjadi seperti dia. Ini adalah nasihat untuk tidak terlibat dalam perdebatan yang tidak berguna.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:5
Ayat ini tampak kontradiktif dengan ayat sebelumnya, tetapi maksudnya adalah jawablah orang bodoh sesuai kebodohannya (dengan teguran yang tajam) agar dia tidak merasa dirinya bijak. Ini tentang keseimbangan antara…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:6
Mengirim pesan melalui orang bodoh akan membawa kerugian bagi pengirimnya, seperti memotong kaki sendiri atau minum yang membahayakan. Ini menekankan betapa pentingnya memilih utusan yang dapat dipercaya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:7
Amsal ini membandingkan orang bodoh yang mengucapkan amsal atau kata-kata bijak dengan kaki yang lumpuh dan tidak berfungsi. Artinya, kata-kata bijak di mulut orang bodoh tidak berguna dan tidak membawa dampak yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:8
Memberi hormat kepada orang bodoh diibaratkan seperti mengikat batu pada umban, yang justru akan membahayakan pelemparnya. Artinya, memberikan kehormatan atau posisi penting kepada orang bodoh adalah tindakan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:9
Amsal ini menggambarkan bahwa perkataan orang bodoh, meskipun mungkin berisi kebenaran, bisa melukai seperti duri yang menusuk tangan pemabuk. Orang bodoh tidak dapat menyampaikan hikmat dengan benar, sehingga…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:10
Ayat ini menyatakan bahwa memperkerjakan orang bodoh atau orang yang tidak dikenal adalah berbahaya, seperti pemanah yang memanah secara membabi buta dan melukai semua orang. Hal ini dapat menyebabkan kerugian dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:11
Amsal ini menggunakan gambaran anjing yang kembali ke muntahannya untuk menunjukkan bahwa orang bodoh akan terus mengulangi kebodohannya, tidak belajar dari kesalahan. Ini menekankan bahwa kebodohan yang tidak diakui…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:12
Ayat ini memperingatkan tentang bahaya orang yang menganggap dirinya bijak. Orang yang merasa diri bijak, padahal tidak, lebih buruk daripada orang bodoh yang sadar akan kebodohannya, karena ia tidak akan terbuka untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:13
Ayat ini menggambarkan alasan si pemalas untuk tidak bekerja: dia membesar-besarkan bahaya, seperti takut ada singa di jalan. Ini menunjukkan bahwa kemalasan sering disertai dengan alasan yang dibuat-buat untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:14
Seperti pintu yang berputar pada engselnya tetapi tidak pergi ke mana-mana, demikian juga si pemalas terus berbaring di tempat tidurnya tanpa melakukan sesuatu yang berguna. Ini menekankan bahwa kemalasan membuat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:15
Si pemalas begitu malas sampai-sampai tidak mau mengembalikan tangannya dari piring ke mulutnya untuk makan. Ini adalah gambaran hiperbolis tentang kemalasan yang ekstrem, yang bahkan tidak mau melakukan hal yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:16
Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang yang berpengertian, tetapi ini adalah khayalan. Karena dia tidak mau bekerja atau belajar, dia tidak benar-benar bijak, tetapi dia sombong dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:17
Ayat ini membandingkan orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain dengan orang yang menangkap telinga anjing yang lewat—tindakan yang bodoh dan berbahaya. Ikut campur tanpa diminta hanya akan menimbulkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:18
Ayat ini menggambarkan orang yang menipu sesamanya lalu berkata 'itu hanya bercanda' seperti orang gila yang melepaskan panah api yang mematikan. Ini menunjukkan bahwa perkataan yang menyakitkan tidak bisa dianggap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:19
Ayat ini membandingkan orang yang menipu sesamanya dengan orang gila yang menembakkan panah api dan maut. Menipu dengan alasan bercanda itu berbahaya dan merusak, seperti panah yang melukai. Kebohongan, meski dibungkus…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:20
Seperti api padam saat kayu habis, begitu juga pertengkaran akan mereda jika tidak ada orang yang memfitnah atau mengadu domba. Fitnah adalah bahan bakar yang membuat konflik terus menyala. Jika kita ingin damai, kita…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:21
Orang yang suka bertengkar bagaikan arang atau kayu yang membuat api tetap menyala. Mereka cenderung memperbesar masalah dan memanaskan suasana, sehingga konflik tidak kunjung padam. Ayat ini mengingatkan bahwa sikap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:22
Perkataan pemfitnah diumpamakan seperti makanan yang lezat, tetapi sebenarnya berbahaya; ia masuk ke dalam hati dan meracuni pendengarnya. Fitnah bisa terdengar menarik, tetapi efeknya merusak hubungan dan kepercayaan.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:23
Ayat ini mengibaratkan perkataan manis yang keluar dari hati yang jahat dengan bejana tanah liat yang dilapisi perak—indah di luar tetapi buruk di dalam. Seseorang bisa berkata manis untuk menutupi niat jahat. Tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:24
Orang yang membenci mungkin menyembunyikan kebenciannya dengan kata-kata manis, tetapi di dalam hatinya bersembunyi tipu daya. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kemunafikan bisa terjadi: seseorang bisa berkata baik…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:25
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak mudah percaya pada orang yang tampak ramah tetapi hatinya menyimpan kebencian. Perkataan manis bisa menutupi niat jahat yang tersembunyi, jadi kita perlu waspada dan bijaksana…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:26
Meskipun kebencian dapat disembunyikan dengan licik, pada akhirnya akan terungkap di depan umum. Tidak ada rahasia yang dapat disembunyikan selamanya; kebenaran akan selalu muncul.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:27
Mereka yang merencanakan kejahatan terhadap orang lain akan jatuh ke dalam jeratnya sendiri. Hukum sebab-akibat berlaku: perbuatan buruk akan kembali kepada pelakunya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Amsal 26:28
Lidah dusta dan perkataan yang licin dapat menghancurkan orang lain. Orang yang suka berbohong tidak peduli dengan korban yang mereka sakiti, dan kata-kata manis yang palsu akan menyebabkan kehancuran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →