Jawab orang bodoh agar tidak sombong

Amsal 26:5

Amsal untuk orang bodoh dan pemalas

Jawablah orang bodoh menurut kebodohannya supaya jangan sampai dia menjadi berhikmat menurut pandangannya sendiri.

Amsal 26:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 26:5?

Ayat ini tampak kontradiktif dengan ayat sebelumnya, tetapi maksudnya adalah jawablah orang bodoh sesuai kebodohannya (dengan teguran yang tajam) agar dia tidak merasa dirinya bijak. Ini tentang keseimbangan antara tidak merendahkan diri dan tetap menegur.

Latar belakang

Jawaban yang diperlukan

Ada kalanya kita perlu menjawab kebodohan dengan tegas agar orang bodoh tidak menganggap dirinya bijak. Jika tidak, dia akan semakin sombong.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Bait Allah selesai
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, terkenal akan hikmatnya, penulis Amsal

P

Kepada

Pembaca muda

Mereka yang sedang belajar hidup bijak

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָנָה

anah · menjawab

merespons atau memberi jawaban

כְּסִיל

kesil · orang bodoh

orang yang bebal, menolak didikan

חָכָם

chakam · berhikmat

bijak, terampil dalam hidup

Di sini 'kesil' dan 'chakam' berhadapan: menjawab dengan benar bisa mencegah kebodohan dianggap sebagai hikmat. 'Anah' menjadi alat untuk menegur yang benar.

Tahukah kamu

Pasangan yang disengaja

Ayat 4 dan 5 adalah salah satu contoh paralelisme dalam Amsal: dua pernyataan yang tampak berlawanan tetapi mengajarkan kebenaran yang lebih dalam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 26:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 26:5

✕  Sering dikira

Menganggap kita harus selalu menjawab setiap omongan orang bodoh.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah prinsip umum, bukan perintah mutlak; konteks menentukan caranya.

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini mendukung perdebatan yang tidak perlu.

✓  Yang sebenarnya

Tujuannya meluruskan kesombongan, bukan mencari kemenangan.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 26:5

Terkadang kita perlu berbicara dengan tegas untuk menegur kebodohan, tetapi tetap dengan bijak dan tidak menjadi sombong. Tujuannya adalah agar orang tersebut sadar akan kesalahannya, bukan untuk mempermalukan.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk berkata-kata dengan benar, baik dalam kelembutan maupun ketegasan, sesuai kebutuhan. Amin.