Duri dan Tangan Pemabuk

Amsal 26:9

Nasihat Tentang Orang Bodoh dan Pemalas

Bagaikan duri yang menusuk tangan pemabuk, seperti itulah amsal pada mulut orang-orang bodoh.

Amsal 26:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 26:9?

Amsal ini menggambarkan bahwa perkataan orang bodoh, meskipun mungkin berisi kebenaran, bisa melukai seperti duri yang menusuk tangan pemabuk. Orang bodoh tidak dapat menyampaikan hikmat dengan benar, sehingga kata-katanya menjadi tidak enak didengar dan berbahaya.

Latar belakang

Amsal yang Menyakiti

Orang bodoh yang mengucapkan amsal tidak hanya tidak efektif, tetapi juga menyakitkan. Seperti duri yang menusuk tangan pemabuk, kata-kata bijak di mulut orang bodoh bisa melukai.

Di mana

Yerusalem

Lingkungan istana atau sekolah hikmat

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Allah
Perpecahan Kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel ketiga, terkenal akan hikmatnya

P

Kepada

Pembaca / murid hikmat

Orang yang ingin hidup berhikmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָלָה

alah · menusuk

naik atau masuk; di sini berarti menusuk masuk

חוֹחַ

choach · duri

tanaman berduri, duri tajam

שִׁכּוֹר

shikkor · pemabuk

orang yang mabuk, tidak sadar

Kombinasi duri dan pemabuk menggambarkan bahaya yang tidak terkendali: orang bodoh tidak bisa mengendalikan lidahnya, dan akibatnya melukai orang lain. Hikmat membutuhkan kebijaksanaan dalam penyampaiannya.

Tahukah kamu

Duri di Tanah Israel

Di Israel ada banyak tanaman berduri seperti onak dan duri unta; duri ini bisa menyebabkan luka yang dalam jika tidak ditangani.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 26:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 26:9

✕  Sering dikira

Menganggap amsal itu sendiri buruk.

✓  Yang sebenarnya

Amsal itu baik, tetapi di mulut orang bodoh menjadi menyakitkan, seperti duri di tangan pemabuk.

✕  Sering dikira

Menganggap semua orang bodoh adalah pemabuk.

✓  Yang sebenarnya

Pemabuk hanya gambaran ketidakmampuan mengendalikan diri; intinya adalah orang bodoh tidak punya kendali.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 26:9

Kita perlu berhati-hati dalam memilih sumber nasihat. Dengarkanlah orang-orang yang hidupnya bijaksana dan berintegritas, bukan hanya yang pandai berbicara. Dan jika kita sendiri ingin dinasihati, belajarlah untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang membangun dan tidak melukai.

Tuhan, jadikan aku penyampai kebenaran yang lembut dan berhikmat, dan beri aku kebijaksanaan untuk menyaring nasihat yang kuterima. Amin.