Bahaya kirim pesan lewat orang bodoh

Amsal 26:6

Amsal untuk orang bodoh dan pemalas

Bagaikan memotong kaki sendiri dan meminum kekejaman, seperti itulah orang yang mengirim pesan melalui tangan orang bodoh.

Amsal 26:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 26:6?

Mengirim pesan melalui orang bodoh akan membawa kerugian bagi pengirimnya, seperti memotong kaki sendiri atau minum yang membahayakan. Ini menekankan betapa pentingnya memilih utusan yang dapat dipercaya.

Latar belakang

Menggunakan orang bodoh sebagai utusan

Salomo memperingatkan bahwa mempercayakan pesan kepada orang bodoh itu merugikan, seakan-akan melukai diri sendiri dan meminum kekerasan.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Bait Allah selesai
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, terkenal akan hikmatnya, penulis Amsal

P

Kepada

Pembaca muda

Mereka yang sedang belajar hidup bijak

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָצַץ

qatsats · memotong

memotong, memutus

רֶגֶל

regel · kaki

kaki, bagian tubuh untuk berdiri

שָׁלַח

shalach · mengirim

mengutus, mengirim

Kata 'qatsats' dan 'regel' menekankan melukai diri sendiri, sedangkan 'shalach' menunjukkan tindakan yang sia-sia dan berbahaya.

Tahukah kamu

Metafora yang kuat

Ungkapan 'meminum kekejaman' mungkin merujuk pada tindakan yang sangat tidak masuk akal dan merusak diri sendiri.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 26:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 26:6

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya tentang pengiriman pesan secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya lebih luas: jangan mengandalkan orang yang tidak kompeten untuk tugas penting.

✕  Sering dikira

Menganggap orang bodoh tidak bisa dipakai sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Ini peringatan tentang konsekuensi, bukan larangan mutlak untuk memakai orang bodoh.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 26:6

Saat mempercayakan tugas atau pesan penting, pastikan orang yang kita pilih mampu dan dapat diandalkan. Jangan mengambil risiko besar hanya karena alasan kemudahan.

Bapa, tolong aku untuk memilih orang yang tepat dalam setiap tanggung jawab yang kuberikan, dan jadikan aku pribadi yang dapat dipercaya. Amin.