Bercanda yang Melukai

Amsal 26:18

Bahaya Kata-Kata yang Ceroboh

Bagaikan orang gila menembakkan panah api, anak panah, dan maut,

Amsal 26:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 26:18?

Ayat ini menggambarkan orang yang menipu sesamanya lalu berkata 'itu hanya bercanda' seperti orang gila yang melepaskan panah api yang mematikan. Ini menunjukkan bahwa perkataan yang menyakitkan tidak bisa dianggap ringan hanya dengan alasan bercanda.

Latar belakang

Panah Api Kebohongan

Ayat ini membandingkan orang yang menipu sesama dengan orang gila yang menembakkan panah api. Tindakan itu tampak seperti gurauan, tetapi akibatnya menyakitkan dan berbahaya.

Di mana

Yerusalem

Di istana, saat mengajar

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terbelah
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Isra'el, penulis amsal

U

Kepada

Umat Allah

Orang-orang yang berinteraksi sosial

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מְשֻׁגָּע

meshugga' · orang gila

Orang yang tidak waras atau bertindak liar.

יָרָה

yarah · menembakkan

Melepaskan panah atau proyektil.

רָמָה

ramah · menipu

Menyesatkan dengan tipu daya.

Kata-kata ini menggambarkan tindakan yang sembrono dan merusak: menipu dianggap main-main, padahal bisa membunuh karakter orang.

Tahukah kamu

Panah Api

Panah api adalah senjata kuno yang dilapisi bahan mudah terbakar, sangat sulit dipadamkan dan mematikan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 26:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 26:18

✕  Sering dikira

Mengira ayat ini hanya tentang candaan yang kasar.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang penipuan yang disamarkan sebagai humor untuk menyakiti orang lain.

✕  Sering dikira

Menganggap amsal ini tidak relevan karena panah api kuno.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya tetap berlaku: perkataan yang merusak, sekalipun dibungkus gurauan, tetap berbahaya.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 26:18

Kata-kata kita bisa melukai orang lain seperti anak panah. Jika kita bersikap sembrono dalam bercanda, kita bisa merusak hubungan. Belajarlah untuk menjaga perkataan dan tidak menyakitkan demi kesenangan sesaat. Hargai perasaan orang lain lebih dari kebenaranmu.

Ya Tuhan, kendalikan perkataanku dan penuhilah dengan kasih, supaya aku tidak menyakiti orang lain walau dalam gurauan. Amin.